Jelang Runtuhnya Daulah Abbasiyah: Ketika Bani Buwaihi Bebas Menyebarkan Syiah
Selasa, 29 Oktober 2024 - 11:15 WIB
loading...
A
A
A
Malahan mereka menekan keberadaan khalifah pada posisi hanya sebagai lambang belaka, yang tidak bisa berbuat apa-apa terhadap semua tindakan yang dilakukan Bani Buwaihi, termasuk tindakan mereka yang memaksa rakyat untuk menganut paham Syiah yang menjadi keyakinan mereka.
Sehingga atas tekanan-tekanan yang dilakukan Bani Buwaihi baik terhadap khalifah maupun kepada rakyat memaksa khalifah al-Qaim (khalifah ke-26) mengundang Tughrul Bek dari Turki Saljuk untuk datang ke Baghdad dan mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi Daulah Abbasiyah.
Walaupun begitu, terdapat jasa yang disumbangkan Bani Buwaihi yang telah berkuasa di Baghdad kurang lebih satu abad lamanya, dia telah berhasil mengukir prestasi gemilang, dalam bidang sosial ekonomi dan ilmu pengetahuan .
Baca juga: Khalifah yang Membawa Daulah Abbasiyah Berjaya
Dalam bidang sosial ekonomi, untuk memenuhi kepentingan orang banyak dalam masalah air baik untuk diminum maupun untuk kepentingan lainnya, Abdud Daulah menggali saluran air dan membuat jembatan di sungai Dajlah.
Juga bangunan sebuah rumah sakit di Baghdad untuk melayani masyarakat yang sakit. Rumah sakit itu diberi nama dengan al-Bomarisshah al-Adli dan mendirikan sekolah kedokteran.
Dalam bidang ilmu pengetahuan masih terus mengalami perkembangan dan kemajuan. Hal ini dapat dilihat dengan munculnya pemikir-pemikir besar seperti al-Farabi (870-950 M), Ibn Sina (980-1037 M), al-Biruni (973-1048 M), alMiskawaihi (930-1030 M) al-Razi, al-Asy’ari, al-Maturidi, alHarraj dan sebagainya.
Terbitnya sebuah ensiklopedia kedokteran yang ditulis oleh Ibn Sina. Terbitnya sebuah buku ilmu kimia yang ditulis oleh Jabir bin Hayyan, lahirnya teori bahwa bumi berputar pada sumbunya, oleh Abu Raihan Muhammad al-Baituni, seorang ahli fisika.
Baca juga: Tenggelamnya Jihad Laut di Masa Daulah Abbasiyah
Sehingga atas tekanan-tekanan yang dilakukan Bani Buwaihi baik terhadap khalifah maupun kepada rakyat memaksa khalifah al-Qaim (khalifah ke-26) mengundang Tughrul Bek dari Turki Saljuk untuk datang ke Baghdad dan mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi Daulah Abbasiyah.
Walaupun begitu, terdapat jasa yang disumbangkan Bani Buwaihi yang telah berkuasa di Baghdad kurang lebih satu abad lamanya, dia telah berhasil mengukir prestasi gemilang, dalam bidang sosial ekonomi dan ilmu pengetahuan .
Baca juga: Khalifah yang Membawa Daulah Abbasiyah Berjaya
Dalam bidang sosial ekonomi, untuk memenuhi kepentingan orang banyak dalam masalah air baik untuk diminum maupun untuk kepentingan lainnya, Abdud Daulah menggali saluran air dan membuat jembatan di sungai Dajlah.
Juga bangunan sebuah rumah sakit di Baghdad untuk melayani masyarakat yang sakit. Rumah sakit itu diberi nama dengan al-Bomarisshah al-Adli dan mendirikan sekolah kedokteran.
Dalam bidang ilmu pengetahuan masih terus mengalami perkembangan dan kemajuan. Hal ini dapat dilihat dengan munculnya pemikir-pemikir besar seperti al-Farabi (870-950 M), Ibn Sina (980-1037 M), al-Biruni (973-1048 M), alMiskawaihi (930-1030 M) al-Razi, al-Asy’ari, al-Maturidi, alHarraj dan sebagainya.
Terbitnya sebuah ensiklopedia kedokteran yang ditulis oleh Ibn Sina. Terbitnya sebuah buku ilmu kimia yang ditulis oleh Jabir bin Hayyan, lahirnya teori bahwa bumi berputar pada sumbunya, oleh Abu Raihan Muhammad al-Baituni, seorang ahli fisika.
Baca juga: Tenggelamnya Jihad Laut di Masa Daulah Abbasiyah
(mhy)
Lihat Juga :