Mirza Ghulam Ahmad dan Paham Imam Mahdi Pengikutnya
Kamis, 05 Desember 2024 - 10:33 WIB
loading...
A
A
A
Muslih Fathoni dalam bukunya berjudul "Faham Mahdi Syi'ah dan Ahmadiyah dalam Perspektif" ( PT. RajaGrafindo Persada, 1994) mengatakan bagi kaum Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad adalah realitas Isa al-Masih dan al-Mahdi yang dijanjikan kemunculannya di akhir zaman.
"Keyakinan ini mereka jadikan sebagai prinsip akidah dan sekaligus merupakan ciri khas teologi aliran tersebut," katanya.
Untuk menopang kebenaran keyakinan itu, mereka menggunakan ayat-ayat al-Quran yang berkaitan dengan tanda tanda hari kiamat, dan mereka tafsirkan sesuai dengan paham mereka.
Demikian pula dengan hadis-hadis Nabi, terutama hadis-hadis yang berhubungan dengan turunnya 'Isa al-Masih dan hadis-hadis Mahdiyyah yang relevan dengan prinsip keyakinan di atas, yang mereka tafsirkan dan sesuaikan dengan peristiwa-peristiwa alamiah.
S. Ali Yasir dalam "Gerakan Pembaharuan dalam Islam" (PP Yayasan Perguruan Islam Republik Indonesia, 1978) menambahkan untuk memperkuat signifikansi keyakinan tersebut, mereka juga menggunakan ramalan-ramalan yang mereka sebut sebagai ramalan orang suci atau wali.
Tanda-Tanda Kehadiran Imam Mahdi
Sebagai contoh yang cukup menarik dikemukakan di sini, ialah bahwa di antara tanda-tanda kehadiran al-Mahdi adalah terjadinya dua gerhana di bulan Ramadan, dan belum pernah terjadi sejak penciptaan langit dan bumi.
Baca juga: Hadis tentang Akan Datangnya Imam Mahdi
Pertama gerhana bulan di malam permulaan bulan Ramadan, dan kedua, gerhana matahari di pertengahan bulan tersebut.
Menurut kaum Ahmadiyah, dua peristiwa alamiah yang dinyatakan dalam hadis riwayat al-Daraqutni, benar-benar telah terjadi di daerah Punjab, India, tempat Mirza Ghulam Ahmad dilahirkan.
Kejadian gerhana yang aneh ini, menurut pendapat mereka, terjadi pada hari Kamis 13 Ramadan 1311 H/22 Maret 1894 M, sedangkan gerhana matahari terjadi pada hari Jum'at 28 Ramadan 1311 H/6 April 1894 M.
Dua peristiwa ini merupakan tanda-tanda alamiah tentang kebenaran pengakuan Mirza sebagai al-Mahdi dan al-Masih.
"Keyakinan ini mereka jadikan sebagai prinsip akidah dan sekaligus merupakan ciri khas teologi aliran tersebut," katanya.
Untuk menopang kebenaran keyakinan itu, mereka menggunakan ayat-ayat al-Quran yang berkaitan dengan tanda tanda hari kiamat, dan mereka tafsirkan sesuai dengan paham mereka.
Demikian pula dengan hadis-hadis Nabi, terutama hadis-hadis yang berhubungan dengan turunnya 'Isa al-Masih dan hadis-hadis Mahdiyyah yang relevan dengan prinsip keyakinan di atas, yang mereka tafsirkan dan sesuaikan dengan peristiwa-peristiwa alamiah.
S. Ali Yasir dalam "Gerakan Pembaharuan dalam Islam" (PP Yayasan Perguruan Islam Republik Indonesia, 1978) menambahkan untuk memperkuat signifikansi keyakinan tersebut, mereka juga menggunakan ramalan-ramalan yang mereka sebut sebagai ramalan orang suci atau wali.
Tanda-Tanda Kehadiran Imam Mahdi
Sebagai contoh yang cukup menarik dikemukakan di sini, ialah bahwa di antara tanda-tanda kehadiran al-Mahdi adalah terjadinya dua gerhana di bulan Ramadan, dan belum pernah terjadi sejak penciptaan langit dan bumi.
Baca juga: Hadis tentang Akan Datangnya Imam Mahdi
Pertama gerhana bulan di malam permulaan bulan Ramadan, dan kedua, gerhana matahari di pertengahan bulan tersebut.
Menurut kaum Ahmadiyah, dua peristiwa alamiah yang dinyatakan dalam hadis riwayat al-Daraqutni, benar-benar telah terjadi di daerah Punjab, India, tempat Mirza Ghulam Ahmad dilahirkan.
Kejadian gerhana yang aneh ini, menurut pendapat mereka, terjadi pada hari Kamis 13 Ramadan 1311 H/22 Maret 1894 M, sedangkan gerhana matahari terjadi pada hari Jum'at 28 Ramadan 1311 H/6 April 1894 M.
Dua peristiwa ini merupakan tanda-tanda alamiah tentang kebenaran pengakuan Mirza sebagai al-Mahdi dan al-Masih.
Lihat Juga :