Doa Cinta kepada Allah dan 4 Perkara Syarat Digandakannya Pahala Amal Saleh
Rabu, 18 Desember 2024 - 05:25 WIB
loading...
Rasulullah mengajarkan kepada kita doa berikut ini bagi siapa saja yang ingin memohon cinta kepada Allah. Ilustrasi: AI
A
A
A
Siapa yang tak ingin dicintai oleh Allah SWT . Hal ini tentu sesuatu yang selalu diidam-idamkan oleh setiap hamba-Nya. Oleh karena itu Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita doa berikut ini bagi siapa saja yang ingin memohon cinta kepada Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mencintai-Mu, mencintai orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amal ibadah yang menyampaikan aku kepada cinta kepada-Mu. Ya Allah, jadikanlah cintaku kepada-Mu melebihi cintaku kepada diriku, keluargamu dan dari air yang dingin. (di padang yang tandus)"
Doa di atas adalah hadis diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. Ini merupakan doa yang sering dibaca oleh Nabi Daud . Rasulullah SAW setiap kali menuturkan tentang kisah Nabi Daud as selalu mengatakan, bahwa dia adalah manusia yang paling rajin beribadah.
Baca juga: Doa-doa Agar Diberi Kemudahan Rezeki
Asma` binti Rasyid ar-Ruwaisyid dalam buku berjudul "Ibadah Yang Paling Dicintai Allah" menyebut di antara rahmat Allah SWT dan hikmah-Nya, Dia menjadikan sarana yang menyampaikan kepada cinta dan ridha-Nya, dan Dia telah menjadikan untuk tujuan yang paling mulia lagi paling tinggi –yang dengan dariNya dan mencapai ridhaNya- menjadikan baginya beberapa sarana, yaitu beriman dan beramal saleh yang disyari’atkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya dan telah dijelaskan oleh Rasul-Nya.
Bahkan Islam dengan akidah dan hukum-hukumnya semua bertujuan merealisasikan ridha Allah dan dekat darinya. Firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. al-Maidah:35)
Dan maksud firman-Nya: ﴾ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَة ﴿ : carilah amal saleh yang menyampaikan kepada-Nya, yaitu semua amal ibadah yang hamba mendekatkan diri dengannya kepada Rabb-Nya, untuk mendapatkan cinta, rida dan dekat dengan-Nya.
Baca juga: Doa-doa Menghilangkan Rasa Sakit Hati
Tingkatan
Amal-amal saleh yang disyari’atkan, semuanya tidak berada dalam satu tingkatan dalam keutamaan dan disukai di sisi Allah, sekalipun semuanya pada dasarnya disukai dan dicintai oleh Allah. Akan tetapi baginya ada tingkatan yang berbeda dari sisi kecintaan Allah SWT.
Menurut Asma` binti Rasyid, manusia bervariasi dalam melaksanakan amal ibadah ini, semua itu menurut taufik Allah SWT kepadanya. Ini yang pertama-tama. Kemudian menurut kekuatan makrifahnya kepada Allah SWT, asma, sifat dan af’al-Nya.
Dan menurut pengetahuannya dengan keutamaan amal ibadah yang disyari’atkan, waktu-waktunya yang disyari’atan, dan yang dilarang darinya.
اللهم إني أسألك حبك وحب من يحبك وحب العمل الذي يبلغني حبك اللهم اجعل حبك أحب إلي من نفسي وأهلي ومن الماء البارد
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mencintai-Mu, mencintai orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amal ibadah yang menyampaikan aku kepada cinta kepada-Mu. Ya Allah, jadikanlah cintaku kepada-Mu melebihi cintaku kepada diriku, keluargamu dan dari air yang dingin. (di padang yang tandus)"
Doa di atas adalah hadis diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi. Ini merupakan doa yang sering dibaca oleh Nabi Daud . Rasulullah SAW setiap kali menuturkan tentang kisah Nabi Daud as selalu mengatakan, bahwa dia adalah manusia yang paling rajin beribadah.
Baca juga: Doa-doa Agar Diberi Kemudahan Rezeki
Asma` binti Rasyid ar-Ruwaisyid dalam buku berjudul "Ibadah Yang Paling Dicintai Allah" menyebut di antara rahmat Allah SWT dan hikmah-Nya, Dia menjadikan sarana yang menyampaikan kepada cinta dan ridha-Nya, dan Dia telah menjadikan untuk tujuan yang paling mulia lagi paling tinggi –yang dengan dariNya dan mencapai ridhaNya- menjadikan baginya beberapa sarana, yaitu beriman dan beramal saleh yang disyari’atkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya dan telah dijelaskan oleh Rasul-Nya.
Bahkan Islam dengan akidah dan hukum-hukumnya semua bertujuan merealisasikan ridha Allah dan dekat darinya. Firman Allah subhanahu wa ta’ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS. al-Maidah:35)
Dan maksud firman-Nya: ﴾ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَة ﴿ : carilah amal saleh yang menyampaikan kepada-Nya, yaitu semua amal ibadah yang hamba mendekatkan diri dengannya kepada Rabb-Nya, untuk mendapatkan cinta, rida dan dekat dengan-Nya.
Baca juga: Doa-doa Menghilangkan Rasa Sakit Hati
Tingkatan
Amal-amal saleh yang disyari’atkan, semuanya tidak berada dalam satu tingkatan dalam keutamaan dan disukai di sisi Allah, sekalipun semuanya pada dasarnya disukai dan dicintai oleh Allah. Akan tetapi baginya ada tingkatan yang berbeda dari sisi kecintaan Allah SWT.
Menurut Asma` binti Rasyid, manusia bervariasi dalam melaksanakan amal ibadah ini, semua itu menurut taufik Allah SWT kepadanya. Ini yang pertama-tama. Kemudian menurut kekuatan makrifahnya kepada Allah SWT, asma, sifat dan af’al-Nya.
Dan menurut pengetahuannya dengan keutamaan amal ibadah yang disyari’atkan, waktu-waktunya yang disyari’atan, dan yang dilarang darinya.
Lihat Juga :