Mengenal Masjidil Aqsa, Saksi Bisu Perjalanan Isra Mikraj Rasulullah SAW
Senin, 20 Januari 2025 - 10:49 WIB
loading...
A
A
A
Pada renovasi pertama pada 1922 itu, meliputi penguatan fondasi kuno masjid Umayyah, penggantian balok-balok, hingga penggantian tiang kayu di ruangan tengah dengan tiang beton. Namun, kerusakan hebat kembali terjadi akibat gempa bumi tahun 1927 dan 1937, tetapi masjid itu diperbaiki kembali pada tahun 1938 dan 1942.
Kini Masjidil Al-Aqsa berbentuk persegi panjang dengan luas 36 hektare dan dapat menampung 5.000 jamaah. Di depan bangunan masjid yang masih di Kompleks Baitul Maqdis terdapat bangunan kubah warna hijau yang dikenal sebagai Qubbatush Sakhra atau Dome of Rock.
Bangunan kubah ini untuk melindungi batu hitam Sakhrah Muqaddasah yang menjadi pijakan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam saat menuju Sidratul Muntaha. Dome of Rock memamerkan arsitektur Bizantium yang terbuat dari kayu berlapis enamel. Di bawah kubah terdapat kapel atau musala yang terletak di bagian selatan masjid.
Selain itu, fasad masjid memiliki bangunan pagar langkan berupa lorong-lorong beratap (arkade) dengan tiang-tiang kolom kecil. Terdapat empat belas lengkungan batu di sepanjang fasad, sebagian besar bergaya Romantik.
Sementara bagian dalam masjid terdapat tujuh lorong dengan ruang yang ditunjang oleh tiang-tiang melengkung. Setiap ruangan memiliki 45 tiang kolom, 33 di antaranya terbuat dari marmer putih dan 12 lainnya dari batu. Ada pula mosaik dan prasasti yang dibangun menghadap pintu masuk utama dekat kubah.
Masjidil Aqsa kini menjadi bagian penting dari sejarah Islam dan salah satu simbol kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala. Turis harus berpakaian sopan, dan wanita wajib menutup auratnya. Sepatu tidak diperbolehkan di dalam masjid, melainkan dibiarkan di luar rak atau karpet.
Baca juga: Kisah Khalifah Umar bin Khattab Membangun Masjid Al Aqsa
Kini Masjidil Al-Aqsa berbentuk persegi panjang dengan luas 36 hektare dan dapat menampung 5.000 jamaah. Di depan bangunan masjid yang masih di Kompleks Baitul Maqdis terdapat bangunan kubah warna hijau yang dikenal sebagai Qubbatush Sakhra atau Dome of Rock.
Bangunan kubah ini untuk melindungi batu hitam Sakhrah Muqaddasah yang menjadi pijakan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam saat menuju Sidratul Muntaha. Dome of Rock memamerkan arsitektur Bizantium yang terbuat dari kayu berlapis enamel. Di bawah kubah terdapat kapel atau musala yang terletak di bagian selatan masjid.
Selain itu, fasad masjid memiliki bangunan pagar langkan berupa lorong-lorong beratap (arkade) dengan tiang-tiang kolom kecil. Terdapat empat belas lengkungan batu di sepanjang fasad, sebagian besar bergaya Romantik.
Sementara bagian dalam masjid terdapat tujuh lorong dengan ruang yang ditunjang oleh tiang-tiang melengkung. Setiap ruangan memiliki 45 tiang kolom, 33 di antaranya terbuat dari marmer putih dan 12 lainnya dari batu. Ada pula mosaik dan prasasti yang dibangun menghadap pintu masuk utama dekat kubah.
Masjidil Aqsa kini menjadi bagian penting dari sejarah Islam dan salah satu simbol kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala. Turis harus berpakaian sopan, dan wanita wajib menutup auratnya. Sepatu tidak diperbolehkan di dalam masjid, melainkan dibiarkan di luar rak atau karpet.
Baca juga: Kisah Khalifah Umar bin Khattab Membangun Masjid Al Aqsa
(wid)
Lihat Juga :