12 Jenis Puasa Wajib dan Sunnah dalam Islam
Sabtu, 19 April 2025 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
"Hari ini adalah hari Asyura dan kalian tidak diwajibkan puasa pada hari ini. Sedangkan aku sekarang berpuasa pada hari ini. Siapa yang menghendaki, dia boleh berpuasa, dan siapa yang menghendaki dia boleh tidak berpuasa." (HR Bukhari dan Muslim)
Sementara itu, keutamaan puasa Asyura juga disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Abu Qatadah RA: "Dan puasa pada hari Asyura dapat menghapuskan dosa tahun yang lalu." (HR Muslim, Ahmad, An-Nasai, Ibnu Majah, dan Abu Dawud)
Kemudian Nabi Saw bersabda, "Seandainya usiaku masih sampai pada tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari ke sembilan (Tasu'a)." (HR Ahmad dan Muslim)
Ibnu Abbas Ra mengatakan bahwa belum sampai pada tahun depan, Nabi Saw telah wafat. Namun melalui hadits tersebut, beliau menganjurkan untuk berpuasa pada 9 Muharram.
Beliau bersabda, "Itu adalah bulan yang diabaikan oleh orang-orang, yaitu antara bulan Rajab dengan Ramadhan. Padahal pada bulan itu amal-amal diangkat dan dihadapkan kepada Tuhan. Maka, aku sangat menginginkan amalku diangkat sementara aku dalam keadaan berpuasa." (HR Abu Dawud dan Nasai)
Nabi SAW menuturkan, "Berpuasalah pada (sebagian) bulan haram, lalu tinggalkanlah. Berpuasalah pada (sebagian) bulan haram, lalu tinggalkanlah. Dan berpuasalah pada (sebagian) bulan haram, lalu tinggalkanlah." (HR Nasai, Ahmad, dan Ibnu Khuzaimah)
Itulah macam-macam puasa yang wajib diketahui oleh umat Islam. Semoga dengan mengetahui jenis-jenis puasa beserta keutamaannya dalam Islam, dapat semakin meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Swt. Aamiin.
Baca juga: Hadis Arbain: Rukun Islam, Iman dan Ihsan
Sementara itu, keutamaan puasa Asyura juga disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Abu Qatadah RA: "Dan puasa pada hari Asyura dapat menghapuskan dosa tahun yang lalu." (HR Muslim, Ahmad, An-Nasai, Ibnu Majah, dan Abu Dawud)
10. Puasa Tasu'a
Rasulullah Saw mensyariatkan umat Islam untuk berpuasa di hari Asyura, dan umatnya berkata, "Wahai Rasulullah, hari ini merupakan hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani." –Kemudian Nabi Saw bersabda, "Seandainya usiaku masih sampai pada tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari ke sembilan (Tasu'a)." (HR Ahmad dan Muslim)
Ibnu Abbas Ra mengatakan bahwa belum sampai pada tahun depan, Nabi Saw telah wafat. Namun melalui hadits tersebut, beliau menganjurkan untuk berpuasa pada 9 Muharram.
11. Puasa di Bulan Syaban
Dalam riwayat Aisyah Ra, "Aku tidak melihat Rasulullah Saw menyempurnakan puasa dalam satu bulan, kecuali bulan Ramadhan. Dan aku tidak melihat beliau memperbanyak puasa dalam suatu bulan, kecuali bulan Syaban." (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Nasai, dan Malik)Beliau bersabda, "Itu adalah bulan yang diabaikan oleh orang-orang, yaitu antara bulan Rajab dengan Ramadhan. Padahal pada bulan itu amal-amal diangkat dan dihadapkan kepada Tuhan. Maka, aku sangat menginginkan amalku diangkat sementara aku dalam keadaan berpuasa." (HR Abu Dawud dan Nasai)
12. Puasa di Bulan Haram
Bulan haram adalah bulan-bulan yang dimuliakan, ini karena terdapat bulan Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab yang dianjurkan untuk berpuasa sunnah.Nabi SAW menuturkan, "Berpuasalah pada (sebagian) bulan haram, lalu tinggalkanlah. Berpuasalah pada (sebagian) bulan haram, lalu tinggalkanlah. Dan berpuasalah pada (sebagian) bulan haram, lalu tinggalkanlah." (HR Nasai, Ahmad, dan Ibnu Khuzaimah)
Itulah macam-macam puasa yang wajib diketahui oleh umat Islam. Semoga dengan mengetahui jenis-jenis puasa beserta keutamaannya dalam Islam, dapat semakin meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Swt. Aamiin.
Baca juga: Hadis Arbain: Rukun Islam, Iman dan Ihsan
(wid)
Lihat Juga :