Hindari Ghibah! Ini 5 Hadis tentang Ghibah yang Harus Dipahami Umat Muslim
Kamis, 12 Desember 2024 - 17:26 WIB
loading...
A
A
A
“‘Aisyah berkata : “Aku meniru-niru (kekurangan/cacat) seseorang seseorang pada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ”. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata :”Saya tidak suka meniru-niru (kekurangan/cacat) seseorang (walaupun) saya mendapatkan sekian dan sekian” (Hadits Shohih, riwayat Abu Dawud no 4875, At-Tirmidzi 2502 dan Ahmad 6/189)
Imam As-Shan’ani berkata: “Dan pada perkataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam بِمَا يَكْرَهُ (dengan apa yang dia benci), menunjukan bahwa jika dia (saudara kita yang kita ghibahi tersebut) tidak membenci aib yang ditujukan kepadanya, seperti orang-orang yang mengumbar nafsunya dan orang gila, maka ini bukanlah ghibah” (Subulus salam 4/299)
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ketika aku dinaikkan ke langit, aku melewati sekelompok orang yang memiliki kuku-kuku dari tembaga, mereka melukai (mencakari) wajah-wajah mereka dan dada-dada mereka. Maka aku bertanya: ”Siapakah mereka ya Jibril?”. Jibril menjawab: ”Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia dan mencela kehormatan mereka” (Riwayat Ahmad (3/223), Abu Dawud (4878,4879), berkata Syaikh Abu ishaq Al-Huwaini : Isnadnya shahih, lihat kitab As-Somt hadits no 165 dan 572)
Dalam Islam, menjaga lisan dan menjauhi perbuatan ghibah sangat ditekankan sebagai bentuk pengendalian diri yang penting.
Sebagaimana yang tercermin dalam lima hadits tentang ghibah yang telah dibahas, umat Muslim diajarkan untuk selalu berhati-hati dalam berbicara, terutama ketika membicarakan kekurangan orang lain.
Menghindari ghibah bukan hanya untuk menjaga keharmonisan antar sesama, tetapi juga untuk menjaga diri kita dari dosa besar yang dapat merusak hubungan sosial dan spiritual.
Semoga dengan pemahaman ini, kita semua dapat lebih bijak dalam berbicara dan senantiasa menjaga lisan dari perbuatan yang tercela.MG/ Raffirabbani Panatamahdi Adizaputra
Baca juga: Mengumpat dan Mencela, Jenis Ghibah yang Sangat Dilaknat Allah SWT
4. Ghibah Terhadap Orang Kafir
Adapun hadits yang menjelaskan bagaimana jika seorang muslim mengghibah orang kafir yang dijelaskan pada hadits berikut :Imam As-Shan’ani berkata: “Dan pada perkataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam بِمَا يَكْرَهُ (dengan apa yang dia benci), menunjukan bahwa jika dia (saudara kita yang kita ghibahi tersebut) tidak membenci aib yang ditujukan kepadanya, seperti orang-orang yang mengumbar nafsunya dan orang gila, maka ini bukanlah ghibah” (Subulus salam 4/299)
5. Hukum Terhadap Ghibah
Terakhir, terdapat hukum terhadap perilaku ghibah yang dijelaskan pada hadits di bawah :قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَمَّا عُرِجَ بِيْ, مَرَرْتُ بِقَوْمٍ لَهُمْ أَظْفَارٌ مِنْ نُحَاسٍ يَخْمِشُوْنَ وُجُوْهَهُمْ وَ صُدُوْرَهُمْ فَقُلْتُ : مَنْ هَؤُلآء يَا جِبْرِيْلُِ؟ قَالَ : هَؤُلآء الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ لُحُوْمَ النَّاسَ وَيَقَعُوْنَ فِيْ
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ketika aku dinaikkan ke langit, aku melewati sekelompok orang yang memiliki kuku-kuku dari tembaga, mereka melukai (mencakari) wajah-wajah mereka dan dada-dada mereka. Maka aku bertanya: ”Siapakah mereka ya Jibril?”. Jibril menjawab: ”Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia dan mencela kehormatan mereka” (Riwayat Ahmad (3/223), Abu Dawud (4878,4879), berkata Syaikh Abu ishaq Al-Huwaini : Isnadnya shahih, lihat kitab As-Somt hadits no 165 dan 572)
Dalam Islam, menjaga lisan dan menjauhi perbuatan ghibah sangat ditekankan sebagai bentuk pengendalian diri yang penting.
Sebagaimana yang tercermin dalam lima hadits tentang ghibah yang telah dibahas, umat Muslim diajarkan untuk selalu berhati-hati dalam berbicara, terutama ketika membicarakan kekurangan orang lain.
Menghindari ghibah bukan hanya untuk menjaga keharmonisan antar sesama, tetapi juga untuk menjaga diri kita dari dosa besar yang dapat merusak hubungan sosial dan spiritual.
Semoga dengan pemahaman ini, kita semua dapat lebih bijak dalam berbicara dan senantiasa menjaga lisan dari perbuatan yang tercela.MG/ Raffirabbani Panatamahdi Adizaputra
Baca juga: Mengumpat dan Mencela, Jenis Ghibah yang Sangat Dilaknat Allah SWT
(wid)
Lihat Juga :