Perang Yamamah (12)

Kasus Kawin Lagi, Begini Marahnya Khalifah Abu Bakar kepada Khalid bin Walid

loading...
Kasus Kawin Lagi, Begini Marahnya Khalifah Abu Bakar kepada Khalid bin Walid
Khalid bin walid. Foto/Ilustrasi/ist
TATKALA Abdullah bin Umar bin Khattab kembali pulang sesudah berjuang dan bertempur mati-matian di Yamamah, ayahnya berkata setelah menemuinya: "Mengapa engkau pulang padahal Zaid sudah meninggal. Tidak malu kau memperlihatkan muka kepadaku!?"

Baca juga: Perang Yamamah: 1.200 Sahid, 39 Orang Di Antaranya Penghafal Qur'an

Abdullah bin Umar terkejut dengan sikap sang ayah itu. "Ingin sekali aku seperti dia,” balasnya. “Tetapi karena aku tertinggal maka Allah mengaruniakan mati syahid itu kepadanya," tambah Abdullah.

Menurut Muhammad Husain Haekal dalam Abu Bakar Ash-Shidiq ada sumber lain yang menyebutkan bahwa Abdullah bin Umar menjawab: "Dia (Zaid) memohon mati syahid kepada Allah, dia diberi. Aku sudah berusaha supaya diberikan kepadaku, tapi tidak diberikan juga." (Baca juga: Khalid bin Walid dan Terbunuhnya Nabi Palsu Musailamah di Kebun Maut)



Kesedihan Umar atas kematian Zaid adiknya itu hanya sebuah contoh saja dari kesedihan yang umumnya menimpa Makkah dan Madinah atas gugurnya pahlawan-pahlawan yang telah mati syahid dalam perang dengan Musailamah itu.

Dalam perang dengan nabi palsu, Musailamah itu, pihak Muhajirin yang terbunuh sebanyak 360 orang, dan dari Ansar 300 orang. Jumlah itu tak termasuk anggota-anggota kabilah yang terbunuh. Jumlah total yang sahid di pihak Muslimin mencapai 1.200 orang. Dari jumlah itu 39 orang merupakan sahabat besar dan mereka yang sudah hafal Al-Qur'an. (Baca juga: Meletusnya Perang Yamamah, Khalid Bin Walid dan Para Syuhada yang Bertumbangan)

Nikah Lagi
Setelah Khalid bin Walid mengadakan persetujuan dengan Mujja'ah dan tampuk pimpinan sudah diserahkan ke tangannya, ia memanggil Mujja'ah. "Kawinkan aku dengan putrimu," katanya kemudian.



Sebenamya Mujja'ah sudah mendengar tentang perkawinannya dengan 'Laila Umm Tamim, juga tentang Abu Bakar yang memanggilnya dan mengecamnya atas perbuatannya yang telah melanggar adat kebiasaan Arab itu. "Tunggu dulu," kata Mujja'ah. "Engkau mau merusak kekeluargaanku, dan aku sudah tahu soal keluargamu dengan sahabatmu itu (maksudnya Khalifah Abu Bakar )."
halaman ke-1 dari 5
cover top ayah
وَاِذَا مَسَّ الۡاِنۡسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنۡۢبِهٖۤ اَوۡ قَاعِدًا اَوۡ قَآٮِٕمًا ۚ فَلَمَّا كَشَفۡنَا عَنۡهُ ضُرَّهٗ مَرَّ كَاَنۡ لَّمۡ يَدۡعُنَاۤ اِلٰى ضُرٍّ مَّسَّهٗ‌ؕ كَذٰلِكَ زُيِّنَ لِلۡمُسۡرِفِيۡنَ مَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ
Apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali ke jalan yang sesat, seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk menghilangkan bahaya yang telah menimpanya. Begitulah, orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang mereka kerjakan.

(QS. Yunus:12)
cover bottom ayah
preload video