Gereja Saint Porphyrius, Ribuan Tahun Saksi Kedekatan Islam dan Kristen Hancur Dibom Israel
Rabu, 23 Oktober 2024 - 07:56 WIB
loading...
A
A
A
Patriarkat Ortodoks Yunani di Yerusalem mengeluarkan pernyataan keras yang mengecam serangan udara yang terjadi di Gereja Saint Porphyrius sebagai kejahatan perang. Dalam pernyataan tersebut, mereka menegaskan bahwa menargetkan tempat ibadah yang juga berfungsi sebagai perlindungan bagi warga sipil, terutama anak-anak dan wanita, merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. “Kami mengutuk serangan yang tidak masuk akal terhadap kompleks suci ini dan menyerukan kepada komunitas dunia untuk menegakkan perlindungan di Gaza terhadap tempat-tempat perlindungan, termasuk rumah sakit, sekolah, dan rumah ibadah,” kata Sekretaris Jenderal WCC (Dewan Gereja Dunia) , Pendeta Jerry Pillay.
Amnesty International, sebuah gerakan perlawanan terhadap pelanggaran HAM secara global, turut memberikan tanggapan dan mendesak agar dilakukan penyelidikan independen terhadap insiden ini. Mereka menekankan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil di Gaza, terutama di tengah konflik yang berkepanjangan. Dalam konteks ini, seruan mereka untuk menghormati hukum kemanusiaan internasional mencerminkan keprihatinan mendalam terhadap hak asasi manusia di wilayah yang terdampak konflik.
Paus Fransiskus, berserta sejumlah pemimpin gereja di seluruh dunia, juga menyampaikan dan menyerukan perlindungan untuk tempat-tempat keagamaan. Bukan hanya mengatakan bahwa serangan ini harus dihentikan, Paus Fransiskus juga menyerukan agar bantuan kemanusiaan seperti keperluan medis dan makanan yang dihentikan oleh blokade Israel, segara diperbolehkan masuk untuk mengurangi kondisi krisis kemanusiaan di Gaza.
Serangan udara Israel yang menghancurkan Gereja Saint Porphyrius adalah pengingat tragis akan penderitaan yang sedang dialami oleh rakyat Palestina di Gaza, baik umat Muslim maupun umat Kristen. Dengan jumlah infrastruktur sipil seperti sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah yang dihancurkan oleh tentara Israel, dunia internasional semakin mendesak untuk tindakan nyata dalam melindungi dan menjaga keselamatan warga sipil. Namun, tanpa upaya yang signifikan untuk menghentikan kekerasan dan kekejaman yang terus dilakukan oleh militer Israel, masa depan rakyat Palestina baik bagi para umat Kristen ataupun umat Muslim, akan terus mengalami kesengsaraan.MG/Patrick Daniel H.W.
Baca juga: 5 Situs Arkeologi Gaza Paling Bersejarah yang Dihancurkan Zionis Israel
Amnesty International, sebuah gerakan perlawanan terhadap pelanggaran HAM secara global, turut memberikan tanggapan dan mendesak agar dilakukan penyelidikan independen terhadap insiden ini. Mereka menekankan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil di Gaza, terutama di tengah konflik yang berkepanjangan. Dalam konteks ini, seruan mereka untuk menghormati hukum kemanusiaan internasional mencerminkan keprihatinan mendalam terhadap hak asasi manusia di wilayah yang terdampak konflik.
Paus Fransiskus, berserta sejumlah pemimpin gereja di seluruh dunia, juga menyampaikan dan menyerukan perlindungan untuk tempat-tempat keagamaan. Bukan hanya mengatakan bahwa serangan ini harus dihentikan, Paus Fransiskus juga menyerukan agar bantuan kemanusiaan seperti keperluan medis dan makanan yang dihentikan oleh blokade Israel, segara diperbolehkan masuk untuk mengurangi kondisi krisis kemanusiaan di Gaza.
Serangan udara Israel yang menghancurkan Gereja Saint Porphyrius adalah pengingat tragis akan penderitaan yang sedang dialami oleh rakyat Palestina di Gaza, baik umat Muslim maupun umat Kristen. Dengan jumlah infrastruktur sipil seperti sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah yang dihancurkan oleh tentara Israel, dunia internasional semakin mendesak untuk tindakan nyata dalam melindungi dan menjaga keselamatan warga sipil. Namun, tanpa upaya yang signifikan untuk menghentikan kekerasan dan kekejaman yang terus dilakukan oleh militer Israel, masa depan rakyat Palestina baik bagi para umat Kristen ataupun umat Muslim, akan terus mengalami kesengsaraan.MG/Patrick Daniel H.W.
Baca juga: 5 Situs Arkeologi Gaza Paling Bersejarah yang Dihancurkan Zionis Israel
(wid)
Lihat Juga :