12 Adab dan Akhlak Seorang Muslimah yang Penting Diketahui
Rabu, 10 September 2025 - 19:26 WIB
loading...
A
A
A
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18).
Maimun bin Mahran rahimahullah berkata:
“Tidaklah seorang hamba menjadi bertaqwa sampai dia melakukan muhasabah atas dirinya lebih keras daripada seorang teman kerja yang pelit yang membuat perhitungan dengan temannya”.
Dahulu para ulama sebelum tidur mereka melakukan muhasabah terlebih dahulu. Jika mereka melakukan kesalahan entah disengaja atau tidak, mereka bisa langsung memperbaikinya. Dan hal itu juga berguna untuk melihat kadar ketaqwaan kita, agar dihari esoknya kita dapat melakukan hal yang lebih baik lagi.
“Dan sesungguhnya Allah mewahyukan padaku untuk memiliki sifat tawadhu’. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan melampaui batas pada yang lain.” (HR. Muslim no. 2865).
Akantetapi sungguh disayangkan bagi kaum muslimah dinegri ini, sebagian mereka menganggap bahwa mereka lebih baik dari yang lainnya hanya kerena Allah telah memberikan hidayah kepada mereka. Sehingga merekapun telah memakai hijab. Akantetapi mereka menganggap wanita yang lain lebih rendah darinya. Sehingga mereka tidak mau berbicara atau bahkan menegur sapa wanita yang masih belum memakai hijab yang syar’i. banyak kejadian yang seperti ini. Sehingga wanita yang sebelumnya ingin belajar mengenai islam, malah mengurungkan niatnya karena hal tersebut.
Maka bagi wanita muslimah yang Allah telah berikan hidayah Nya kepada mereka, hendaklah bersikap baik kepada wanita yang lainnya sesuai apa yang Allah perintahkan. Harusnya kita menarik mereka kedalam hidayah bukan menjauhkan mereka dari hidayah.
“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan di muka bumi” (HR. Tirmidzi no.1085. Al Albani berkata dalam Shahih At Tirmidzi bahwa hadits ini hasan lighairihi).
Jika qoddarullah mendapatkan suami yang kurang baik, maka perbaikilah dengan selalu menasehatinya.
Maimun bin Mahran rahimahullah berkata:
لَا يَكُوْنُ الْعَبْدُ تَقِيًّا حَتَّى يَكُوْنَ لِنَفْسِهِ أَشَدُّ مُحَاسَبَةً مِنَ الشَّرِيْكِ الشَّحِيْحِ لِشَرِيْكِهِ
“Tidaklah seorang hamba menjadi bertaqwa sampai dia melakukan muhasabah atas dirinya lebih keras daripada seorang teman kerja yang pelit yang membuat perhitungan dengan temannya”.
Dahulu para ulama sebelum tidur mereka melakukan muhasabah terlebih dahulu. Jika mereka melakukan kesalahan entah disengaja atau tidak, mereka bisa langsung memperbaikinya. Dan hal itu juga berguna untuk melihat kadar ketaqwaan kita, agar dihari esoknya kita dapat melakukan hal yang lebih baik lagi.
6.Tawadhu’
Dalam sebuah hadis, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَىَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلاَ يَبْغِى أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ
“Dan sesungguhnya Allah mewahyukan padaku untuk memiliki sifat tawadhu’. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan melampaui batas pada yang lain.” (HR. Muslim no. 2865).
Akantetapi sungguh disayangkan bagi kaum muslimah dinegri ini, sebagian mereka menganggap bahwa mereka lebih baik dari yang lainnya hanya kerena Allah telah memberikan hidayah kepada mereka. Sehingga merekapun telah memakai hijab. Akantetapi mereka menganggap wanita yang lain lebih rendah darinya. Sehingga mereka tidak mau berbicara atau bahkan menegur sapa wanita yang masih belum memakai hijab yang syar’i. banyak kejadian yang seperti ini. Sehingga wanita yang sebelumnya ingin belajar mengenai islam, malah mengurungkan niatnya karena hal tersebut.
Maka bagi wanita muslimah yang Allah telah berikan hidayah Nya kepada mereka, hendaklah bersikap baik kepada wanita yang lainnya sesuai apa yang Allah perintahkan. Harusnya kita menarik mereka kedalam hidayah bukan menjauhkan mereka dari hidayah.
7.Mencari suami yang baik
Dari Abu Hatim Al Muzanni radhiallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,إذا جاءَكم مَن ترضَونَ دينَه وخُلقَه فأنكِحوهُ ، إلَّا تفعلوا تَكن فتنةٌ في الأرضِ وفسادٌ
“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan di muka bumi” (HR. Tirmidzi no.1085. Al Albani berkata dalam Shahih At Tirmidzi bahwa hadits ini hasan lighairihi).
Jika qoddarullah mendapatkan suami yang kurang baik, maka perbaikilah dengan selalu menasehatinya.
8.Bersabar dalam menghadapi ujian dari Allah
Ujian Allah itu pasti. Allah berfirman :Lihat Juga :