Kisah Pasukan Daulah Abbasiyah Melawan Tentara China dalam Perang Talas
Kamis, 19 Desember 2024 - 18:37 WIB
loading...
A
A
A
Menurut al-Dhahabi, strategi Ziyad memanfaatkan orang-orang Turki Qurluq untuk memberontak terhadap Jendral Kao bernar-benar menghancurkan pasukan China.
Sementara, pasukan Ferghana memilih pergi dari pertempuran. Dalam kata-kata al-Dhahabi, “Tuhan menurunkan rasa takut ke dalam hati orang China". Para ahli sejarah dan militer terus memperdebatkan konsekuensi politik jangka panjang dari Pertempuran Talas.
Menurut mereka, China telah memainkan peran penting di Asia Tengah mulai Cekungan Tarim ketika ajaran Buddha, Zoroaster, Mani chaean, dan Kristen Nestorian memiliki pengaruh yang kuat walau hampir seluruhnya berada di bawah ke kuasaan Islam.
Segera setelah pertempuran Talas, dinasti Tang mulai kehilangan pengaruhnya di Asia Tengah, keadaan dalam negeri dinasti Tang yang buruk dan munculnya banyak pemberontakan membuat Dinasti Tang melemah pengaruhnya dan mulai kehilangan kekuatan serta kekuasaan.
Akibatnya seluruh pengiriman upeti bangsa Asia Tengah kepada Dinasti Tang dialihkan pengirimannya kepada bangsa Arab, Tibet, dan Uighur. Budaya Asia Tengah yang awalnya berkiblat pada budaya orientalis pun berubah pada budaya Arab.
Baca juga: Kisah Berdirinya Daulah Mamalik: Para Budak yang Mengakhiri Daulah Ayyubiyah di Mesir
Agama Islam mulai masuk dan menyebar segera setelah pertempuran selesai kepada bangsa-bangsa Asia Tengah khususnya Turki dan memberikan pengaruh yang kuat di budaya Asia Tengah, sampai saat ini agama Islam dianut oleh sebagian besar masyarakat Asia Tengah.
Hal lainnya, sistem pembuatan kertas yang berkembang di China mulai dikenal dalam dunia Islam. Ini bisa terjadi karena orang-orang China yang ahli dalam membuat kertas banyak yang ditawan dan dijadikan budak yang dikirimkan ke kota-kota besar Islam, sehingga dalam sekejap kota-kota besar seperti Baghdad, Kairo, dan Samarkand memproduksi kertas secara besar-besaran. Tiga abad kemudian orang-orang Eropa mengenal produksi kertas dari orang Arab lewat Perang Salib.
Sementara, pasukan Ferghana memilih pergi dari pertempuran. Dalam kata-kata al-Dhahabi, “Tuhan menurunkan rasa takut ke dalam hati orang China". Para ahli sejarah dan militer terus memperdebatkan konsekuensi politik jangka panjang dari Pertempuran Talas.
Menurut mereka, China telah memainkan peran penting di Asia Tengah mulai Cekungan Tarim ketika ajaran Buddha, Zoroaster, Mani chaean, dan Kristen Nestorian memiliki pengaruh yang kuat walau hampir seluruhnya berada di bawah ke kuasaan Islam.
Segera setelah pertempuran Talas, dinasti Tang mulai kehilangan pengaruhnya di Asia Tengah, keadaan dalam negeri dinasti Tang yang buruk dan munculnya banyak pemberontakan membuat Dinasti Tang melemah pengaruhnya dan mulai kehilangan kekuatan serta kekuasaan.
Akibatnya seluruh pengiriman upeti bangsa Asia Tengah kepada Dinasti Tang dialihkan pengirimannya kepada bangsa Arab, Tibet, dan Uighur. Budaya Asia Tengah yang awalnya berkiblat pada budaya orientalis pun berubah pada budaya Arab.
Baca juga: Kisah Berdirinya Daulah Mamalik: Para Budak yang Mengakhiri Daulah Ayyubiyah di Mesir
Agama Islam mulai masuk dan menyebar segera setelah pertempuran selesai kepada bangsa-bangsa Asia Tengah khususnya Turki dan memberikan pengaruh yang kuat di budaya Asia Tengah, sampai saat ini agama Islam dianut oleh sebagian besar masyarakat Asia Tengah.
Hal lainnya, sistem pembuatan kertas yang berkembang di China mulai dikenal dalam dunia Islam. Ini bisa terjadi karena orang-orang China yang ahli dalam membuat kertas banyak yang ditawan dan dijadikan budak yang dikirimkan ke kota-kota besar Islam, sehingga dalam sekejap kota-kota besar seperti Baghdad, Kairo, dan Samarkand memproduksi kertas secara besar-besaran. Tiga abad kemudian orang-orang Eropa mengenal produksi kertas dari orang Arab lewat Perang Salib.
(mhy)
Lihat Juga :