Kasus Kawin Lagi, Begini Marahnya Khalifah Abu Bakar kepada Khalid bin Walid
Senin, 31 Agustus 2020 - 13:43 WIB
loading...
A
A
A
Mengikis Pemurtadan
Dengan ekspedisi Yamamah itu Khalid telah berhasil mengikis pemurtadan dan kaum murtadnya. Dengan demikian sudah saatnya tanah Arab untuk kembali tenang dan berpegang teguh pada agama Allah. Jikapun masih ada berita-berita tentang perang pemurtadan di Mahrah, Oman dan Yaman sesudah Yamamah, semua itu bahayanya tidaklah sebesar Yamamah. (Baca juga: Pertaruhan Besar Khalid bin Walid dalam Perang Yamamah )
Itu pula sebabnya, sesudah Yamamah kehidupan lebih tenang. Khalid pun sesudah itu boleh beristirahat. Khalid sudah pindah ke sebuah lembah di kawasan Yamamah yang disebut Lembah Wabr.
Putri Mujja'ah dan Umm Tamim dikumpulkan dalam satu rumah di tempat itu. Lamakah dia tinggal di tempat itu dan sudah cukupkah beristirahat? Haekal mengatakan, itulah yang tidak diberitakan kepada kita oleh buku-buku sejarah.
Khalid bin Walid sudah berhasil membasmi kaum murtad di kalangan Banu Asad dan Banu Tamim di daerah-daerah Yamamah. Dan mereka yang masih hidup di kalangan kabilah-kabilah itu kembali kepada agama yang benar, kepada Islam.
Baca juga: Jasa Influencer, PKS: Pemerintah Bertanggung Jawab atas Terbelahnya Rakyat
Perkampungan kabilah-kabilah ini di timur laut tanah Arab sampai ke perbatasan Teluk Persia di sebelah timurnya, yang letaknya di sebelah utara Madinah dari arah timur, kemudian menyusur turun sampai ke arah tenggara Makkah.
Daerah kekuasaan yang menyatakan setia kepada Khalifah Abu Bakar — yang ketika Perang Riddah dulu hanya terbatas pada kawasan segi tiga, ujungnya di Madinah dan dasarnya antara Makkah dengan Ta'if— telah membuka jalan untuk mengembalikan semua itu kepada Islam.
Riddah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Perang Riddah ialah tindakan memerangi kabilah-kabilah atau suku-suku yang murtad dari Islam setelah Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam wafat. Di antara pemimpin-pemimpinnya ada yang mengaku nabi, menolak menunaikan zakat dan mengadakan pemberontakan terhadap pemerintah pusat.
Baca juga: Diminta Jokowi Salurkan BLT Usaha Mikro, Bank BRI Sudah Transfer Rp4,4 Triliun
Pembangkangan kabilah-kabilah di daerah utara Madinah tidak begitu berbahaya dalam arti sampai membawa akibat yang mengkhawatirkan.
Ahli-ahli sejarah pun tak ada yang menyebutkan bahwa penduduk kawasan itu bersikeras mau murtad dan untuk itu mau berperang seperti dalam uraian mereka mengenai Banu Asad atau Banu Hanifah di Yamamah.
Tak ada yang dikecualikan dari semua ini selain Dumat al-Jandal yang dipimpin oleh Ukaidir al-Kindi. Hanya daerah ini yang tetap membangkang sebelum ditundukkan oleh Khalid bin Walid, dan Ukaidir yang ditawan diselesaikan. Khalid menaklukkannya ketika dalam perjalanan ke Irak.
Di bagian selatan pembangkangan kepada Khalifah Abu Bakar dan yang murtad dari Islam masih marak. Karenanya masih timbul kontak senjata antara pasukan Muslimin dengan kawasan selatan ini, meskipun tak berlangsung lama. Kalau kita menyebut bagian selatan berarti separuh tanah Arab, dan ini tak boleh dianggap enteng.
Baca juga: Refly Harun: Demonstrasi Meminta Jokowi Mundur Bukan Makar
Kawasan yang separuh ini menyusuri pantai sepanjang Teluk Persia ke Teluk Aden, Laut Merah sampai ke utara Yaman. Di sini terletak kerajaan-kerajaan kecil terdiri dari Bahrain, Oman, Mahrah, Hadramaut, Kindah dan Yaman.
Dengan ekspedisi Yamamah itu Khalid telah berhasil mengikis pemurtadan dan kaum murtadnya. Dengan demikian sudah saatnya tanah Arab untuk kembali tenang dan berpegang teguh pada agama Allah. Jikapun masih ada berita-berita tentang perang pemurtadan di Mahrah, Oman dan Yaman sesudah Yamamah, semua itu bahayanya tidaklah sebesar Yamamah. (Baca juga: Pertaruhan Besar Khalid bin Walid dalam Perang Yamamah )
Itu pula sebabnya, sesudah Yamamah kehidupan lebih tenang. Khalid pun sesudah itu boleh beristirahat. Khalid sudah pindah ke sebuah lembah di kawasan Yamamah yang disebut Lembah Wabr.
Putri Mujja'ah dan Umm Tamim dikumpulkan dalam satu rumah di tempat itu. Lamakah dia tinggal di tempat itu dan sudah cukupkah beristirahat? Haekal mengatakan, itulah yang tidak diberitakan kepada kita oleh buku-buku sejarah.
Khalid bin Walid sudah berhasil membasmi kaum murtad di kalangan Banu Asad dan Banu Tamim di daerah-daerah Yamamah. Dan mereka yang masih hidup di kalangan kabilah-kabilah itu kembali kepada agama yang benar, kepada Islam.
Baca juga: Jasa Influencer, PKS: Pemerintah Bertanggung Jawab atas Terbelahnya Rakyat
Perkampungan kabilah-kabilah ini di timur laut tanah Arab sampai ke perbatasan Teluk Persia di sebelah timurnya, yang letaknya di sebelah utara Madinah dari arah timur, kemudian menyusur turun sampai ke arah tenggara Makkah.
Daerah kekuasaan yang menyatakan setia kepada Khalifah Abu Bakar — yang ketika Perang Riddah dulu hanya terbatas pada kawasan segi tiga, ujungnya di Madinah dan dasarnya antara Makkah dengan Ta'if— telah membuka jalan untuk mengembalikan semua itu kepada Islam.
Riddah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Perang Riddah ialah tindakan memerangi kabilah-kabilah atau suku-suku yang murtad dari Islam setelah Nabi Sallallahu 'alaihi wasallam wafat. Di antara pemimpin-pemimpinnya ada yang mengaku nabi, menolak menunaikan zakat dan mengadakan pemberontakan terhadap pemerintah pusat.
Baca juga: Diminta Jokowi Salurkan BLT Usaha Mikro, Bank BRI Sudah Transfer Rp4,4 Triliun
Pembangkangan kabilah-kabilah di daerah utara Madinah tidak begitu berbahaya dalam arti sampai membawa akibat yang mengkhawatirkan.
Ahli-ahli sejarah pun tak ada yang menyebutkan bahwa penduduk kawasan itu bersikeras mau murtad dan untuk itu mau berperang seperti dalam uraian mereka mengenai Banu Asad atau Banu Hanifah di Yamamah.
Tak ada yang dikecualikan dari semua ini selain Dumat al-Jandal yang dipimpin oleh Ukaidir al-Kindi. Hanya daerah ini yang tetap membangkang sebelum ditundukkan oleh Khalid bin Walid, dan Ukaidir yang ditawan diselesaikan. Khalid menaklukkannya ketika dalam perjalanan ke Irak.
Di bagian selatan pembangkangan kepada Khalifah Abu Bakar dan yang murtad dari Islam masih marak. Karenanya masih timbul kontak senjata antara pasukan Muslimin dengan kawasan selatan ini, meskipun tak berlangsung lama. Kalau kita menyebut bagian selatan berarti separuh tanah Arab, dan ini tak boleh dianggap enteng.
Baca juga: Refly Harun: Demonstrasi Meminta Jokowi Mundur Bukan Makar
Kawasan yang separuh ini menyusuri pantai sepanjang Teluk Persia ke Teluk Aden, Laut Merah sampai ke utara Yaman. Di sini terletak kerajaan-kerajaan kecil terdiri dari Bahrain, Oman, Mahrah, Hadramaut, Kindah dan Yaman.
Lihat Juga :