Profil Lengkap Salim A Fillah, Pendakwah yang Beri Beasiswa ke Anak Penjual Es Teh yang Dihina Gus Miftah
Jum'at, 06 Desember 2024 - 10:40 WIB
loading...
Ustaz Salim A Fillah Foto instagram salimafillah
A
A
A
Profil lengkap Salim A Fillah , pendakwah asal Yogyakarta ini banyak dicari oleh publik usai dirinya memberikan beasiswa ke anak penjual es teh viral yang dihina Gus Miftah.
Salim Akhukum Fillah, yang bernama asli Arif Nursalim, adalah seorang pendakwah produktif dan penulis buku islami asal Yogyakarta. Lahir pada 21 Maret 1984 di Kulonprogo, Yogyakarta, ia dikenal sebagai figur yang memiliki pengaruh besar dalam dunia dakwah dan kepenulisan.
Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah buku “Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan” yang diterbitkan pada 2003. Buku ini tidak hanya melambungkan namanya, tetapi juga menjadi salah satu karya pertama yang diterbitkan oleh Pro-U Media, sebuah penerbit buku islami.
Sejak kecil, Salim A Fillah sudah menunjukkan minat yang besar terhadap dunia literasi. Pendidikan formalnya di SMA Teladan Yogyakarta menjadi awal perjalanan dalam dunia tulis-menulis.
Meski pernah berkuliah di Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada dan Psikologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, tetapi ia tidak menyelesaikan studinya di kedua jurusan tersebut.
Namun, hal ini tidak menghalanginya untuk menjadi seorang pendakwah berpengaruh dan penulis buku yang produktif. Hingga saat ini, Salim telah menerbitkan banyak buku yang menjadi rujukan bagi umat Islam. Beberapa karyanya yang populer meliputi:
Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan (2003), Agar Bidadari Cemburu Padamu (2004), Barakallahu Laka: Bahagianya Merayakan Cinta (2005), Dalam Dekapan Ukhuwah (2010), Lapis-lapis Keberkahan (2014), Rihlah Dakwah (2016), Sang Pangeran dan Janissary Terakhir (2019).
Setiap buku yang ditulisnya membawa pesan yang mendalam tentang kehidupan, ukhuwah, dan nilai-nilai Islam, sehingga menjadikannya salah satu penulis buku islami paling produktif di Indonesia.
Selain menulis, Salim aktif dalam kegiatan keagamaan di Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Di masjid ini, ia menjadi penggerak berbagai kegiatan, termasuk mengasuh pengajian Majelis Jejak Nabi yang berfokus pada pembahasan sirah nabawiyah.
Peran ini menjadikannya salah satu tokoh penting dalam revitalisasi kegiatan masjid sebagai pusat peradaban umat.
Salim Akhukum Fillah, yang bernama asli Arif Nursalim, adalah seorang pendakwah produktif dan penulis buku islami asal Yogyakarta. Lahir pada 21 Maret 1984 di Kulonprogo, Yogyakarta, ia dikenal sebagai figur yang memiliki pengaruh besar dalam dunia dakwah dan kepenulisan.
Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah buku “Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan” yang diterbitkan pada 2003. Buku ini tidak hanya melambungkan namanya, tetapi juga menjadi salah satu karya pertama yang diterbitkan oleh Pro-U Media, sebuah penerbit buku islami.
Sejak kecil, Salim A Fillah sudah menunjukkan minat yang besar terhadap dunia literasi. Pendidikan formalnya di SMA Teladan Yogyakarta menjadi awal perjalanan dalam dunia tulis-menulis.
Meski pernah berkuliah di Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada dan Psikologi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, tetapi ia tidak menyelesaikan studinya di kedua jurusan tersebut.
Namun, hal ini tidak menghalanginya untuk menjadi seorang pendakwah berpengaruh dan penulis buku yang produktif. Hingga saat ini, Salim telah menerbitkan banyak buku yang menjadi rujukan bagi umat Islam. Beberapa karyanya yang populer meliputi:
Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan (2003), Agar Bidadari Cemburu Padamu (2004), Barakallahu Laka: Bahagianya Merayakan Cinta (2005), Dalam Dekapan Ukhuwah (2010), Lapis-lapis Keberkahan (2014), Rihlah Dakwah (2016), Sang Pangeran dan Janissary Terakhir (2019).
Setiap buku yang ditulisnya membawa pesan yang mendalam tentang kehidupan, ukhuwah, dan nilai-nilai Islam, sehingga menjadikannya salah satu penulis buku islami paling produktif di Indonesia.
Selain menulis, Salim aktif dalam kegiatan keagamaan di Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Di masjid ini, ia menjadi penggerak berbagai kegiatan, termasuk mengasuh pengajian Majelis Jejak Nabi yang berfokus pada pembahasan sirah nabawiyah.
Peran ini menjadikannya salah satu tokoh penting dalam revitalisasi kegiatan masjid sebagai pusat peradaban umat.
Lihat Juga :