Tingkatan Jihad Menurut Ibnu Qayyim
Rabu, 06 November 2024 - 19:09 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Begini Syaikh Abdul Qadir Memaknai Kembali dari Jihad Kecil, Menuju Jihad Besar
Ketiga, berjuang terhadap diri sendiri untuk mengajak orang lain kepada petunjuk tersebut, mengajari orang yang belum mengetahuinya. Jika tidak, maka dia akan termasuk orang yang menyembunyikan petunjuk dan penjelasan yang diturunkan oleh All ah SWT. Ilmunya tidak bermanfaat, dan tidak akan menyelamatkannya dari azab Allah SWT.
Keempat, berjuang dengan penuh kesabaran dalam menghadapi berbagai kesulitan dalam mengajak orang lain kepada petunjuk Allah SWT. Dia bertahan terhadap berbagai kesulitan itu karena Allah SWT.
Apabila empat tingkatan jihad ini telah dapat dilalui dengan sempurna, maka dia akan menjadi manusia rabbani. Para ulama salaf sepakat bahwasanya orang yang memiliki ilmu pengetahuan tidak berhak untuk disebut sebagai manusia rabbani sampai dia mengetahui kebenaran, mengamalkannya, dan mengajarkannya kepada orang lain.
Oleh sebab itu, orang yang mempunyai ilmu pengetahuan, mengamalkannya, dan mengajarkannya kepada orang lain dapat disebut sebagai orang yang mulia di kerajaan langit.
Adapun berjuang melawan setan itu ada dua tingkatan.
Pertama, berjihad untuk menolak berbagai bentuk syubhat dan keraguan yang mengotori iman agar tidak sampai kepada hamba Allah SWT.
Kedua, berjihad untuk menolak berbagai kehendak yang merusak dan nafsu syahwat agar tidak sampai kepada mereka. Jihad yang pertama harus dilakukan dengan keyakinan, dan jihad yang kedua harus dilawan dengan kesabaran. Allah SWT berfirman:
Baca juga: Adakah Jihad Perempuan di Era Kekinian?
"Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami." ( QS as-Sajdah : 24)
Ketiga, berjuang terhadap diri sendiri untuk mengajak orang lain kepada petunjuk tersebut, mengajari orang yang belum mengetahuinya. Jika tidak, maka dia akan termasuk orang yang menyembunyikan petunjuk dan penjelasan yang diturunkan oleh All ah SWT. Ilmunya tidak bermanfaat, dan tidak akan menyelamatkannya dari azab Allah SWT.
Keempat, berjuang dengan penuh kesabaran dalam menghadapi berbagai kesulitan dalam mengajak orang lain kepada petunjuk Allah SWT. Dia bertahan terhadap berbagai kesulitan itu karena Allah SWT.
Apabila empat tingkatan jihad ini telah dapat dilalui dengan sempurna, maka dia akan menjadi manusia rabbani. Para ulama salaf sepakat bahwasanya orang yang memiliki ilmu pengetahuan tidak berhak untuk disebut sebagai manusia rabbani sampai dia mengetahui kebenaran, mengamalkannya, dan mengajarkannya kepada orang lain.
Oleh sebab itu, orang yang mempunyai ilmu pengetahuan, mengamalkannya, dan mengajarkannya kepada orang lain dapat disebut sebagai orang yang mulia di kerajaan langit.
Adapun berjuang melawan setan itu ada dua tingkatan.
Pertama, berjihad untuk menolak berbagai bentuk syubhat dan keraguan yang mengotori iman agar tidak sampai kepada hamba Allah SWT.
Kedua, berjihad untuk menolak berbagai kehendak yang merusak dan nafsu syahwat agar tidak sampai kepada mereka. Jihad yang pertama harus dilakukan dengan keyakinan, dan jihad yang kedua harus dilawan dengan kesabaran. Allah SWT berfirman:
Baca juga: Adakah Jihad Perempuan di Era Kekinian?
"Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami." ( QS as-Sajdah : 24)
Lihat Juga :