Doa Setelah Tarawih Muhammadiyah

Jum'at, 28 Februari 2025 - 13:16 WIB
loading...
Doa Setelah Tarawih...
Umumnya, warga Muhammadiyah melakukan salat Tarawih tidak lebih dari 11 rakaat, yang terdiri dari 4 rakaat yang dikerjakan sebanyak 2 kali. Foto ilustrasi/SINDOnews
A A A
Doa setelah Tarawih Muhammadiyah ini, umumnya dilakukan kalangan Muhammadiyah setelah melaksanakan Salat Tarawih di Bulan Ramadan. Umumnya, warga Muhammadiyah melakukan salat Tarawih tidak lebih dari 11 rakaat, yang terdiri dari 4 rakaat yang dikerjakan sebanyak 2 kali.

Tahap terakhir adalah menutupnya dengan salat Witir 3 rakaat. Apabila diakumulasi, total rakaat salat Tarawih Muhammadiyah adalah 11 rakaat. Sebelas rakaat salat Tarawih Muhammadiyah dapat dikerjakan dengan formasi 4-4-3, yaitu 2 salat Tarawih empat rakaat dan 1 salat Witir 3 rakaat.

Pola lain juga bisa diterapkan untuk melaksanakan Salat Tarawih , seperti 2-2-2-2-2-1, yang berarti salat dua rakaat sekali salam dilakukan sebanyak 5 kali, dipungkasi dengan 1 rakaat salat Witir.

Bacaan Doa Setelah Salat Tarawih

Berdasarkan laman Muhammadiyah.or.id, bacaan doa setelah salat Tarawih versi Muhammadiyah telah dibahas dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT) tentang Salat Tathawwu’. Selain itu, bacaan tersebut juga muncul dalam buku Tuntunan Ramadhan susunan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 2012.

Mengacu pada refrensi di atas, berikut adalah bacaan doa setelah salat Tarawih versi Muhammadiyah, tepatnya saat dibaca usai salat Witir:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ


Latin: "Subhanal malikil quddus"

Artinya: “Maha suci Allah yang Maha Merajai dan yang Maha Bersih” (3x)

Jika sudah membaca wirid di atas, lanjut membaca doa berikut ini:

رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ


Latin: "Rabbil malaikati war-ruh"

Artinya: “Yang menguasai para malaikat dan Ruh/Jibril” (1x)

Baca juga: Bacaan Doa Setelah Salat Tarawih dan Witir Lengkap Beserta Artinya

Bacaan doa setelah salat Tarawih versi Muhammadiyah di atas berlandaskan pada sebuah hadis riwayat berikut ini:

“Dari Ubay bin Ka’ab Adalah Rasulullah saw ketika salat witir membaca surat ‘Sabbihisma rabbikal a’la’ (al-A’la), dan surat ‘Qul ya ayyuhal kafirun’ (al-Kafirun) dan surat ‘Qul huwallahu ahad’ (al-Ikhlas). Kemudian, apabila telah selesai mengucapkan salam, beliau membaca ’Subhanal malikil quddus’ tiga kali.” [H.R. an-Nasa’i dalam Sunan an-Nasa’i no.1729, Kitab Qiyamu al-Lail wa tatawwu’u an-Nahar, Bab Nau’un Akharun min al-Qira’ati fi al-Witri].

Susunan doa di atas bisa dibaca setelah menyelesaikan salat Tarawih, yang biasa dikerjakan kalangan Muhammadiyah sebanyak 11 rakaat.

Bila dibandingkan dengan NU, susunan doa setelah salat Tarawih cenderung berbeda. Kalangan muslim NU memiliki bacaan doa pada setiap salat witir yang dikerjakan.

Selepas membaca doa usai salat witir, doa Subhānal malikil quddūs baru dibaca. Namun, bagian tersebut dilanjutkan dengan bacaan doa yang berbeda dari Muhammadiyah, yaitu Subbūhun, quddūsun, rabbunā wa rabbul malā’ikati war rūh, yang berarti “Suci dan qudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Jibril”. Wallahu A'lam

Baca juga: Niat Salat Tarawih 4 Rakaat Sekali Salam, Lengkap untuk Imam hingga Makmum
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Gelar Salat Idulfitri...
Gelar Salat Idulfitri 1447 H, Gedung PP Muhammadiyah Menteng Dipadati Jemaah
Muhammadiyah Tetapkan...
Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 2026 pada Jumat 20 Maret
Dukung Pendidikan Diri...
Dukung Pendidikan Diri di Bulan Ramadan, Sinar Mas Wakafkan 1.000 Mushaf Al-Qur'an
Bacaan Kamilin, Doa...
Bacaan Kamilin, Doa Setelah Salat Tarawih Lengkap dengan Dalilnya
Sejarah Salat Tarawih...
Sejarah Salat Tarawih 20 Rakaat, Simak Ulasannya di Sini!
Panduan Salat Tarawih...
Panduan Salat Tarawih 11 Rakaat dan 23 Rakaat, Kaum Muslim Wajib Tahu
Rekomendasi
Dinding Es Raksaa A23a...
Dinding Es Raksaa A23a Terdeteksi Akan Menghantam Inggris
Bangkai Pesawat Perang...
Bangkai Pesawat Perang Dunia II Ditemukan Terkubur di Ukraina
Fenomena Alam Pusaran...
Fenomena Alam Pusaran Air Menari Terjadi di Italia
Artikel Terkini
Hukum Menikah di Bulan...
Hukum Menikah di Bulan Safar, Benarkah Membawa Sial? Ini Dalil dan Penjelasan Ulama
Ketika Salah Kiblat,...
Ketika Salah Kiblat, Salatnya Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Dalilnya
Sejarah Rashdul Kiblat:...
Sejarah Rashdul Kiblat: Metode Penentuan Arah Kiblat Warisan Abu Rahyan Al-Biruni
Rashdul Qiblat, Cara...
Rashdul Qiblat, Cara Paling Akurat Meluruskan Arah Kiblat yang Memadukan Sains dan Syariat
3 Amalan Bulan Safar...
3 Amalan Bulan Safar 1448 Hijriyah yang Jangan Dilewatkan, Pahalanya Berlipat-lipat
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Bulan Safar : Bulan Penuh Kebaikan, Bukan Kesialan
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved