Penyebab Terhalangnya Wanita Masuk Surga

loading...
Penyebab Terhalangnya Wanita Masuk Surga
Penyebab sedikitnya wanita yang masuk surga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka. Foto ilustrasi/ist
Karena nafsu dunia, banyak manusia tak sadar ternyata menjauh dari pintu-pintu surga. Begitu juga yang dialami kaum wanita. Di antara mereka lebih banyak terjerat dalam kenikmatan dunia , yang justru menyeretnya sebagai penghuni neraka.

Seperti diungkap dalam sebuah hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, Beliau bersabda:

“Aku melihat ke dalam surga maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah fuqara’ (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam Neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penghuninya adalah wanita,” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).

Juga hadis Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya penduduk surga yang paling sedikit adalah wanita.” (HR Muslim dan Ahmad).



Mengapa hanya sedikit wanita yang masuk surga? Imam Al Qurtubi dalam kitabnya 'Jahannam Ahwaluha wa Ahluha dan Adz Tadzkirah' menjelaskan bahwa sedikitnya wanita yang masuk surga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan-kecondongan mereka pada kesenangan dunia , dan berpaling dari akhirat karena kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka tertipu dengan kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal. (Baca juga : Inilah Tipe-tipe Wanita yang Tercantum dalam Al-Qur'an )

Kemudian, mereka juga sebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum pria dari akhirat dikarenakan adanya hawa nafsu dalam diri mereka, kebanyakan dari mereka memalingkan dirinya dan orang lain dari akhirat, cepat tertipu jika diajak kepada penyelewengan terhadap agama dan sulit menerima jika diajak kepada akhirat.

Untuk itu, seorang muslimah perlu menghindari hal-hal yang dapat menjerumuskannya ke dalam api neraka tersebut. Apa saja yang menjadi penyebab terhalangnya wanita masuk surga? Berikut di antaranya:

1. Tidak Taat pada Suami

Dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina), dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

2. Kufur nikmat pada pemberian suami

Rasulullah SAW bersabda, “Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak meras acukup dengannya.” (HR Nasa’i)

Hadis di atas adalah peringatan keras bagi wanita mukmin yang menginginkan ridha Allah Ta'ala. Tidak sepantasnya wanita yang mengharapkan kebaikan akhirat, justru mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya dan mengkufuri nikmat Allah.

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu'anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Aku diperlihatkan neraka. Aku tidak pernah melihat pemandangan seperti hari ini yang sangat mengerikan. Dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita. Mereka bertanya, ‘Kenapa bisa seperti itu wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Dikarenakan kekufurannya.’ Lalu ada yang berkata, ‘Apakah karena mereka kufur kepada Allah?’ Beliau menjawab, ‘Mereka kufur terhadap pasangannya, maksudnya adalah mengingkari kebaikannya. Jika engkau berbuat baik kepada istrimu sepanjang tahun, kemudian ia melihat sedikit engkau tidak berbuat baik padanya sekali saja, pasti ia akan mengatakan, ‘Aku tidak melihat kebaikan sedikitpun padamu.” (HR. Bukhari)

3. Tabbaruj

Wanita yang tabbaruj adalah yang menampakkan atau memamerkan perhiasannya, baik itu pakaian maupun kecantikan dirinya atau apapun yang seharusnya ia tutupi dan tak boleh ia perlihatkan. Allah Ta;ala berfirman:
halaman ke-1
cover top ayah
وَ ذَا النُّوۡنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنۡ لَّنۡ نَّـقۡدِرَ عَلَيۡهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنۡ لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنۡتَ سُبۡحٰنَكَ ‌ۖ اِنِّىۡ كُنۡتُ مِنَ الظّٰلِمِيۡنَ‌
Dan ingatlah kisah Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, "Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zhalim."

(QS. Al-Anbiya:87)
cover bottom ayah
preload video