Khotbah Jumat: Jadilah Pahlawan, Mulai dari Diri Sendiri

Jum'at, 08 November 2024 - 05:15 WIB
loading...
Khotbah Jumat: Jadilah...
Meneladani sikap para pahlawan dalam berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia, bisa dilakukan dimulai dari diri sendiri dulu. Foto ilustrasi/ist
A A A
Khotbah Jumat hari ini mengangkat peristiwa paling bersejarah di Kota Surabaya pada 10 November yaitu peringatan Hari Pahlawan.

Maka dari itu penting untuk kita meneladani sikap para pahlawan dalam berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia . Jasa mereka sangat banyak bagi bangsa ini, tidak akan pernah selesai diceritakan oleh lisan maupun dalam tulisan. Berikut teks khotbah Jumatnya

Khotbah I

الْحَمْدُ ِللهِ، اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءَكَ عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْٓا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ


Latin:
Alhamdulillah, alhamdulillah alladzi hamdan yuwafi ni’amahu wa yukafi’u maziidahu, ya rabbana laka alhamdu kama yanbaghi li-jalaali wajhika wa li-‘aziimi sultaanika, subhanaka Allahumma laa uhsii thanaa’aka ‘alayka anta kama athnayta ‘ala nafsika. Wa ashhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa shareeka lahu, wa ashhadu anna sayyidana Muhammadan ‘abduhoo wa rasooluhu wa safiyyuhu wa khaliiluhu, khayru nabiyyin arsalahoo Allahu ila al-‘aalamiina kullaheee basheeran wa nazeera.

Allahumma salli wa sallim wa barik ‘ala sayyidinaa Muhammadin wa ‘ala aali sayyidinaa Muhammadin salaatan wa salaaman mutalaazimiin ilaa yawmid-deen. Amma ba’d, faya ayyuhal haadhiroon ittaquoo Allah haqqatu tuqaatihi wa laa tamuutunna illa wa antum muslimoon.

Qaalallahu ta'alaa fi al-Qur'ani al-‘aziim, 'A’oozu billahi minash shaytaanir rajiim, bismillahir rahmaanir rahiim: Yaa ayyuhal laziina aamanoo laa takhoonoo Allah wa ar-rasool wa takhoonoo amaanaatikum wa antum ta’lamoon.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberi kita nikmat kehidupan, kesehatan, serta kesempatan untuk bertemu kembali dalam keadaan yang baik di hari yang penuh berkah ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta umat Islam yang mengikuti ajaran beliau hingga akhir zaman.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Hari ini kita berkumpul dalam rangka melaksanakan ibadah salat Jumat yang mulia. Pada kesempatan yang baik ini, tepat pada tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Hari Pahlawan adalah saat yang tepat untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan tanah air. Namun, kita perlu menyadari bahwa makna menjadi pahlawan tidak hanya terbatas pada pertempuran di medan perang atau pengorbanan besar yang tampak di luar sana. Sebagai generasi penerus bangsa, kita pun memiliki peran penting dalam meneruskan perjuangan mereka.

Saudaraku yang dimuliakan Allah,
Pahlawan bukan hanya mereka yang dikenang karena keberanian di medan perang, tetapi juga mereka yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan bangsa. Pahlawan adalah orang-orang yang berjuang tanpa pamrih, yang berani menghadapi tantangan dan kesulitan demi tujuan yang lebih besar. Mereka adalah contoh bagi kita untuk selalu berjuang, meskipun kadang perjuangan itu tidak selalu tampak luar biasa di mata orang lain.

Hari ini, di tengah kemajuan zaman dan perubahan dunia yang semakin pesat, kita sebagai generasi muda harus bertanya pada diri kita sendiri: Apa yang telah kita lakukan untuk bangsa ini? Bagaimana kita bisa menjadi pahlawan di masa kini? Pertanyaan ini penting, karena sesungguhnya pahlawan bukan hanya tentang siapa yang paling terkenal atau siapa yang paling berani, tetapi tentang siapa yang berani untuk melakukan kebaikan, memperjuangkan kebenaran, dan memberi manfaat kepada sesama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Khotbah Jumat : Ada...
Khotbah Jumat : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Zulhijjah : Keutamaan 10 Hari Awal Bulan Haji
Khotbah Jumat : Keutamaan...
Khotbah Jumat : Keutamaan Bulan Zulhijjah dan Amalan yang Dianjurkan
Khotbah Jumat: Amalan-amalan...
Khotbah Jumat: Amalan-amalan yang Pahalanya Setara Ibadah Haji
Rekomendasi
Arkeolog Temukan Sisa...
Arkeolog Temukan Sisa Masakan Bikinan Manusia Purba
Ikan Kiamat Raksasa...
Ikan Kiamat Raksasa Naik ke Permukaan Laut Taiwan, Ini Faktanya
Struktur Misterius Ditemukan...
Struktur Misterius Ditemukan di dalam Perut Bumi
Artikel Terkini
Dakwah di Media Sosial...
Dakwah di Media Sosial : Cara Menebar Kebaikan dan Meraih Pahala Jariyah
Keutamaan Menutup Aib...
Keutamaan Menutup Aib Orang Lain dalam Islam, Allah Janjikan 3 Balasan Luar Biasa
Kisah Nabi Musa dan...
Kisah Nabi Musa dan Pendosa 40 Tahun, Bukti Allah Menutupi Aib Hamba yang Bertobat
Doa Agar Allah Menutupi...
Doa Agar Allah Menutupi Aib Kita, Lengkap Arab, Latin, Artinya, dan Hadis Nabi
4 Cara Mengetahui Aib...
4 Cara Mengetahui Aib Diri Sendiri Menurut Islam, Jangan Sibuk Mencari Aib Orang
Tanda Allah Menutup...
Tanda Allah Menutup Aib Seseorang, Ini Pesan Mendalam Habib Umar bin Hafizh
Infografis
Mencintai Sesama Muslim...
Mencintai Sesama Muslim Seperti Halnya Mencintai Diri Sendiri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved