Bercanda Bersama Rasulullah tentang Kisah Penghuni Surga Terakhir
Rabu, 06 November 2024 - 19:15 WIB
loading...
A
A
A
Orang itu berkata, “Tidak, wahai Rabbku.”
Orang itu berjanji kepada-Nya bahwa dirinya tidak akan meminta selainnya. Rabbnya Ta'ala menerima alasannya karena melihat apa-apa yang karena dia tidak mampu menahan kesabarannya untuk mendekat kepada-Nya.
Baca juga: Penyebab Terhalangnya Wanita Masuk Surga
Allah mewujudkan permintaannya dan mendekatkannya kepada pohon yang dia maksudkan. Dia berteduh di bawah naungannya dan minum dari air sumbernya.
Kemudian setelah itu, dia mulai melihat dari kejauhan sebatang pohon lain. Mengalahkan pohon pertama yang dia tempati dalam hal keindahan, keteduhan naungan serta sumber airnya yang banyak.
Dia memohon kepada Rabbnya sudi kiranya mendekatkan dirinya kepada sebatang pohon itu. Maka, Rabb mencelanya karena dia tidak menepati semua janji-janjinya dan bahkan selalu merusaknya.
Allah taala berfirman kepadanya, “Kiranya jika Aku mendekatkan engkau kepadanya engkau akan meminta kepada-Ku sesuatu yang lain.”
Dia berjanji kepada Rabbnya sebagaimana yang dia lakukan pada pertama kali. Maka, Allah mendekatkannya kepada pohon itu dan dia pun berteduh di bawah naungannya, makan buahnya, dan minum airnya.
Kemudian muncul pohon ketiga di hadapannya yang berada tepat di pintu surga dan mengalahkan dua pohon sebelumnya dalam hal keindahan, banyaknya buah, dan sumber airnya.
Turut menambah keindahan keberadaannya tepat di pintu surga. Sebagaimana dia melakukan apa-apa yang telah disebutkan kali ini dia juga melakukan sesuatu. Dia memohon kepada Rabbnya agar didekatkan kepada-Nya. Rabbnya mengingatkannya pada janji-janji yang telah dia sampaikan.
Baca juga: 3 Macam Akhlak Penghuni Surga
Dia juga mencela dirinya karena ingkar kepada semua janji itu karena dia telah berjanji kepada Rabbnya untuk tidak meminta apa-apa selainnya.
Rabbnya mendekatkan dirinya kepada pohon itu. Ketika dia di tempat itu dan telah sampai di pintu surga, dia mencium aromanya, mendengar suara-suara para ahli surga. Mereka berbangga-bangga dengan busana kebahagiaan. Mereka menikmati kenyamanan kehidupan, sehingga pria itu memohon kepada Rabb Yang Maha Perkasa sudi kiranya memasukkan dirinya ke dalamnya.
Ketika itu Rabb Yang Maha Perkasa berfirman kepada dirinya, “Apa yang bisa mematahkan permintaanmu kepada-Ku? Apakah menjadikan dirimu rida jika Aku memberimu dunia dan seperti itu pula bersamanya?"
Pria itu berkata, “Wahai Rabbku, apakah Engkau menghinaku sedangkan Engkau adalah Rabb alam semesta?"
Maka Ibnu Mas'ud tertawa seraya berkata, “Apakah kalian semua tidak suka bertanya kepadaku tentang apa yang menjadikan aku tertawa?”
Maka, mereka menjawab, “Karena sebab apa engkau tertawa?”
Orang itu berjanji kepada-Nya bahwa dirinya tidak akan meminta selainnya. Rabbnya Ta'ala menerima alasannya karena melihat apa-apa yang karena dia tidak mampu menahan kesabarannya untuk mendekat kepada-Nya.
Baca juga: Penyebab Terhalangnya Wanita Masuk Surga
Allah mewujudkan permintaannya dan mendekatkannya kepada pohon yang dia maksudkan. Dia berteduh di bawah naungannya dan minum dari air sumbernya.
Kemudian setelah itu, dia mulai melihat dari kejauhan sebatang pohon lain. Mengalahkan pohon pertama yang dia tempati dalam hal keindahan, keteduhan naungan serta sumber airnya yang banyak.
Dia memohon kepada Rabbnya sudi kiranya mendekatkan dirinya kepada sebatang pohon itu. Maka, Rabb mencelanya karena dia tidak menepati semua janji-janjinya dan bahkan selalu merusaknya.
Allah taala berfirman kepadanya, “Kiranya jika Aku mendekatkan engkau kepadanya engkau akan meminta kepada-Ku sesuatu yang lain.”
Dia berjanji kepada Rabbnya sebagaimana yang dia lakukan pada pertama kali. Maka, Allah mendekatkannya kepada pohon itu dan dia pun berteduh di bawah naungannya, makan buahnya, dan minum airnya.
Kemudian muncul pohon ketiga di hadapannya yang berada tepat di pintu surga dan mengalahkan dua pohon sebelumnya dalam hal keindahan, banyaknya buah, dan sumber airnya.
Turut menambah keindahan keberadaannya tepat di pintu surga. Sebagaimana dia melakukan apa-apa yang telah disebutkan kali ini dia juga melakukan sesuatu. Dia memohon kepada Rabbnya agar didekatkan kepada-Nya. Rabbnya mengingatkannya pada janji-janji yang telah dia sampaikan.
Baca juga: 3 Macam Akhlak Penghuni Surga
Dia juga mencela dirinya karena ingkar kepada semua janji itu karena dia telah berjanji kepada Rabbnya untuk tidak meminta apa-apa selainnya.
Rabbnya mendekatkan dirinya kepada pohon itu. Ketika dia di tempat itu dan telah sampai di pintu surga, dia mencium aromanya, mendengar suara-suara para ahli surga. Mereka berbangga-bangga dengan busana kebahagiaan. Mereka menikmati kenyamanan kehidupan, sehingga pria itu memohon kepada Rabb Yang Maha Perkasa sudi kiranya memasukkan dirinya ke dalamnya.
Ketika itu Rabb Yang Maha Perkasa berfirman kepada dirinya, “Apa yang bisa mematahkan permintaanmu kepada-Ku? Apakah menjadikan dirimu rida jika Aku memberimu dunia dan seperti itu pula bersamanya?"
Pria itu berkata, “Wahai Rabbku, apakah Engkau menghinaku sedangkan Engkau adalah Rabb alam semesta?"
Maka Ibnu Mas'ud tertawa seraya berkata, “Apakah kalian semua tidak suka bertanya kepadaku tentang apa yang menjadikan aku tertawa?”
Maka, mereka menjawab, “Karena sebab apa engkau tertawa?”
Lihat Juga :