Kisah Khalifah Umar bin Khattab Membangun Masjid Al Aqsa
Minggu, 09 Juni 2024 - 14:41 WIB
loading...
Umar mengalihkan kiblat ke Kakbah dan bukan ke Batu yang ada di depannya, karena Kakbah merupakan kiblat umat Islam. Foto/Ilustrasi: Arab News
A
A
A
Kisah Khalifah Umar bin Khattab membangun masjid , begitu umat Islam menguasai Palestina diceritakan Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Al-Faruq Umar" yang diterjemahkan Ali Audah menjadi "Umar bin Khattab, Sebuah teladan mendalam tentang pertumbuhan Islam dan Kedaulatannya masa itu" (PT Pustaka Litera AntarNusa, 2000).
Haekal menyebut, setiap Muslim memasuki suatu tempat, mereka harus membangun sebuah masjid. Khalifah Umar bin Khattab pernah menolak ajakan Uskup Baitulmaqdis Severinus untuk menunaikan salat di Gereja Anastasis. Umar menolak dan ia salat di dekat Batu Yakub di reruntuhan Kuil.
Di tempat ini ia membangun sebuah mesjid yang sangat sederhana seperti mesjid yang dibangun Nabi di Madinah setibanya di sana.
Ibn Katsir menyebutkan bahwa Umar meminta pendapat Ka'bul Ahbar, di tempat di mana ia salat. Ka'b al-Ahbar ini orang Yahudi yang sudah masuk Islam.
Baca juga: Kisah Khalifah Umar Bebaskan Baitul Maqdis, Palestina Aman dan Damai
Ia berkata kepada Umar: Kalau Anda mau menerima saran saya, sebaiknya Anda salat di belakang Batu itu, maka seluruh Quds di depan Anda.
Akan tetapi Umar berkata: "Anda sudah meniru ajaran Yahudi. Tidak! Saya akan salat di tempat Rasulullah SAW dulu salat."
Tetapi menurut sumber Tabari, ketika Umar bertanya kepada Ka'b: "Menurut pendapat Anda di mana sebaiknya kita mendirikan musala?"
Dijawab oleh Ka'b: "Menghadap ke Batu itu."
Tetapi kata Umar: "Ka'b, Anda sudah meniru ajaran Yahudi. Saya sudah melihat Anda dan cara Anda membuka alas kaki. Tidak! Akan kita buat kiblat itu bagian depan, seperti dilakukan oleh Rasulullah, kiblat mesjid-mesjid kita di depan. Kita tidak diperintahkan menghadap ke Batu, tetapi perintah itu menghadap ke Kakbah."
Haekal menyebut, setiap Muslim memasuki suatu tempat, mereka harus membangun sebuah masjid. Khalifah Umar bin Khattab pernah menolak ajakan Uskup Baitulmaqdis Severinus untuk menunaikan salat di Gereja Anastasis. Umar menolak dan ia salat di dekat Batu Yakub di reruntuhan Kuil.
Di tempat ini ia membangun sebuah mesjid yang sangat sederhana seperti mesjid yang dibangun Nabi di Madinah setibanya di sana.
Ibn Katsir menyebutkan bahwa Umar meminta pendapat Ka'bul Ahbar, di tempat di mana ia salat. Ka'b al-Ahbar ini orang Yahudi yang sudah masuk Islam.
Baca juga: Kisah Khalifah Umar Bebaskan Baitul Maqdis, Palestina Aman dan Damai
Ia berkata kepada Umar: Kalau Anda mau menerima saran saya, sebaiknya Anda salat di belakang Batu itu, maka seluruh Quds di depan Anda.
Akan tetapi Umar berkata: "Anda sudah meniru ajaran Yahudi. Tidak! Saya akan salat di tempat Rasulullah SAW dulu salat."
Tetapi menurut sumber Tabari, ketika Umar bertanya kepada Ka'b: "Menurut pendapat Anda di mana sebaiknya kita mendirikan musala?"
Dijawab oleh Ka'b: "Menghadap ke Batu itu."
Tetapi kata Umar: "Ka'b, Anda sudah meniru ajaran Yahudi. Saya sudah melihat Anda dan cara Anda membuka alas kaki. Tidak! Akan kita buat kiblat itu bagian depan, seperti dilakukan oleh Rasulullah, kiblat mesjid-mesjid kita di depan. Kita tidak diperintahkan menghadap ke Batu, tetapi perintah itu menghadap ke Kakbah."
Lihat Juga :