Profil Lengkap Salim A Fillah, Pendakwah yang Beri Beasiswa ke Anak Penjual Es Teh yang Dihina Gus Miftah
loading...

Ustaz Salim A Fillah Foto instagram salimafillah
A
A
A
Profil lengkap Salim A Fillah , pendakwah asal Yogyakarta ini banyak dicari oleh publik usai dirinya memberikan beasiswa ke anak penjual es teh viral yang dihina Gus Miftah.
Salim Akhukum Fillah, yang bernama asli Arif Nursalim, adalah seorang pendakwah produktif dan penulis buku islami asal Yogyakarta. Lahir pada 21 Maret 1984 di Kulonprogo, Yogyakarta, ia dikenal sebagai figur yang memiliki pengaruh besar dalam dunia dakwah dan kepenulisan.
Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah buku “Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan” yang diterbitkan pada 2003. Buku ini tidak hanya melambungkan namanya, tetapi juga menjadi salah satu karya pertama yang diterbitkan oleh Pro-U Media, sebuah penerbit buku islami.
Sejak kecil, Salim A Fillah sudah menunjukkan minat yang besar terhadap dunia literasi. Pendidikan formalnya di SMA Teladan Yogyakarta menjadi awal perjalanan dalam dunia tulis-menulis.
Meski pernah berkuliah di Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada dan Psikologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, tetapi ia tidak menyelesaikan studinya di kedua jurusan tersebut.
Namun, hal ini tidak menghalanginya untuk menjadi seorang pendakwah berpengaruh dan penulis buku yang produktif. Hingga saat ini, Salim telah menerbitkan banyak buku yang menjadi rujukan bagi umat Islam. Beberapa karyanya yang populer meliputi:
Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan (2003), Agar Bidadari Cemburu Padamu (2004), Barakallahu Laka: Bahagianya Merayakan Cinta (2005), Dalam Dekapan Ukhuwah (2010), Lapis-lapis Keberkahan (2014), Rihlah Dakwah (2016), Sang Pangeran dan Janissary Terakhir (2019).
Setiap buku yang ditulisnya membawa pesan yang mendalam tentang kehidupan, ukhuwah, dan nilai-nilai Islam, sehingga menjadikannya salah satu penulis buku islami paling produktif di Indonesia.
Selain menulis, Salim aktif dalam kegiatan keagamaan di Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Di masjid ini, ia menjadi penggerak berbagai kegiatan, termasuk mengasuh pengajian Majelis Jejak Nabi yang berfokus pada pembahasan sirah nabawiyah.
Peran ini menjadikannya salah satu tokoh penting dalam revitalisasi kegiatan masjid sebagai pusat peradaban umat.
Nama Salim A Fillah kembali menjadi sorotan setelah ia mengambil tindakan nyata dalam mendukung keluarga seorang penjual es teh yang sempat menjadi korban hinaan publik.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @salimfillah_official, Salim mengungkapkan bahwa timnya telah mengunjungi rumah keluarga tersebut untuk memberikan bantuan berupa beasiswa pendidikan bagi anak-anaknya.
"Alhamdulillah, tim kami sudah bertemu langsung di rumah bapak penjual es. Insyaallah komitmen kami untuk memberi beasiswa pendidikan kepada anak-anaknya," tulisnya (4/12/2024).
Aksi ini menunjukkan kepedulian Salim terhadap isu-isu sosial dan keberpihakannya pada mereka yang membutuhkan. Langkah ini diapresiasi oleh banyak pihak sebagai wujud nyata nilai-nilai Islam yang mengedepankan kasih sayang dan solidaritas.
Dalam dunia dakwah, Salim dikenal memiliki hubungan dekat dengan tokoh-tokoh besar seperti Ustadz Abdul Somad (UAS).
Kolaborasi keduanya dalam berbagai kegiatan keislaman semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pendakwah yang dihormati di Indonesia.
Itulah profil lengkap Salim A Fillah, pendakwah yang memberikan beasiswa ke anak penjual es teh viral yang dihina Gus Miftah. Kiprahnya untuk membantu seseorang yang membutuhkan ini menjadikannya sebagai salah satu panutan dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang universal.MG/Inda Farahainnisa
Baca juga: Cuitan dan Doa Ustaz Salim A Fillah yang Menyentuh Hati
Lihat Juga: Tanggapan Cerdas Ustaz Felix Siauw Terkait Kasus Gus Miftah dan Penjual Es, Stop Menjual Kesedihan
Salim Akhukum Fillah, yang bernama asli Arif Nursalim, adalah seorang pendakwah produktif dan penulis buku islami asal Yogyakarta. Lahir pada 21 Maret 1984 di Kulonprogo, Yogyakarta, ia dikenal sebagai figur yang memiliki pengaruh besar dalam dunia dakwah dan kepenulisan.
Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah buku “Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan” yang diterbitkan pada 2003. Buku ini tidak hanya melambungkan namanya, tetapi juga menjadi salah satu karya pertama yang diterbitkan oleh Pro-U Media, sebuah penerbit buku islami.
Sejak kecil, Salim A Fillah sudah menunjukkan minat yang besar terhadap dunia literasi. Pendidikan formalnya di SMA Teladan Yogyakarta menjadi awal perjalanan dalam dunia tulis-menulis.
Meski pernah berkuliah di Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada dan Psikologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, tetapi ia tidak menyelesaikan studinya di kedua jurusan tersebut.
Namun, hal ini tidak menghalanginya untuk menjadi seorang pendakwah berpengaruh dan penulis buku yang produktif. Hingga saat ini, Salim telah menerbitkan banyak buku yang menjadi rujukan bagi umat Islam. Beberapa karyanya yang populer meliputi:
Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan (2003), Agar Bidadari Cemburu Padamu (2004), Barakallahu Laka: Bahagianya Merayakan Cinta (2005), Dalam Dekapan Ukhuwah (2010), Lapis-lapis Keberkahan (2014), Rihlah Dakwah (2016), Sang Pangeran dan Janissary Terakhir (2019).
Setiap buku yang ditulisnya membawa pesan yang mendalam tentang kehidupan, ukhuwah, dan nilai-nilai Islam, sehingga menjadikannya salah satu penulis buku islami paling produktif di Indonesia.
Selain menulis, Salim aktif dalam kegiatan keagamaan di Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Di masjid ini, ia menjadi penggerak berbagai kegiatan, termasuk mengasuh pengajian Majelis Jejak Nabi yang berfokus pada pembahasan sirah nabawiyah.
Peran ini menjadikannya salah satu tokoh penting dalam revitalisasi kegiatan masjid sebagai pusat peradaban umat.
Nama Salim A Fillah kembali menjadi sorotan setelah ia mengambil tindakan nyata dalam mendukung keluarga seorang penjual es teh yang sempat menjadi korban hinaan publik.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @salimfillah_official, Salim mengungkapkan bahwa timnya telah mengunjungi rumah keluarga tersebut untuk memberikan bantuan berupa beasiswa pendidikan bagi anak-anaknya.
"Alhamdulillah, tim kami sudah bertemu langsung di rumah bapak penjual es. Insyaallah komitmen kami untuk memberi beasiswa pendidikan kepada anak-anaknya," tulisnya (4/12/2024).
Aksi ini menunjukkan kepedulian Salim terhadap isu-isu sosial dan keberpihakannya pada mereka yang membutuhkan. Langkah ini diapresiasi oleh banyak pihak sebagai wujud nyata nilai-nilai Islam yang mengedepankan kasih sayang dan solidaritas.
Dalam dunia dakwah, Salim dikenal memiliki hubungan dekat dengan tokoh-tokoh besar seperti Ustadz Abdul Somad (UAS).
Kolaborasi keduanya dalam berbagai kegiatan keislaman semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pendakwah yang dihormati di Indonesia.
Itulah profil lengkap Salim A Fillah, pendakwah yang memberikan beasiswa ke anak penjual es teh viral yang dihina Gus Miftah. Kiprahnya untuk membantu seseorang yang membutuhkan ini menjadikannya sebagai salah satu panutan dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang universal.MG/Inda Farahainnisa
Baca juga: Cuitan dan Doa Ustaz Salim A Fillah yang Menyentuh Hati
Lihat Juga: Tanggapan Cerdas Ustaz Felix Siauw Terkait Kasus Gus Miftah dan Penjual Es, Stop Menjual Kesedihan
(wid)