4 Pendapat tentang Masa Salaf yang Memiliki Otoritas setelah Nabi Muhammad SAW
Minggu, 27 Oktober 2024 - 10:23 WIB
loading...
A
A
A
Selain logis, hadis-hadis pun banyak yang dapat dikutip untuk menopang pandangan itu.
Baca juga: Hakikat Golongan Salaf Menurut Nurcholish Madjid
Demikian pula dalam mengidentifikasi secara historis masa salaf itu, para sarjana Islam juga tidak mengalami kesulitan, meskipun terdapat beberapa pendapat tertentu di dalamnya.
Menurut Cak Nur, yang disepakati oleh semuanya ialah bahwa masa salaf itu, dengan sendirinya, dimulai oleh masa Nabi sendiri. Kemudian mereka mulai berbeda tentang "kesalafan" (dalam arti otoritas dan kewenangan) masa kekhalifahan Abu Bakar , ' Umar bin Khattab , Utsman dan Ali bin Abi Thalib , untuk tidak mengatakan masa-masa sesudah mereka.
Dalam hal ini dapat kita kenali adanya empat pendapat:
(1) Kaum Sunni berpendapat bahwa masa keempat khalifah itu adalah benar-benar otoritatif, berwenang, dan benar-benar salaf.
Kaum Sunni boleh dikata kelanjutan langsung atau tidak langsung dari masyarakat Islam masa Dinasti Umayyah , dengan berbagai unsur kompromi akibat usaha rekonsiliasi keseluruhan umat Islam, mengatasi sisa-sisa pengalaman traumatis fitnah-fitnah sebelumnya.
Baca juga: Cara Pengeluaran Zakat Penghasilan Menurut Ulama Salaf
Usaha ini mengambil bentuknya yang paling penting dalam tindakan yang telah dimulai oleh Abd al-Malik ibn Marwan untuk merehabilitasi nama 'Ali, musuh Mu'awiyah, pendiri Dinasti Bani Umayyah, dan sejak itu mulai dikenal, secara historis, istilah al-Khulafa' al-Rasyidun yang empat).
Penyebutan tentang "Empat Khalifah" (istilah teknisnya dalam bahasa Arab ialah tarbi') sebetulnya melewati proses bertahap yang panjang. Mula-mula dalam khotbah-khotbah kaum Umawi menyebut tiga khalifah saja, yaitu selain 'Ali, dan kaum Syiah hanya menyebut 'Ali, tanpa yang lain-lain.
Baca juga: Hakikat Golongan Salaf Menurut Nurcholish Madjid
Demikian pula dalam mengidentifikasi secara historis masa salaf itu, para sarjana Islam juga tidak mengalami kesulitan, meskipun terdapat beberapa pendapat tertentu di dalamnya.
Menurut Cak Nur, yang disepakati oleh semuanya ialah bahwa masa salaf itu, dengan sendirinya, dimulai oleh masa Nabi sendiri. Kemudian mereka mulai berbeda tentang "kesalafan" (dalam arti otoritas dan kewenangan) masa kekhalifahan Abu Bakar , ' Umar bin Khattab , Utsman dan Ali bin Abi Thalib , untuk tidak mengatakan masa-masa sesudah mereka.
Dalam hal ini dapat kita kenali adanya empat pendapat:
(1) Kaum Sunni berpendapat bahwa masa keempat khalifah itu adalah benar-benar otoritatif, berwenang, dan benar-benar salaf.
Kaum Sunni boleh dikata kelanjutan langsung atau tidak langsung dari masyarakat Islam masa Dinasti Umayyah , dengan berbagai unsur kompromi akibat usaha rekonsiliasi keseluruhan umat Islam, mengatasi sisa-sisa pengalaman traumatis fitnah-fitnah sebelumnya.
Baca juga: Cara Pengeluaran Zakat Penghasilan Menurut Ulama Salaf
Usaha ini mengambil bentuknya yang paling penting dalam tindakan yang telah dimulai oleh Abd al-Malik ibn Marwan untuk merehabilitasi nama 'Ali, musuh Mu'awiyah, pendiri Dinasti Bani Umayyah, dan sejak itu mulai dikenal, secara historis, istilah al-Khulafa' al-Rasyidun yang empat).
Penyebutan tentang "Empat Khalifah" (istilah teknisnya dalam bahasa Arab ialah tarbi') sebetulnya melewati proses bertahap yang panjang. Mula-mula dalam khotbah-khotbah kaum Umawi menyebut tiga khalifah saja, yaitu selain 'Ali, dan kaum Syiah hanya menyebut 'Ali, tanpa yang lain-lain.
Lihat Juga :