Kisah Alqamah, Sahabat Nabi yang Mendahulukan istri daripada Ibunya

Selasa, 17 Juni 2025 - 20:43 WIB
loading...
Kisah Alqamah, Sahabat...
KISAH Alqamah, seorang sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam yang selalu mendahulukan istri daripada ibunya sendiri ini, banyak mengandung hikmah dan pelajaran penting bagi umat Muslim. Foto ilustrasi/youtube
A A A
Kisah Alqamah, seorang sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam yang selalu mendahulukan istri daripada ibunya sendiri ini, banyak mengandung hikmah dan pelajaran penting bagi umat Muslim.

Seperti apa kisahnya? Disarikan dari kitab Qashash Ash Shahabah wa as shalihin, karya Imam Mutawalli asy Sya’rawi hlm 142-143, seperti dilansir islam.co, berikut rangkaian kisah sahabat Alqamah tersebut:

Alkisah pada suatu hari Alqamah sedang sakit parah. Ia menyuruh istrinya menemui nabi. Singkat cerita, ia ditemui baginda Rasulullah SAW, lalu beliau mengutus tiga orang; Ammar, Bilal dan Shahib untuk menemui Alqamah.

“Tolong sampaikan pada mereka, suruhlah mereka menuntun (mentalqin) Alqamah supaya dia bersyahadah (membaca La ilaha illallah),” pesan Rasul.

Ketiga sahabat itu berangkat menuju kediaman. Setelah sampai, mereka mendapati Alqamah dalam kondisi detik-detik nafas terakhir. Lalu, dituntunlah untuk bersyahadah. Sayangnya, Alqamah tak mampu mengucapkannya. Mereka pun pulang dan mengadu kepada Rasul.

“Apakah di antara kedua orang tuanya ada yang masih hidup?” Tanya Rasul.

“Oh, iya Rasul. Dia mempunyai ibu yang sudah tua renta.”

Lalu Nabi Muhammad menyuruh salah seorang sahabat untuk menemui nenek tersebut. Perempuan itu datang dan mengucapkan salam. Tak lama Rasulullah menemuinya dan mulai bercakap-cakap.

“Wahai Ibu Alqamah, berbicaralah dengan jujur, bila kamu bohong, maka akan datang wahyu dari Allah yang akan menceritakan apa sesungguhnya yang terjadi. Bagaimana keadaan anakmu Alqamah?”

Wanita tua itu menjawab “Ya Rasulullah, dia itu orang yang banyak melakukan salat, banyak berpuasa dan rajin bersedekah.”

“Lalu bagaimana hubunganmu dengannya?” tanya Rasul

“Duhai Baginda Nabi, aku sangat membencinya.”

“Kenapa?”

Perempuan itu terdiam sejenak. Lalu mulai meneruskan perkataannya,”Dia selalu mendahulukan urusan istrinya dari pada aku.”

Rasulullah kemudian bersabda,”Jika ibunya Alqamah ini membenci anaknya, maka lisan Alqamah akan tertutup untuk bisa bersyahadah.”

Hai Bilal, begitu kata Nabi melanjutkan sabdanya,”Pergilah! Tolong aku dicarikan kayu bakar yang banyak!

Mendengar Rasul berkata demikian, ibunya Alqamah bertanya pada Nabi “Lho, anda mau melakukan apa Ya Rasul?”

“Aku akan bakar anakmu dalam bara api”

“Wahai Rasul, bagaimanapun pula, ia adalah anakku. Aku tidak sampai hati jika ia dibakar dalam bara api”

“Nah, bagini Bu, siksa Allah itu lebih pedih dan kekal, sedangkan api dunia lebih ringan dari pada api akhirat. Jika sekarang anda ingin Allah mengampuninya, berilah keridlaanmu kepada dia. Demi Dzat yang mana pribadiku dalam genggamannya, Salatnya Alqamah, begitu pula puasa dan sedekahnya tak akan ada manfaatnya sekali selama anda membencinya” tegas Rasulullah

“Ya Rasul, aku memberi kesaksian kepada Allah, malaikat dan semua orang islam yang hadir di sini, bahwa aku telah meridhainya atas anakku Alqamah,”

Mendengar demikian, Rasul mengutus Bilal “Bilal, pergilah kamu, lihatlah Alqamah di sana, apakah ia sudah benar-benar mampu bersyahadah “La ilaha illallah” ataukah belum? Barangkali ibunya Alqamah ini berbicara namun tidak sesuai dengan hatinya karena ia malu denganku!”

Bilal berangkat, dia mendengar sendiri dari mulut Alqamah, ia bisa mengucap syahadat sebelum ajalnya. Alqamah meninggal di hari itu juga. Rasulullah kemudian melayat, mendatangi jenazahnya, mengafani dan menyalatinya. Beliau kemudian berdiri di atas kuburan Alqamah seraya bersabda: “Wahai para sahabat Muhajirin dan Anshar. Barang siapa lebih mengutamakan istrinya, mengalahkan ibunya, maka ia pasti akan mendapat laknat Allah, para malaikat dan semua manusia. Allah tidak akan menerima sedekah dan keadilan orang itu kecuali jika ia bertaubat kepada Allah azza wa jalla serta ia kemudian berbaik budi lalu meminta ridlanya.”

Rasulullah menutup sabdanya dengan kalimat “Ridhanya Allah tergantung pada ridha ibu, sedang kebencian Allah juga tergantung pada kebencian ibu”

Setelah selesai, Rasulullah kemudian naik ke atas minbar yang terdiri dari tiga anak tangga. Setiap naik satu anak tangga, beliau berkata “amin” hingga naik satu tangga lagi “amin” sampai yang ketiga.

Baginda Nabi kemudian menjelaskan alasan beliau mengucapkan “amin” yang baru saja dilakukan. “(Baru saja) Jibril AS datang kepadaku. Dia berkata “Hai Muhammad, sungguh celaka apabila ada orang yang menemukan bulan Ramadan sedangkan ada orang yang sampai-sampainya dosa yang ia miliki tidak diampuniNya”

Usai mengatakan itu, Jibril menyuruh Nabi “Katakan : Amin” lalu aku menurut berkata “Aamin.”

Jibril mengatakan “Sungguh celaka bagi orang yang mendapati orang tuanya di masa tua rentanya, namun bisa-bisa ada anak yang sampai tidak masuk sorga bersama kedua orang tuanya” Katakan “aamin”, lalu Rasul menuruti saran Jibril, kemudian aku berkata “amin.”

Jibril juga mengatakan “Celaka bagi orang yang disebutkan namanya di sisinya, namun orang itu tidak membacakan shalawat kepadamu” Katakan (Muhammad) “amin” lalu Nabi menurut dan berkata “amin”.

Demikian kisah seorang sahabat Nabi SAW Alqamah, meski dia sangat saleh, namun menemui kesulitan mengucapkan syahadat ketika sakaratul mautnya, gara-gara ia tidak memedulikan ibunya dan lebih mengutamakan istrinya dahulu. Semoga umat muslim bisa mengambil hikmah dan ibrahnya dari kisah ini. Wallahu A'lam

Baca juga: Kisah Abdurrahman bin Auf: Sahabat Bertangan Emas yang Kaya Raya dan Dermawan
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Rekomendasi
Rumus Matematika yang...
Rumus Matematika yang Memprediksi Akhir Umat Manusia Terpecahkan
10 Tsunami Terbesar...
10 Tsunami Terbesar Setinggi Puluhan Meter yang Pernah Terjadi
Harta Karun Pembawa...
Harta Karun Pembawa Kutukan Paling Mematikan di Dunia
Artikel Terkini
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Sakral bagi Syiah? Jejak Berdarah Tragedi Karbala
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Infografis
7 Ilmuwan Islam Paling...
7 Ilmuwan Islam Paling Berpengaruh Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved