Jelang Runtuhnya Daulah Abbasiyah: Peran Turki Saljuk yang Gemilang
Minggu, 03 November 2024 - 14:58 WIB
loading...
A
A
A
Keberhasilan Alp Arselan misalnya terlihat pada kemenangannya yang luar biasa bagi tentaranya yang hanya berjumlah 15.000 melawan 100.000 tentara Romawi di bawah pimpinan Kaisar Rudfghjklmanus.
Kebijaksanaannya terlihat begitu memesona, karena di saat Kaisar itu ditawan, ia tidak menyakitinya malahan mengajak musuhnya itu duduk di sampingnya dan dibebaskannya dengan segala penghormatan kembali ke negaranya.
Tidak ada syarat yang diminta dari pembebasan itu, selain pembebasan semua orang Islam yang ditawan di Romawi. Selanjutnya dia mengikat tali persahabatan dengan negara lawannya itu yang dapat bertahan sampai kurang lebih 50 tahun lamanya.
Walaupun kekuasaan Abbasiyah secara umum sudah lemah dan kekacauan pemerintahan telah meliputi seluruh negeri, akan tetapi Sultan Bani Saljuk masih dapat bertahan dan kerajaannya masih dapat dipertahankan lebih kurang satu abad lamanya. Hal itu bisa terjadi berkat kebijaksanaan raja-raja yang memerintah dan kepintaran para perdana menterinya.
Baca juga: Detik-Detik Menjelang Runtuhnya Daulah Umayyah dan Berdirinya Daulah Abbasiyah
Kemajuan yang dicapai pada masa kerajaan Turki Saljuk ini berkat peranan yang dimainkan oleh wazirnya Nizamul Muluk.
Ahmad Syalabi dalam "Tarekh al-Islamiy wa al-Hadharah Al-Islamiyah" (Maktabah al-Nahdhah al-Misriyah, 1974) menyebut sewaktu Alp Arselan meninggal, terjadi perebutan kekuasaan antara putra mahkota yang menyebabkan terjadi beberapa pertempuran yang sangat membahayakan kestabilan negara. Maka Nizamul Muluk tampil berperan menyelesaikan persoalan itu dengan menetapkan Malik Syah, seorang putra mahkota yang masih muda menggantikan ayahnya. Walaupun untuk selanjutnya Nizamul Muluk-lah yang sangat berkuasa dalam pemerintahan.
Nizamul Muluk adalah seorang ahli politik, pemimpin militer yang bijaksana dan seorang filosof yang alim serta luas ilmu pengetahuannya, dan dia terkenal sebagai salah seorang penulis Persia yang ternama.
Pemerintahan Turki Saljuk mengalami kemajuan di bidang ilmu pengetahuan tidak terlepas dari peranan yang dimainkan orang Persia yang dimotori oleh wazirnya Nizamul Muluk.
Itulah sebabnya perkembangan ilmu pada masa Turki Saljuk di akhir pemerintahan Daulah Abbasiyah mengalami perkembangan menyamai pada masa awal berdirinya di saat orang Persia memainkan peranan di dalamnya.
Dapat dikatakan kerja sama yang erat antara Sultan dan Wazir itulah yang menjadi kunci keberhasilan Turki Saljuk mencapai kemajuan-kemajuannya.
Baca juga: Khalifah yang Membawa Daulah Abbasiyah Berjaya
Kebijaksanaannya terlihat begitu memesona, karena di saat Kaisar itu ditawan, ia tidak menyakitinya malahan mengajak musuhnya itu duduk di sampingnya dan dibebaskannya dengan segala penghormatan kembali ke negaranya.
Tidak ada syarat yang diminta dari pembebasan itu, selain pembebasan semua orang Islam yang ditawan di Romawi. Selanjutnya dia mengikat tali persahabatan dengan negara lawannya itu yang dapat bertahan sampai kurang lebih 50 tahun lamanya.
Walaupun kekuasaan Abbasiyah secara umum sudah lemah dan kekacauan pemerintahan telah meliputi seluruh negeri, akan tetapi Sultan Bani Saljuk masih dapat bertahan dan kerajaannya masih dapat dipertahankan lebih kurang satu abad lamanya. Hal itu bisa terjadi berkat kebijaksanaan raja-raja yang memerintah dan kepintaran para perdana menterinya.
Baca juga: Detik-Detik Menjelang Runtuhnya Daulah Umayyah dan Berdirinya Daulah Abbasiyah
Kemajuan yang dicapai pada masa kerajaan Turki Saljuk ini berkat peranan yang dimainkan oleh wazirnya Nizamul Muluk.
Ahmad Syalabi dalam "Tarekh al-Islamiy wa al-Hadharah Al-Islamiyah" (Maktabah al-Nahdhah al-Misriyah, 1974) menyebut sewaktu Alp Arselan meninggal, terjadi perebutan kekuasaan antara putra mahkota yang menyebabkan terjadi beberapa pertempuran yang sangat membahayakan kestabilan negara. Maka Nizamul Muluk tampil berperan menyelesaikan persoalan itu dengan menetapkan Malik Syah, seorang putra mahkota yang masih muda menggantikan ayahnya. Walaupun untuk selanjutnya Nizamul Muluk-lah yang sangat berkuasa dalam pemerintahan.
Nizamul Muluk adalah seorang ahli politik, pemimpin militer yang bijaksana dan seorang filosof yang alim serta luas ilmu pengetahuannya, dan dia terkenal sebagai salah seorang penulis Persia yang ternama.
Pemerintahan Turki Saljuk mengalami kemajuan di bidang ilmu pengetahuan tidak terlepas dari peranan yang dimainkan orang Persia yang dimotori oleh wazirnya Nizamul Muluk.
Itulah sebabnya perkembangan ilmu pada masa Turki Saljuk di akhir pemerintahan Daulah Abbasiyah mengalami perkembangan menyamai pada masa awal berdirinya di saat orang Persia memainkan peranan di dalamnya.
Dapat dikatakan kerja sama yang erat antara Sultan dan Wazir itulah yang menjadi kunci keberhasilan Turki Saljuk mencapai kemajuan-kemajuannya.
Baca juga: Khalifah yang Membawa Daulah Abbasiyah Berjaya
Lihat Juga :