10 Contoh Kultum Ramadan Singkat 5-7 Menit: Cocok untuk Tarawih, Subuh, dan Buka Puasa

Senin, 03 Maret 2025 - 17:47 WIB
loading...
A A A
Di bulan suci Ramadan ini, mari kita jadikan momentum untuk merenungi dan mengamalkan ciri-ciri orang mukmin sebagaimana yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an Surah Al Mu’minun:

Khusyuk dalam Salat
Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam salatnya. (QS. Al-Mu'minun: 1-2)
Khusyuk berarti menghadirkan hati dan pikiran sepenuhnya saat salat, merasakan kehadiran Allah, serta memahami bacaan dan gerakan salat. Dalam tafsir Al-Maraghi, khusyuk diartikan sebagai sikap menghinakan dan merendahkan diri kepada Allah, serta takut pada azab-Nya.

Menjauhkan Diri dari Perbuatan dan Perkataan yang Tidak Berguna
Dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna. (QS. Al-Mu'minun: 3)
Orang mukmin sejati menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti gosip, perdebatan tanpa tujuan, dan aktivitas yang menyia-nyiakan waktu. Mereka fokus pada hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan kualitas diri.
Menunaikan Zakat

Dan orang yang menunaikan zakat. (QS. Al-Mu'minun: 4)
Zakat adalah kewajiban bagi setiap muslim yang mampu, sebagai bentuk kepedulian sosial dan pembersihan harta. Menunaikan zakat menunjukkan ketaatan kepada Allah dan kepedulian terhadap sesama.
Menjaga Kemaluan

Dan orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al-Mu'minun: 5-7)

Menjaga kemaluan berarti menjaga kesucian diri dengan menghindari perbuatan zina dan menjaga kehormatan. Hubungan intim hanya dibenarkan dalam ikatan pernikahan yang sah. Melampaui batas dalam konteks ini berarti melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah.

Memelihara Amanat dan Janji
Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya. (QS. Al-Mu'minun: 8)
Orang mukmin menjaga amanat yang dipercayakan kepadanya, baik berupa harta, tanggung jawab, maupun rahasia. Mereka juga menepati janji yang telah dibuat, menunjukkan integritas dan kejujuran.

Memelihara Salat
Serta orang yang memelihara salatnya. (QS. Al-Mu'minun: 9)
Selain khusyuk, memelihara salat berarti melaksanakan salat tepat waktu, sesuai dengan rukun dan syaratnya, serta menjadikannya sebagai prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari.
Allah menjanjikan balasan yang agung bagi mereka yang memiliki sifat-sifat tersebut: Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Mu'minun: 10-11)

Surga Firdaus adalah tempat tertinggi di surga, yang disediakan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Dalam tafsir Al-Mukhtashar, disebutkan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengamalkan ajaran syariat-Nya telah beruntung dengan meraih balasan yang mereka cita-citakan, dan selamat dari perkara yang mereka takuti.

Bulan Ramadan adalah momentum yang tepat untuk merefleksikan dan mengamalkan sifat-sifat mulia ini. Dengan meningkatkan kualitas salat, menjaga lisan dan perbuatan, menunaikan zakat, menjaga kesucian diri, serta memegang teguh amanat dan janji, kita berharap termasuk dalam golongan orang-orang mukmin yang beruntung dan mendapatkan rahmat Allah di dunia dan akhirat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca juga: Teks Ceramah Tarawih Malam 17 Ramadan, Singkat Penuh Makna

5. Kultum 5 Kebenaran dan Kebatilan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan suci Ramadan, bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Mu

Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Surah Al-Furqan, yang berarti Pembeda, memiliki peran penting dalam membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Dalam konteks bulan suci Ramadan, refleksi terhadap pesan-pesan dalam surah ini dapat memperkuat pemahaman dan pengamalan kita terhadap ajaran Islam yang murni.

Allah SWT menurunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi umat manusia, yang di dalamnya terdapat penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan sebagai pembeda antara yang benar dan yang batil. Sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍۢ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ


Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Maka barangsiapa di antara kamu menyaksikan (bulan itu), maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.

Dalam tafsirnya, Imam al-Qurtubi menjelaskan bahwa Al-Furqan berarti sesuatu yang membedakan antara kebenaran dan kebatilan, iman dan kekufuran, serta petunjuk dan kesesatan. Dengan demikian, Al-Qur'an berfungsi sebagai pedoman yang jelas bagi umat manusia untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Dalam bulan Ramadan, ketika umat Islam berusaha meningkatkan ketakwaan dan kedekatan mereka kepada Allah, memahami peran Al-Qur'an sebagai Al-Furqan menjadi sangat penting. Al-Qur'an tidak hanya memberikan petunjuk spiritual tetapi juga membimbing dalam aspek moral dan etika, membantu kita membedakan antara perbuatan yang diridhai dan yang dilarang oleh Allah.

Sebagai contoh, dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada pilihan antara perbuatan baik dan buruk. Dengan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman, kita dapat lebih mudah menentukan langkah yang sesuai dengan ajaran Islam. Selain itu, momen Ramadan ini juga dapat dimanfaatkan untuk lebih mendalami makna dan tafsir Al-Qur'an, sehingga pemahaman kita tentang kebenaran dan kebatilan semakin kuat.

Melalui Surah Al-Furqan kita diajarkan tentang pentingnya memiliki pedoman yang jelas dalam membedakan kebenaran dan kebatilan. Dengan menjadikan Al-Qur'an sebagai Al-Furqan dalam kehidupan kita, terutama selama bulan suci Ramadan, kita dapat meningkatkan kualitas ibadah dan perilaku, serta mencapai derajat takwa yang lebih tinggi.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

6. Kultum 6 Kewajiban Membayar Hutang Puasa Ramadan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan suci Ramadan, bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Mu

Hadirin yang berbahagia,
Sebagaimana tertulis dalam Al-Qur’an dan firman Allah bahwa puasa Ramadan adalah wajib bagi mereka yang beriman. Namun, bagaimana jika kita mengalami suatu kondisi tertentu yang mengakibatkan kita tidak bisa menunaikan kewajiban kita sebagai umat muslim yang beriman dan bertakwa? Dalam hal ini kita diwajibkan membayar atau mengganti puasa Ramadan yang tidak kita laksanakan setelah bulan Ramadan Selesai. Sebagaimana dalam surah Al-Baqarah ayat 184 memberikan ketentuan mengenai keringanan (rukhshah) bagi umat Islam yang tidak dapat melaksanakan puasa Ramadan karena kondisi tertentu, seperti sakit atau dalam perjalanan. Ayat ini menegaskan bahwa Islam adalah agama yang memudahkan umatnya dalam beribadah, tanpa memberatkan mereka yang berada dalam situasi sulit.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Ayat ini menekankan kewajiban berpuasa bagi umat Islam, serupa dengan kewajiban yang diberikan kepada umat-umat sebelumnya, dengan tujuan meningkatkan ketakwaan. Puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas spiritual.

Islam memberikan keringanan bagi mereka yang tidak mampu melaksanakan puasa karena alasan kesehatan atau sedang dalam perjalanan. Mereka diperbolehkan untuk tidak berpuasa selama kondisi tersebut, dengan kewajiban menggantinya di hari lain sebanyak hari yang ditinggalkan. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dan kemudahan dalam ajaran Islam, sesuai dengan firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:

يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ[arabClose

Artinya: Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.

Surah Al-Baqarah ayat 184 menegaskan kewajiban puasa bagi umat Islam dengan tujuan mencapai ketakwaan. Namun, bagi mereka yang mengalami kondisi tertentu seperti sakit atau dalam perjalanan, Islam memberikan keringanan untuk tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain sebagaimana tercantum dalam surah Al Baqarah ayat 185. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh kasih sayang dan tidak memberatkan umatnya dalam menjalankan ibadah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

7. Kultum 7 Menyayangi Anak Yatim dan Selalu Bersyukur

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bismillahirrahmanirrahim.

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang dirahmati Allah, Surah Ad-Dhuha, surah ke-93 dalam Al-Qur'an, terdiri dari 11 ayat yang diturunkan di Makkah. Surah ini memberikan penghiburan kepada Nabi Muhammad SAW serta mengajarkan umat Islam untuk memperhatikan kaum dhuafa, termasuk anak yatim, dan untuk selalu bersyukur atas nikmat Allah.

Dalam ayat 9 hingga 11 dari Surah Ad-Dhuha yang berbunyi:

فَأَمَّا ٱلۡيَتِيمَ فَلَا تَقۡهَرۡ ٩ وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنۡهَرۡ ١٠ وَأَمَّا بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثۡ


Artinya: Maka terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah kamu menghardiknya. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur). Maka dari ayat tersebut ada beberapa poin penting yang harus kita perhatikan

Larangan Berlaku Sewenang-wenang terhadap Anak Yatim (Ayat 9): Allah SWT melarang umat-Nya untuk berlaku sewenang-wenang terhadap anak yatim. Ini berarti kita harus memperlakukan mereka dengan baik, tidak mengambil hak-hak mereka, dan memberikan perlindungan serta kasih sayang yang mereka butuhkan. Sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah, kita harus memuliakan anak yatim dan memperlakukan mereka sebagaimana kita ingin anak kita diperlakukan jika kita tiada.

Larangan Menghardik Peminta-minta (Ayat 10): Ayat ini mengajarkan kita untuk tidak menghardik atau mengabaikan orang yang meminta-minta. Sebaliknya, kita dianjurkan untuk membantu mereka sesuai kemampuan kita atau setidaknya menolak dengan cara yang baik tanpa menyakiti perasaan mereka. Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah menekankan pentingnya memberikan makan dan memenuhi hajat mereka tanpa menghardik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Bacaan Kamilin, Doa...
Bacaan Kamilin, Doa Setelah Salat Tarawih Lengkap dengan Dalilnya
Sejarah Salat Tarawih...
Sejarah Salat Tarawih 20 Rakaat, Simak Ulasannya di Sini!
Panduan Salat Tarawih...
Panduan Salat Tarawih 11 Rakaat dan 23 Rakaat, Kaum Muslim Wajib Tahu
10 Bacaan Surat Pendek...
10 Bacaan Surat Pendek Beserta Urutannya untuk Salat Tarawih
Tetap Berkah Meski di...
Tetap Berkah Meski di Rumah: Panduan Niat Salat Tarawih Sendiri
Siap Berjamaah! Panduan...
Siap Berjamaah! Panduan Niat Salat Tarawih 11 dan 23 Rakaat yang Penting Diketahui
Rekomendasi
Suhu Permukan Laut Samudra...
Suhu Permukan Laut Samudra Atlantik Terdeksi Terendah, Ada Apa?
Ekosistem Menghilang,...
Ekosistem Menghilang, Hal Ini Lebih Menakutkan dari Rencana Trump Soal Greenland
Malam Ini, Ada Fenomena...
Malam Ini, Ada Fenomena Langit yang Terakhir Terjadi Hampir 400 Tahun Lalu!
Artikel Terkini
Jejak Perang yang Diabadikan...
Jejak Perang yang Diabadikan dalam Al Quran, Apa Saja?
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Waktu Salat Fardhu
Khasiat Surat Al Waqiah...
Khasiat Surat Al Waqiah yang Jarang Diketahui: Rezeki Lancar, Hidup Berkah hingga Wajah Bercahaya di Akhirat
Kaitan Hari Kiamat dan...
Kaitan Hari Kiamat dan Rezeki dalam Surat Al Waqiah, Ternyata Ini Rahasianya
Surat Al Waqiah, Amalan...
Surat Al Waqiah, Amalan Istimewa bagi Muslimah untuk Memohon Rezeki dan Keberkahan Hidup
Urutan Mandi Wajib Setelah...
Urutan Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar agar Sah Melaksanakan Ibadah Fardhu Lagi
Infografis
6 Hikmah Puasa Ramadan...
6 Hikmah Puasa Ramadan yang Penting Diketahui Umat Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved