Milad ke-112 Muhammadiyah: Krismuha Kian Menjadi Sorotan
Selasa, 19 November 2024 - 16:12 WIB
loading...
Di lembaga pendidikan Muhammadiyah, para siswa non-Muslim mendapatkan pelajaran agama sesuai dengan agamanya dan diampu oleh guru agama yang seagama. Ilustrasi: Ist
A
A
A
MUHAMMADIYAH kini tengah memperingati milad yang ke-112. Organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan ini lahir pada 8 Dzulhijjah 1330 H atau bertepatan dengan 18 November 1912 M.
Belakangan, perdebatan tentang Kristen Muhammadiyah atau Krismuha semakin menonjol pada salah satu organisasi massa terbesar di Indonesia ini. Hal tersebut terjadi karena kian meningkatnya jumlah mahasiswa non-Islam yang kuliah di sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah.
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto, mengatakan komitmen Muhammadiyah dalam mencerdaskan bangsa mendapat sambutan baik dari banyak pihak di berbagai kawasan, salah satu contohnya adalah di Kupang, Nusa Tenggara Timur .
Ketika berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) beberapa waktu lalu, Agung menyaksikan sendiri inklusivitas yang dibangun oleh Muhammadiyah di sana. Meski sebagai kampus Islam, tapi lebih dari 83 persen mahasiswa UMK adalah non-muslim.
Baca juga: Profil Singkat Kiai Ahmad Dahlan dan Siasatnya Membangun Muhammadiyah
Tidak hanya itu, UMK di Nusa Tenggara Timur (NTT) juga mampu bersaing dengan perguruan tinggi milik agama lain yang jumlah pemeluknya mayoritas di sana. Bahkan, jumlah mahasiswa UMK lebih banyak dibanding universitas agama lain itu.
Kuatnya bangunan relasi sosial itu yang menggerakkan salah satu masyarakat sana – yang bukan sebagai warga Muhammadiyah, namun dengan rela hati menghibahkan tanah seluas lebih dari 3 hektar untuk dibangun sekolah Muhammadiyah.
Tidak hanya secara personal, kepercayaan terhadap Muhammadiyah juga diberikan secara kolektif oleh salah satu suku di Labuan Bajo, NTT. Bahkan mereka menghibahkan lahan seluas 63 hektar.
Agung Danarto memandang, jika Muhammadiyah berkembang di suatu kawasan akan memiliki dampak baik pada perkembangan kawasan itu di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, termasuk juga ekonomi, dan kerukunan.
Dampak maju dari hadirnya Muhammadiyah ini tidak bisa dilepaskan dari pandangan keagamaan yang dimiliki oleh Muhammadiyah, yaitu Islam Berkemajuan sebagai dasar Muhammadiyah untuk memajukan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta.
Belakangan, perdebatan tentang Kristen Muhammadiyah atau Krismuha semakin menonjol pada salah satu organisasi massa terbesar di Indonesia ini. Hal tersebut terjadi karena kian meningkatnya jumlah mahasiswa non-Islam yang kuliah di sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah.
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto, mengatakan komitmen Muhammadiyah dalam mencerdaskan bangsa mendapat sambutan baik dari banyak pihak di berbagai kawasan, salah satu contohnya adalah di Kupang, Nusa Tenggara Timur .
Ketika berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) beberapa waktu lalu, Agung menyaksikan sendiri inklusivitas yang dibangun oleh Muhammadiyah di sana. Meski sebagai kampus Islam, tapi lebih dari 83 persen mahasiswa UMK adalah non-muslim.
Baca juga: Profil Singkat Kiai Ahmad Dahlan dan Siasatnya Membangun Muhammadiyah
Tidak hanya itu, UMK di Nusa Tenggara Timur (NTT) juga mampu bersaing dengan perguruan tinggi milik agama lain yang jumlah pemeluknya mayoritas di sana. Bahkan, jumlah mahasiswa UMK lebih banyak dibanding universitas agama lain itu.
Kuatnya bangunan relasi sosial itu yang menggerakkan salah satu masyarakat sana – yang bukan sebagai warga Muhammadiyah, namun dengan rela hati menghibahkan tanah seluas lebih dari 3 hektar untuk dibangun sekolah Muhammadiyah.
Tidak hanya secara personal, kepercayaan terhadap Muhammadiyah juga diberikan secara kolektif oleh salah satu suku di Labuan Bajo, NTT. Bahkan mereka menghibahkan lahan seluas 63 hektar.
Agung Danarto memandang, jika Muhammadiyah berkembang di suatu kawasan akan memiliki dampak baik pada perkembangan kawasan itu di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, termasuk juga ekonomi, dan kerukunan.
Dampak maju dari hadirnya Muhammadiyah ini tidak bisa dilepaskan dari pandangan keagamaan yang dimiliki oleh Muhammadiyah, yaitu Islam Berkemajuan sebagai dasar Muhammadiyah untuk memajukan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta.
Lihat Juga :