Haramnya Neraka bagi Seorang Muslim yang Mengamalkan Ibadah Ini

Kamis, 02 Januari 2025 - 09:09 WIB
loading...
Haramnya Neraka bagi...
Seorang muslim yang rutin melaksanakan salat sunnah sebelum dzuhur dan setelahnya, yakni 4 rakaat sebelum dzuhur dan 4 rakaat sesudah dzuhur, yang apabila diamalkan maka Allah Subahanahu wa taala mengharamkan neraka baginya. Foto ilustrasi/ist
A A A
Api neraka haram menyentuh seseorang yang mengamalkan ibadah seperti ini. Amal ibadah seperti apa ? Ternyata seorang muslim yang rutin melaksanakan amalan salat sunnah sebelum dzuhur dan setelahnya. Yakni, amalan 4 rakaat sebelum dzuhur dan 4 rakaat sesudah dzuhur, yang apabila diamalkan maka Allah Subahanahu wa ta'ala mengharamkan neraka baginya.

Apa dalilnya? Dari ‘Ummu Habibah Radhiyallahu ‘Anha meriwayatkan bahwasannya ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

منْ حَافظَ عَلى أَرْبَعِ ركعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ، وَأَرْبعٍ بَعْدَهَا، حَرَّمهُ اللَّه عَلَى النَّارَ


“Barangsiapa yang senantiasa menjaga empat rakaat sebelum dzuhur dan 4 rakaat setelahnya, Allah akan mengharamkan neraka atasnya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al-Albani)

Dikutip dari kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid, karya Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr yang telah diterjemahkan Ustadz Iqbal Gunawan, M.A, dijelaskan, amalan salat sunnah sebelum dan sesudah salat dzuhur ini, menunjukkan besarnya pahala dan keutamaan bagi orang yang dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menjaga empat rakaat sebelum dzuhur dan empat rakaat setelahnya.

Dan bahwasanya barangsiapa yang menjaga salat sunnah rawatib ini Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengharamkan jasadnya dari neraka dan ia akan dimasukkan ke dalam surga.

Ummu Habibah Radhiyallahu ‘Anha juga meriwayatkan bahwasanya beliau mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَا مِنْ عبْدٍ مُسْلِم يُصَلِّي للَّهِ تَعَالى كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عشْرةَ رَكْعَةً تَطوعًا غَيْرَ الفرِيضَةِ، إِلاَّ بَنَى اللَّه لهُ بَيْتًا في الجَنَّةِ


“Tidaklah seorang muslim salat ikhlas kepada Allah Ta’ala setiap hari 12 rakaat sunnah (yang tidak wajib), kecuali Allah bangunkan untuknya rumah di surga.” (HR.Muslim)

Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan keutamaan salat-salat sunnah rawatib. Yaitu salat-salat sunnah yang berkaitan dengan salat lima waktu yang wajib. Dan jumlahnya sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis tadi adalah sebanyak 12 rakaat.

Imam At-Tirmidzi Rahimahullah juga meriwayatkan hadis yang mirip dengan apa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan beliau menambahkan tambahan yang menjelaskan tentang sunah-sunah rawatib tersebut. Dalam riwayat At-Tirmidzi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ المَغْرِبِ ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ العِشَاءِ ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الْفَجْرِ


“4 rakaat sebelum dzuhur, 2 rakaat setelahnya, 2 rakaat setelah maghrib, 2 rakaat setelah isya, dan 2 rakaat sebelum salat fajar.” (HR. At-Tirmidzi)

Dari kedua hadis yang shahih ini dan tidak ada kontradiksi antara keduanya. Bahkan para ulama menjelaskan bahwa perkara salat sunnah setelah dzuhur ini adalah luas. Dan bahwasannya salat ba’diyah dzuhur bisa dikerjakan lebih sedikit, juga bisa dikerjakan lebih banyak rakaatnya. Barangsiapa yang shalat hanya 2 rakaat, maka berarti dia telah melaksanakan sunnah dan barangsiapa yang melaksanakan 4 rakaat berarti dia telah melaksanakan yang lebih sempurna dan lebih afdhal.

Maka seyogyanya bagi setiap muslim untuk senantiasa memperhatikan dan menjaga shalat setelah dzuhur 2 rakaat dan senantiasa menjaganya dan apabila dia tambah 4 rakaat, maka ini lebih sempurna dan lebih baik.

40 Rakaat Sehari Semalam

Jumlah salat wajib itu ada 17 rakaat. Kemudian ditambah 12 rakaat salat sunnah rawatib yang disebutkan dalam hadis Ummu Habibah Radhiyallahu ‘Anha. Maka jumlahnya semua menjadi 29 rakaat. Kemudian jika ditambahkan lagi dengan salat lail yang jumlahnya 11 rakaat, bahkan seandainya seseorang ketiduran dari salat lail maka hendaklah ia melaksanakan salat tersebut pada waktu dhuha dan tidak menutupnya dengan witir tetapi melaksanakannya dengan sempurna. Yaitu tidak di witir dengan 12 rakaat, maka dalam sehari semalam ia akan salat sebanyak 40 rakaat.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata tentang 40 rakaat ini, maka jumlah salat wajib, shalat sunnah dalam sehari semalam sekitar 40 rakaat. Ibnu Qayyim Rahimahullah juga mengatakan bahwa 40 rakaat ini adalah salat yang senantiasa dijaga oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (baik itu yang wajib maupun yang sunnah, juga termasuk qiyamul lail dan witir}.

Ibnul Qayyim Rahimahullah juga mengatakan bahwa seyogyanya bagi seorang hamba untuk senantiasa menjaga wirid ini sampai ia meninggal. Karena sungguh betapa cepat pintu akan terbuka bagi orang yang senantiasa mengetuknya 40 kali sehari semalam dan hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.

Baca juga: Berapa Jumlah Rakaat Salat Sunnah Rawatib? Simak Penjelasannya!

(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menjaga Kemabruran Haji:...
Menjaga Kemabruran Haji: Inilah Amalan setelah Pulang dari Tanah Suci
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
5 Amalan Sunnah di Bulan...
5 Amalan Sunnah di Bulan Zulkaidah, Jangan Dilalaikan!
4 Amalan yang Besar...
4 Amalan yang Besar Pahalanya di Hari Raya Idulfitri, Cek Penjelasannya di Sini!
Sunnah Idulfitri, Tempuh...
Sunnah Idulfitri, Tempuh Jalan Berbeda Setelah Salat Ied
11 Sunnah di Hari Lebaran,...
11 Sunnah di Hari Lebaran, Jangan Lupa Amalkan!
Rekomendasi
Ketika AI Mulai Melakukan...
Ketika AI Mulai Melakukan Penelitian Ilmiah, Gimana dengan Ilmuwan?
Patung Sphinx yang Terkubur...
Patung Sphinx yang Terkubur di California Ternyata Properti Peninggalan Film Bisu
5 Fenomena Alam Teraneh...
5 Fenomena Alam Teraneh di Dunia, Ada yang Terjadi di Indonesia
Artikel Terkini
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Tasyabbuh dengan...
Jangan Tasyabbuh dengan Tahun Baru Masehi, Ini Adab Menyambut 1 Muharram Menurut Ulama
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam, Baca sebelum Maghrib Nanti!
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved