Sejarah Daulah Fatimiyah: Mengapa Namanya Sama dengan Putri Rasulullah SAW?
Sabtu, 09 November 2024 - 05:53 WIB
loading...
A
A
A
Akan tetapi kedatangan Ubaidillah diketahui oleh orang-orang Abbasiyah sehigga dia ditangkap pada tahun 296 H.
Abdullah As-Syi’i berusaha mengumpulkan kekuatan dengan sejumlah besar tentara untuk membebaskan Ubaidillah Al-Mahdi dari penjara.
Baca juga: Perang Salib di Era Dinasti Fatimiyah: Makna Yerusalem bagi Umat Kristen
Mendengar pasukan besar tersebut gubernur Daulah Abbasiyah untuk Afrika melarikan diri. Kesempatan itu dapat dipergunakan Ubaidillah Al-Mahdi keluar dari penjara dan dilantik pendukungnya untuk menjadi pemimpin mereka mendirikan Daulah Fatimiyah pada tahun 297 H/909 M.
Dengan demikian, secara resmi berdirilah Daulah Fatimiyah di Maroko memakai gelar Khalifah terbebas dari pemerintahan Daulah Abbasiyah di Baghdad.
Pada mulanya pusat ibu kota Daulah Fatimiyah adalah di Maroko agar mereka terbebas dari pengejaran Daulah Abbasiyah yang menjadi musuh mereka karena letak Maroko jauh dari jangkauan Baghdad sehingga Khalifah Daulah Abbasiyah Baghdadpun tidak bisa berbuat apa-apa.
Akan tetapi setelah kuat mereka kemudian pindah ke Mesir untuk mempermudah pengaruh ke timur dan barat karena letak Mesir berada di antara keduanya. Lebih dari itu mereka ingin membebaskan kawasan ini dari kekuasaan Daulah Abbasiyah.
Daulah ini diberi nama “Fatimiyah” karena dibangsakan kepada Fatimah putri Rasulullah SAW, sebab mereka mengaku masih keturunan Nabi Muhammad SAW melalui Ali dan Fatimah dari keturunan Isma’il anak Ja’far al-Shadiq. Mereka adalah sekte Syi’ah Isma’iliyah.
Daulah yang didirikan oleh Ubaidillah Al-Mahdi ini berkuasa selama lebih kurang 262 tahun (909-1171 M) diperintah oleh 12 orang Khalifah.
Baca juga: Penemuan Koin Emas dan Perak Beraksara Arab, Harta Karun Zaman Fatimiyah dan Mamluk
Abdullah As-Syi’i berusaha mengumpulkan kekuatan dengan sejumlah besar tentara untuk membebaskan Ubaidillah Al-Mahdi dari penjara.
Baca juga: Perang Salib di Era Dinasti Fatimiyah: Makna Yerusalem bagi Umat Kristen
Mendengar pasukan besar tersebut gubernur Daulah Abbasiyah untuk Afrika melarikan diri. Kesempatan itu dapat dipergunakan Ubaidillah Al-Mahdi keluar dari penjara dan dilantik pendukungnya untuk menjadi pemimpin mereka mendirikan Daulah Fatimiyah pada tahun 297 H/909 M.
Dengan demikian, secara resmi berdirilah Daulah Fatimiyah di Maroko memakai gelar Khalifah terbebas dari pemerintahan Daulah Abbasiyah di Baghdad.
Pada mulanya pusat ibu kota Daulah Fatimiyah adalah di Maroko agar mereka terbebas dari pengejaran Daulah Abbasiyah yang menjadi musuh mereka karena letak Maroko jauh dari jangkauan Baghdad sehingga Khalifah Daulah Abbasiyah Baghdadpun tidak bisa berbuat apa-apa.
Akan tetapi setelah kuat mereka kemudian pindah ke Mesir untuk mempermudah pengaruh ke timur dan barat karena letak Mesir berada di antara keduanya. Lebih dari itu mereka ingin membebaskan kawasan ini dari kekuasaan Daulah Abbasiyah.
Daulah ini diberi nama “Fatimiyah” karena dibangsakan kepada Fatimah putri Rasulullah SAW, sebab mereka mengaku masih keturunan Nabi Muhammad SAW melalui Ali dan Fatimah dari keturunan Isma’il anak Ja’far al-Shadiq. Mereka adalah sekte Syi’ah Isma’iliyah.
Daulah yang didirikan oleh Ubaidillah Al-Mahdi ini berkuasa selama lebih kurang 262 tahun (909-1171 M) diperintah oleh 12 orang Khalifah.
Baca juga: Penemuan Koin Emas dan Perak Beraksara Arab, Harta Karun Zaman Fatimiyah dan Mamluk
(mhy)
Lihat Juga :