Milad ke-112 Muhammadiyah: Krismuha Kian Menjadi Sorotan
Selasa, 19 November 2024 - 16:12 WIB
loading...
A
A
A
“Agama Islam itu adalah agama yang senantiasa mendorong pengikutnya untuk selalu maju, kalau ada orang Islam yang tidak terdorong untuk maju berarti ada sesuatu yang keliru dalam pemahaman agama Islamnya,” katanya.
Baca juga: Kiai Ahmad Dahlan dan Pembaharuan Pendidikan: Strategi Melawan Penjajah
Pandangan Islam Berkemajuan ini adalah agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad, yang mengantarkan kejayaan Islam dari yang awalnya tidak dianggap menjadi sebuah peradaban superpower di dunia
Bukan Fenomena Baru
Sejatinya, fenomena Kristen-Muhammadiyah atau Krismuha bukan perkara baru. Hal ini sudah terjadi dan dicontohkan pendirinya, KH Ahmad Dahlan. Abdul Mu’ti menyebut sumbangan pendidikan Ahmad Dahlan yang sangat penting adalah pendidikan antar-iman.
Sebagaimana dijelaskan Kyai Sudja (2009), Kiai Ahmad Dahlan mengizinkan murid-murid OSVIA Magelang yang beragama Kristen untuk mengikuti pendidikan agama Islam ekstrakurikuler yang diselenggarakannya.
“Hal ini merupakan terobosan baru,”tulis Prof Dr. Abdul Mu’thi, M.Ed dalam buku berjudul “KH Ahmad Dahlan” Bab “Pembaharuan Pendidikan KH Ahmad Dahlan”.
Buku ini diterbitkan Museum Kebangkitan Nasional Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2015. Abdul Mu'ti yang Sekum PP Muhammadiyah kini juga menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kiai Ahmad Dahlan memberikan kesempatan kepada siswa non-Muslim untuk mengenal Islam tidak hanya dari interaksinya dengan Muslim tetapi dari isi ajarannya.
Baca juga: Ketika Kiai Ahmad Dahlan Dituduh Kafir karena Meniru Sekolah Belanda
Baca juga: Kiai Ahmad Dahlan dan Pembaharuan Pendidikan: Strategi Melawan Penjajah
Pandangan Islam Berkemajuan ini adalah agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad, yang mengantarkan kejayaan Islam dari yang awalnya tidak dianggap menjadi sebuah peradaban superpower di dunia
Bukan Fenomena Baru
Sejatinya, fenomena Kristen-Muhammadiyah atau Krismuha bukan perkara baru. Hal ini sudah terjadi dan dicontohkan pendirinya, KH Ahmad Dahlan. Abdul Mu’ti menyebut sumbangan pendidikan Ahmad Dahlan yang sangat penting adalah pendidikan antar-iman.
Sebagaimana dijelaskan Kyai Sudja (2009), Kiai Ahmad Dahlan mengizinkan murid-murid OSVIA Magelang yang beragama Kristen untuk mengikuti pendidikan agama Islam ekstrakurikuler yang diselenggarakannya.
“Hal ini merupakan terobosan baru,”tulis Prof Dr. Abdul Mu’thi, M.Ed dalam buku berjudul “KH Ahmad Dahlan” Bab “Pembaharuan Pendidikan KH Ahmad Dahlan”.
Buku ini diterbitkan Museum Kebangkitan Nasional Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2015. Abdul Mu'ti yang Sekum PP Muhammadiyah kini juga menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kiai Ahmad Dahlan memberikan kesempatan kepada siswa non-Muslim untuk mengenal Islam tidak hanya dari interaksinya dengan Muslim tetapi dari isi ajarannya.
Baca juga: Ketika Kiai Ahmad Dahlan Dituduh Kafir karena Meniru Sekolah Belanda
Lihat Juga :