Kasus Kawin Lagi, Begini Marahnya Khalifah Abu Bakar kepada Khalid bin Walid

Senin, 31 Agustus 2020 - 13:43 WIB
loading...
A A A
Orang tak akan dapat melintasi kerajaan-kerajaan ini dari timur ke barat atau dari barat ke timur tanpa harus melewati daerah itu semua, dan letaknya pun berurutan sepanjang pantai kedua teluk dan Laut Merah itu.

Selain Yaman, semuanya bukan negeri kaya. Jaraknya hanya beberapa mil antara perbatasan itu dengan pantai. Selebihnya, bagian selatan Semenanjung yang dikelilingi kerajaan-kerajaan itu dan terpisah dari laut, ialah pedalaman Dahna', yang pada waktu itu merupakan gurun yang berbahaya, bahkan sampai waktu kita dewasa ini. Sekarang kawasan itu disebut ar-Rub'ul Khali.

Pengaruh Persia
Jika demikian letak negeri-negeri itu mudah sekali kita memahami adanya hubungan itu dengan Persia. Sebaliknya, betapa sulitnya melintasi kawasan itu ke negeri-negeri Arab di bagian utara. Melintasi Dahna' tidak mungkin. Yang datang dari Hijaz ke Oman, Kindah atau Hadramaut, perjalanan ke daerah-daerah itu harus melalui Bahrain di sebelah timur atau melalui Yaman di sebelah barat.

Karena letak geografisnya yang demikian rupa hubungan kawasan ini dengan Persia jadi terbuka, bahkan sampai dikuasai, hal yang tak mungkin akan terjadi dengan negeri-negeri Arab yang lain.

Di atas sudah kita singgung bahwa Yaman masih berada di bawah kekuasaan Persia. Setelah Bad-han masuk Islam, yang sebelum itu gubernur Persia di Yaman, oleh Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam ia dibiarkan dalam tugas dan kekuasaan itu. Di Bahrain dan Oman kekuasaan Persia lebih menonjol lagi dengan besarnya jumlah orang Persia yang menetap di kedua wilayah itu. Mereka ini menjadi pihak yang berkuasa atas penduduk daerah itu.

Setiap dikhawatirkan terjadinya pemberontakan orang-orang Arab yang ingin melepaskan diri dari pengaruh Persia itu, atau usaha untuk menumbangkan kekuasaan mereka di kawasannya tersebut, pihak Persia selalu memberi bantuan kepada orang-orangnya di sana dengan pengaruh dan senjata.

Dengan demikian tidak heran jika negeri-negeri itulah yang terakhir menyatakan diri masuk Islam, yaitu dalam Tahun Perutusan pada masa Rasulullah, dan yang pertama pula menjadi murtad setelah Nabi wafat.

Seterusnya mereka ini pulalah yang terakhir kembali kepada Islam setelah terjadi perang mati-matian mengakhiri perang-perang Riddah itu. Sesudah itu, kesatuan agama dan kesatuan politik negeri-negeri Arab kawasan ini kembali stabil.

Laporan sumber-sumber itu tidak sama, kapan sebenarnya perang Riddah di kawasan ini terjadi: pada tahun kesebelas Hijri seperti disebutkan, ataukah pada tahun kedua belas. Rasanya tak perlu kita mempersoalkan perbedaan ini. Yang pasti, sejak dibaiatnya Abu Bakar terjadi pergolakan sambung-menyambung sebelum semua negeri Arab itu ditundukkan.

Kawasan selatan ini pun kemudian melaksanakan kebijaksanaan Abu Bakar juga. Keimanan mereka sudah begitu kuat, tekad mereka dalam perjuangan pun cukup mantap. Mereka juga ingin memperoleh dan mati syahid seperti sahabat-sahabat Rasulullah yang mula-mula dahulu.

Melihat letak geografis kawasan itu, mau tak mau langkah Muslimin harus dimulai dengan membasmi segala pemurtadan di daerah-daerah itu dengan melangkah dari Bahrain ke Oman, seterusnya ke Mahrah sampai ke Yaman, atau dari Yaman ke Kindah lalu ke Hadramaut sampai ke Bahrain. Tetapi mereka lebih menyukai dimulai dari Bahrain sebab tempat ini bertetangga dengan Yamamah, dan kemenangan mereka di Aqriba' besar sekali pengaruhnya di kawasan itu, di samping memang lebih mudah daripada dari Yaman.

Dengan dimulai dari sana, harapan memperoleh kemenangan seperti itu di negeri-negeri tetangga lainnya lebih besar.


(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Karomah Khalid bin Walid,...
Karomah Khalid bin Walid, Si Pedang Allah yang Tak Mempan Diracun
Jejak Hormuz dan Khalid...
Jejak Hormuz dan Khalid bin Walid: Dari Duel Maut hingga Gerbang Penaklukan Persia
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Si Pendusta alias Nabi Palsu
Kemunculan Nabi Palsu...
Kemunculan Nabi Palsu Telah Disabdakan Nabi Muhammad SAW
Nabi-nabi Palsu Bermunculan,...
Nabi-nabi Palsu Bermunculan, Bagaimana Umat Islam Harus Bersikap?
Kisah Perpecahan Ahmadiyah:...
Kisah Perpecahan Ahmadiyah: Berpusat Pada Masalah Akidah
Rekomendasi
Riset Terbaru Sebut...
Riset Terbaru Sebut Air Hujan di Seluruh Dunia Mengandung Racun
Lakukan Praktik Inses,...
Lakukan Praktik Inses, Ini Penderitaan yang Dialami Firaun Tutankhamun
Petir dan Guntur, Bukti...
Petir dan Guntur, Bukti Keajaiban Ciptaan Allah Ta'ala
Artikel Terkini
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved