Kisah Umar bin Khattab Meyakinkan Khalifah Abu Bakar tentang Pengumpulan Al-Qur'an
Jum'at, 04 September 2020 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan sekiranya Umar tidak mengoreksi Abu Bakar ketika mengatakan: "Bagaimana saya akan melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh Rasulullah" dan tidak dapat meyakinkannya betapa pentingnya menghimpun Qur'an, tentu Abu Bakar tidak terdorong untuk melakukannya, dan tidak akan memanggil Zaid bin Tsabit untuk mengerjakannya.
Baca juga: Australia Resesi, Awas! Investasi RI Terancam Ambyar
Kalau Abu Bakar juga telah berjasa dalam pekerjaan yang besar ini sehingga Ali bin Abi Thalib berkata: "Semoga Allah memberi rahmat kepada Abu Bakar, orang yang paling besar jasanya dalam mengumpulkan Qur'an, maka sudah tentu dalam pahala dan jasa itu sekaligus Umar juga bersama-sama. Sungguh Muslimin sangat berutang budi kepadanya, begitu juga kepada Abu Bakar dalam mengumpulkan Kitabullah itu. Ini merupakan salah satu dari tiupan jiwa besarnya, tiupan yang membawa berkah paling agung dan mulia, yang telah memberikan segala yang terbaik.
Baca juga: Jalan Terjal Calon Independen
Peranan Umar bin Khattab pada masa Khalifah Abu Bakar sama seperti ketika beliau mendampingi Rasulullah SAW. Ia lebih berperan sebagai orang yang mempunyai banyak gagasan dan kebijakan politik yang luar biasa, daripada sebagai orang lapangan dan di medan perang.
Ia smpat menentang Abu Bakar dalam hal memerangi orang yang tak mau membayar zakat. Begitu juga sebelum itu, ia menentang meneruskan pengiriman pasukan Usamah. Sesudah kemudian ia melihat politik jihad membawa keunggulan dan kemenangan, ia pun menerimanya dan mendukung Abu Bakar dengan sungguh-sungguh. (Baca juga: Debat Khalifah Abu Bakar dengan Umar Bin Khattab Soal Pembangkang Zakat )
Bukankah politik jihad itu yang telah dapat menumpas kaum murtad dan mengembalikan mereka ke pangkuan Islam, dan seluruh Semenanjung Arab bernaung di bawah satu panji? Bukankah politik ini juga yang telah membukakan pintu Irak dan pada gilirannya merambah jalan ke Persia? Tidak heran jika Umar benar-benar yakin dan langsung memberikan dukungannya pada setiap langkah yang sudah diyakininya. (Baca juga: Beda Haluan Politik antara Umar bin Khattab dan Abu Bakar )
Baca juga: Australia Resesi, Awas! Investasi RI Terancam Ambyar
Kalau Abu Bakar juga telah berjasa dalam pekerjaan yang besar ini sehingga Ali bin Abi Thalib berkata: "Semoga Allah memberi rahmat kepada Abu Bakar, orang yang paling besar jasanya dalam mengumpulkan Qur'an, maka sudah tentu dalam pahala dan jasa itu sekaligus Umar juga bersama-sama. Sungguh Muslimin sangat berutang budi kepadanya, begitu juga kepada Abu Bakar dalam mengumpulkan Kitabullah itu. Ini merupakan salah satu dari tiupan jiwa besarnya, tiupan yang membawa berkah paling agung dan mulia, yang telah memberikan segala yang terbaik.
Baca juga: Jalan Terjal Calon Independen
Peranan Umar bin Khattab pada masa Khalifah Abu Bakar sama seperti ketika beliau mendampingi Rasulullah SAW. Ia lebih berperan sebagai orang yang mempunyai banyak gagasan dan kebijakan politik yang luar biasa, daripada sebagai orang lapangan dan di medan perang.
Ia smpat menentang Abu Bakar dalam hal memerangi orang yang tak mau membayar zakat. Begitu juga sebelum itu, ia menentang meneruskan pengiriman pasukan Usamah. Sesudah kemudian ia melihat politik jihad membawa keunggulan dan kemenangan, ia pun menerimanya dan mendukung Abu Bakar dengan sungguh-sungguh. (Baca juga: Debat Khalifah Abu Bakar dengan Umar Bin Khattab Soal Pembangkang Zakat )
Bukankah politik jihad itu yang telah dapat menumpas kaum murtad dan mengembalikan mereka ke pangkuan Islam, dan seluruh Semenanjung Arab bernaung di bawah satu panji? Bukankah politik ini juga yang telah membukakan pintu Irak dan pada gilirannya merambah jalan ke Persia? Tidak heran jika Umar benar-benar yakin dan langsung memberikan dukungannya pada setiap langkah yang sudah diyakininya. (Baca juga: Beda Haluan Politik antara Umar bin Khattab dan Abu Bakar )
(mhy)
Lihat Juga :