Kisah Penemuan Permata, Ulama Ahli Hadis Ini Dapat Harta dan Jodoh
Minggu, 30 Agustus 2020 - 20:27 WIB
loading...
A
A
A
Menikahdengan Perempuan Yatim
Suatu hari, penduduk negeri datang menemuiku, mereka berkata: "Sesungguhnya kami memiliki anak perempuan yang yatim, kami ingin menikahkan dia denganmu." Mereka terus mendesakku, dan akhirnya aku pun setuju.
Tatkala mereka membawaku masuk untuk menemui anak perempuan tersebut, aku melihat sebuah kalung mutiara yang indah melingkar di lehernya. Aku tidak dapat mengedipkan mataku memandangi kalung tersebut, aku benar-benar dalam keadaan bingung dan heran. Kalung itu adalah kalung yang aku temukan di Mekkah. Tatkala aku masih terus memandang kalung tersebut, tiba-tiba saja anak perempuan tersebut lari keluar sambil menangis terisak-isak.
Ia berkata kepada penduduk negeri, "Sesungguhnya dia (Al-Qadhi) tidak ingin melihat wajahku, dia hanya mengangkat pandangannya ke kalung yang tergelantung didadaku."
Esok harinya, ketika aku selesai mengimami mereka salat Shubuh, mereka menyampaikan kepadaku tentang keluhan anak perempuan itu. Aku pun menceritakan kepada mereka, bahwa dulu aku menemukan kalung itu tergeletak di tanah di Masjidil Haram terbungkus oleh kain sutra berwarna merah, kemudian aku kembalikan kepada pemiliknya.
Tiba-tiba saja mereka semua bertakbir, "Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!". Masjid bergema, sampai-sampai masjid terasa bergetar disebabkan oleh takbir-takbir mereka.
(Baca Juga: Jurus Pemerintah Tekan Penyebaran Corona )
Kemudian mereka menceritakan kepadaku, bahwa pemilik kalung itu adalah ayah dari anak perempuan yang yatim tersebut, dia tidak memiliki anak selain dia. Dahulu ayahnya menjadi imam shalat di masjid ini. Dia sudah meninggal dunia pada tahun yang lalu. Sejak dia pulang dari ibadah haji, dia tidak pernah berhenti berdoa dengan doa ini, dan kami pun meng-amin-kan di belakangnya: "Wahai Rabb-ku, aku tidak pernah mendapatkan seorang pun semisal orang yang menemukan kalungku, Wahai Rabb-ku, pertemukanlah aku dengannya, sehingga aku bisa menikahkan dia dengan anak perempuanku satu-satunya!"
Sungguh Allah telah mengabulkan doanya, Allah Ta'ala telah mendatangkanmu ke sini dan menikahkanmu dengan anak perempuannya, meskipun setelah ayahnya meninggal. Inilah balasan dari kejujuran dan penunaian amanah. Semoga kita bisa mengambil iktibar dan hikmah dari kisah ini. (Baca Juga: Inilah Ulama-ulama Kharismatik yang Menginspirasi di Indonesia )
Suatu hari, penduduk negeri datang menemuiku, mereka berkata: "Sesungguhnya kami memiliki anak perempuan yang yatim, kami ingin menikahkan dia denganmu." Mereka terus mendesakku, dan akhirnya aku pun setuju.
Tatkala mereka membawaku masuk untuk menemui anak perempuan tersebut, aku melihat sebuah kalung mutiara yang indah melingkar di lehernya. Aku tidak dapat mengedipkan mataku memandangi kalung tersebut, aku benar-benar dalam keadaan bingung dan heran. Kalung itu adalah kalung yang aku temukan di Mekkah. Tatkala aku masih terus memandang kalung tersebut, tiba-tiba saja anak perempuan tersebut lari keluar sambil menangis terisak-isak.
Ia berkata kepada penduduk negeri, "Sesungguhnya dia (Al-Qadhi) tidak ingin melihat wajahku, dia hanya mengangkat pandangannya ke kalung yang tergelantung didadaku."
Esok harinya, ketika aku selesai mengimami mereka salat Shubuh, mereka menyampaikan kepadaku tentang keluhan anak perempuan itu. Aku pun menceritakan kepada mereka, bahwa dulu aku menemukan kalung itu tergeletak di tanah di Masjidil Haram terbungkus oleh kain sutra berwarna merah, kemudian aku kembalikan kepada pemiliknya.
Tiba-tiba saja mereka semua bertakbir, "Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!". Masjid bergema, sampai-sampai masjid terasa bergetar disebabkan oleh takbir-takbir mereka.
(Baca Juga: Jurus Pemerintah Tekan Penyebaran Corona )
Kemudian mereka menceritakan kepadaku, bahwa pemilik kalung itu adalah ayah dari anak perempuan yang yatim tersebut, dia tidak memiliki anak selain dia. Dahulu ayahnya menjadi imam shalat di masjid ini. Dia sudah meninggal dunia pada tahun yang lalu. Sejak dia pulang dari ibadah haji, dia tidak pernah berhenti berdoa dengan doa ini, dan kami pun meng-amin-kan di belakangnya: "Wahai Rabb-ku, aku tidak pernah mendapatkan seorang pun semisal orang yang menemukan kalungku, Wahai Rabb-ku, pertemukanlah aku dengannya, sehingga aku bisa menikahkan dia dengan anak perempuanku satu-satunya!"
Sungguh Allah telah mengabulkan doanya, Allah Ta'ala telah mendatangkanmu ke sini dan menikahkanmu dengan anak perempuannya, meskipun setelah ayahnya meninggal. Inilah balasan dari kejujuran dan penunaian amanah. Semoga kita bisa mengambil iktibar dan hikmah dari kisah ini. (Baca Juga: Inilah Ulama-ulama Kharismatik yang Menginspirasi di Indonesia )
(rhs)
Lihat Juga :