Wakaf Sebagai Nafas Manajemen

Selasa, 19 November 2024 - 14:03 WIB
loading...
Wakaf Sebagai Nafas...
Sebagi individu, kita bisa mewakafkan kecakapan, keterampilan, kemampuan, bahkan ide, hasil temuan, sehingga mendapatkan keberkahan, manfaat yang luas, baik personal maupun sosial. Foto ilustrasi/dok darunnajah
A A A
Muhammad Irfanudin Kurniawan,
Dosen Universitas Darunnajah

"Alhamdulillah, rapat dewan nadzir Darunnajah ke 48 bisa berjalan dengan lancar dan khidmat.. mohon doanya poro yai semoga dikuatkan utk mengelola amanah ummat ini". Penggalan pesan WA dari kiai muda Darunnajah (KH. Hadiyanto Arief) itu tersebar di beberapa grup WA yang kami ikuti, seperti forum pesantren alumni Gontor dan Darunnajah.

Apakah amanah umat itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah wakaf . Dewan Nazir nama yang dipakai di Darunnajah sebagai institusi tertinggi pengganti pendiri. Di Gontor dikenal dengan istilah Badan Wakaf . Di beberapa pesantren di kenal dengan Majlis Masyayikh.

Nama boleh berbeda tetapi inti tetap sama "Jangan sampai sebuah lembaga (Pesantren) bubar ketika ditinggal pendirinya (kiai). Inilah cita-cita dan harapan dan begitulah Islam menggariskan. Segala kebaikan harus seperti pohon yang akarnya kuat menancap sedang batang, ranting dan buahnya menjulang ke angkasa, memberikan keberkahan dan manfaat yang tak berbilang.

Setelah merenung beberapa saat. Bagi kami, wakaf merupakan filosofis sistem dan Manajemen. Wakaf adalah nafas yang menggerakan roda-roda dalam lembaga. Ini bukan sebuah cocokologi. Selama ini pelatihan-pelatihan kebijakan, pengelolaan perguruan tinggi yang kami ikuti, banyak membahas tentang Sistem penjaminan mutu, baik internal (SPMI) maupun eksternal berupa akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (Ban-PT).

Sistem penjaminan mutu ini menjadi penting, karena pertanyaan yang paling mendasar dari para Asesor tidak lain dan tidak bukan adalah apa visi lembaga ini, bagaimana implementasinya, apa saja medianya, sistemnya dan juga manajemen strateginya? Ini merupakan bentuk pengawalan visi, misi, tujuan dan strategi lembaga.

Tidak sedikit lembaga (Pesantren) yang visi dan tujuannya berubah, ketika pucuk pimpinannya berubah, menjadikan misi dan strateginya labil, hilang bentuk, atau bahasa lain “hilang identitas”, banyak juga yang sampai mencari pengakuan kesana kesini. Padahal setiap lembaga memiliki ciri khas yang berasal dari visi pendirinya. Apabila visi itu dijaga maka keberkahan akan memayungi dan menjadi panduan langkah-langkah ke depan.

Kembali kepada wakaf sebagai asas dari sebuah sistem dan manajemen lembaga. Pada hakikatnya, wakaf mempunyai filosofi dan hikmah yang sangat rasional, bermanfaat bagi kehidupan umat. Manfaat ini sudah terbukti dalam sejarah umat Islam, sejak awal sampai kini. Namun hal tersebut memang sangat tergantung kepada kemampuan umat sendiri untuk mengaktualisasikan filosofi dan hikmah wakaf dalam kehidupan umat.

Sebagaimana dengan Al-Qur’an yang penuh dengan petunjuk. Al-Qur’an tidak bisa menyampaikan secara langsung petunjuk yang terkandung pada dirinya, manusialah yang harus menggali. Sebagaimana yang diucapkan Ali bin Abi Thalib dalam Nahjul Balaghah:

وهذا القرآن إنما هو خط مستور بين الدفتين لاينطق بلسان، ولا بد له من ترجمان وإنما ينطق عنه الرجال


"Dan Al-Qur'an ini hanyalah garis-garis tulisan yang tersimpan di antara dua kulit (mushaf), ia tidak berbicara dengan lisan, tetapi ia membutuhkan penerjemah. Yang berbicara atas namanya adalah manusia."

Pernyataan ini mengingatkan kita bahwa Al-Qur'an, sebagai wahyu, meskipun penuh dengan kebijaksanaan, tidak dapat berbicara dan beraksi sendiri tanpa adanya manusia yang memahami, mengamalkan, dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana wakaf, yang secara literal dapat berupa aset atau tanah, tidak memiliki kehidupan, nilai, atau manfaat jika tidak ada manusia yang mengelolanya dan menyebarkan manfaatnya kepada umat.

Wakaf sebagai filosofi dalam sistem dan manajemen pesantren mencerminkan upaya nyata untuk menghidupkan nilai-nilai yang tertuang, memperkuat visi serta misi pendiri agar lestari dan terus memberi manfaat. Seperti Al-Qur'an yang membutuhkan penerjemah, wakaf membutuhkan manajemen yang penuh kesadaran dan ketulusan, agar menjadi 'bahasa' nyata dari keberkahan yang diamanahkan.

Kadang tidak sedikit yang berpikiran bahwa wakaf harus berupa tanah yang luas. Padahal kalau dikembalikan ke dalam makna filosofis wakaf merupakan ibadah sosial. Oleh sebab itu dikenal juga wakaf profesi yaitu mewakafkan pekerjaan baik fisik maupun non fisik yang menghasilkan jasa atau layanan sesuai dengan syariah Islam. Wakaf ini memiliki nilai filosofis yang sangat dalam.

Filosofi ini mengingatkan, bahwa kita bisa mewakafkan kecakapan, keterampilan, kemampuan, bahkan ide, hasil temuan, sehingga mendapatkan keberkahan, manfaat yang luas, baik personal maupun sosial. Spirit wakaf ini perlu untuk dijaga dan disosialisasikan, membangun awareness bahwa lembaga ini adalah milik Allah, bagian-bagian dan program-program juga tujuannya hanya untuk Allah. Sehingga dalam setiap langkah pekerjaan ada nilai ibadah yang mendasari, Salam.

Baca juga: Implementasi Peta Jalan Wakaf Nasional, Kemenag: Kolaborasi dan Komitmen Jadi Kunci Utama
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Cinta Quran Foundation...
Cinta Quran Foundation Bangun RS Berbasis Wakaf Produktif
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Kemenag Salurkan Rp500...
Kemenag Salurkan Rp500 Juta untuk Program Zakat dan Wakaf di Pulau Tidung
10 Titik Baru Kota Wakaf...
10 Titik Baru Kota Wakaf 2025 yang Ditetapkan Kementerian Agama
Menag dan Gubernur Sumbar...
Menag dan Gubernur Sumbar Bahas Optimalisasi Potensi Zakat dan Wakaf untuk Umat
Kementerian Agama Rilis...
Kementerian Agama Rilis Gerakan Wakaf Pendidikan Islam
Rekomendasi
Kisah Gajah Mada dan...
Kisah Gajah Mada dan Kelahiran Hayam Wuruk, Ditandai Gempa dan Gunung Kelud Meletus
Bergoyang selama 8,5...
Bergoyang selama 8,5 Tahun, Ilmuwan Klaim Inti Bumi Tidak Sejajar
Bukti Ilmiah Ini Diyakini...
Bukti Ilmiah Ini Diyakini Arkeolog Gunung Padang sebagai Piramida Tertua di Dunia
Artikel Terkini
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
5 Adab Bertetangga dalam...
5 Adab Bertetangga dalam Islam, Lengkap dengan Dalilnya
Orang yang Mengganggu...
Orang yang Mengganggu Tetangganya Bukan Mukmin, Ini Dalil Hadis dan Penjelasan Ulama
Butuh 7 Hari, CQF Bangun...
Butuh 7 Hari, CQF Bangun Masjid Pertama Asmaul Husna di Aceh Tamiang
Kasus Teror Tetangga...
Kasus Teror Tetangga Viral, Begini Hak Tetangga Menurut Al-Qur'an dan Hadis
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved