5 Kontroversi Gus Miftah, Terbaru Hina Penjual Es Teh
Rabu, 04 Desember 2024 - 13:10 WIB
loading...
KONTROVERSIAL- Bukan kali pertama Gus Miftah menjadi perhatian, sebelumnya, ia juga sering disorot lantaran membuat kontroversi lainnya. Foto dok SINDOnews
A
A
A
Gus Miftah , pendakwah kondang yang kini menjadi Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, ia kedapatan mengolok-olok seorang pedagang es yang hadir di sebuah acara di Magelang.
Diberitakan sebelumnya, awalnya ada seorang pedagang es teh dan air mineral kemasan yang hadir di tengah-tengah orang yang hadir. Sebagian berteriak meminta Gus Miftah memborong dagangan tersebut. Namun, ia justru nyeletuk mengolok-olok pedagang minuman itu.
“Es tehmu masih banyak tidak? Masih? Ya sana jual go***!” ucap Gus Miftah dengan bahasa Jawa yang disambut tawa tak bersalah.
Melihat ke belakang, momen ini bukan kali pertama Gus Miftah menjadi perhatian. Sebelumnya, ia juga sering disorot lantaran membuat kontroversi lain. Berikut di antaranya.
Di antara mereka, bahkan ada yang menyebut Gus Miftah ini sesat dan kafir. Beberapa waktu berselang, ia kemudian memberikan klarifikasi.
Gus Miftah mengaku bahwa kehadirannya di sana atas undangan. Ia juga menegaskan acara yang diberikan kepadanya itu adalah orasi kebangsaan di peresmian gereja, bukan dalam rangka peribadatan.
Gus Miftah mengatakan bahwa umat manusia yang beragama dan mempunyai hati, sehingga tidak boleh memandang sebelah mata orang yang bekerja di kelab malam. Sebab, di hati kecil mereka mungkin ada keinginan untuk bertaubat dan tidak melakukan pekerjaan tersebut.
Namun, pandangan tersebut tidak dinilai serupa oleh publik. Pada akhirnya, tak sedikit warganet yang menghujatnya dan disebut cari perhatian alias caper.
Potongan video ceramah ini juga diunggah di sejumlah media sosial dan menjadi viral. Setelahnya, ia banyak mendapat tanggapan kontra termasuk dari Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie.
Menurutnya, Gus Miftah gagal paham dengan surat edaran pedoman penggunaan pengeras suara masjid. Ia pun meminta Gus Miftah agar memahami surat edaran itu agar tidak asbun dan tidak membandingkannya dengan hal-hal yang salah kaprah.
Diberitakan sebelumnya, awalnya ada seorang pedagang es teh dan air mineral kemasan yang hadir di tengah-tengah orang yang hadir. Sebagian berteriak meminta Gus Miftah memborong dagangan tersebut. Namun, ia justru nyeletuk mengolok-olok pedagang minuman itu.
“Es tehmu masih banyak tidak? Masih? Ya sana jual go***!” ucap Gus Miftah dengan bahasa Jawa yang disambut tawa tak bersalah.
Melihat ke belakang, momen ini bukan kali pertama Gus Miftah menjadi perhatian. Sebelumnya, ia juga sering disorot lantaran membuat kontroversi lain. Berikut di antaranya.
Daftar Kontroversi Gus Miftah
1. Orasi di Gereja
Pada 2021 lalu, Gus Miftah menjadi sorotan usai melakukan orasi di peresmian Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung di Penjaringan, Jakarta. Setelah aksi itu, sosoknya viral dan dicibir netizen.Di antara mereka, bahkan ada yang menyebut Gus Miftah ini sesat dan kafir. Beberapa waktu berselang, ia kemudian memberikan klarifikasi.
Gus Miftah mengaku bahwa kehadirannya di sana atas undangan. Ia juga menegaskan acara yang diberikan kepadanya itu adalah orasi kebangsaan di peresmian gereja, bukan dalam rangka peribadatan.
2. Dakwah di kelab malam
Sebelum perkara orasi di gereja, Gus Miftah lebih dulu disorot setelah melakukan ceramah di kelab malam hingga tempat lokalisasi. Menurutnya, dakwah bisa dilakukan di mana saja, termasuk kelab malam.Gus Miftah mengatakan bahwa umat manusia yang beragama dan mempunyai hati, sehingga tidak boleh memandang sebelah mata orang yang bekerja di kelab malam. Sebab, di hati kecil mereka mungkin ada keinginan untuk bertaubat dan tidak melakukan pekerjaan tersebut.
Namun, pandangan tersebut tidak dinilai serupa oleh publik. Pada akhirnya, tak sedikit warganet yang menghujatnya dan disebut cari perhatian alias caper.
3. Bandingkan pengeras suara masjid dengan dangdutan
Gus Miftah dalam sebuah ceramah di Bangsri, Sukodono, Sidoarjo, Jawa Timur, berbicara soal larangan menggunakan speaker masjid saat tadarus Al-Qur'an di bulan Ramadan. Ia lalu membandingkan penggunaan speaker itu dengan dangdutan yang disebutnya tidak dilarang bahkan hingga jam 1 pagi.Potongan video ceramah ini juga diunggah di sejumlah media sosial dan menjadi viral. Setelahnya, ia banyak mendapat tanggapan kontra termasuk dari Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie.
Menurutnya, Gus Miftah gagal paham dengan surat edaran pedoman penggunaan pengeras suara masjid. Ia pun meminta Gus Miftah agar memahami surat edaran itu agar tidak asbun dan tidak membandingkannya dengan hal-hal yang salah kaprah.
Lihat Juga :