alexametrics

Kisah Sahabat Nabi

Beda Haluan Politik antara Umar bin Khattab dan Abu Bakar

loading...
Beda Haluan Politik antara Umar bin Khattab dan Abu Bakar
Perintah Rasulullah agar meneruskan pengiriman pasukan Usamah, maka perintah ini harus terlaksana. Foto/Ilustrasi/Ist
Umar bin Khattab dan Abu Bakar adalah dua orang sahabat Rasulullah yang dijamin masuk surga. Selain itu, Rasulullah juga mengistimewakan keduanya. Hanya saja, dalam hal urusan politik keduanya tidak bisa dianggap sama. (Baca juga: Pesan Nabi, Teladanilah Dua Orang Ini Sepeninggalku)

Dari Hudzaifah radliyallahu'anhu berkata: 'Kami duduk-duduk di samping Nabi shallallahu 'alaihi wasallam lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya aku tidak tahu sampai kapan aku akan hidup bersama kalian, oleh karena itu teladanilah dua orang sepeninggalku (sambil menunjuk Abu Bakar dan Umar bin Khattab)". (Hadis Jami' At-Tirmidzi No. 3596)

Baca juga: Biografi Abu Bakar, Sahabat Paling Terdepan Membela Rasulullah SAW

Dari Amru bin al-Ash, bahwa Rasulullah mengutusnya atas pasukan Dzatus Salasil:



"Aku lalu mendatangi beliau dan bertanya 'Siapa manusia yang paling engkau cintai?' beliau bersabda: "Aisyah". aku berkata: 'kalau dari lelaki?' beliau menjawab: "ayahnya (Abu Bakar)". 'Lalu siapa?' Beliau menjawab: "Umar" lalu menyebutkan beberapa orang lelaki." (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Dua figur yang sama-sama dicintai Nabi ini tidak serta merta selalu sependapat dalam masalah politik. Terkadang keduanya berbeda tajam dalam beberapa hal. (Baca Juga: Abu Bakar, Sahabat Nabi yang Memiliki 16 Keutamaan)



Kebijakan Abu Bakar sesudah dibaiat menjadi khalifah, tidak ingin ia meninggalkan apa pun yang pernah dilakukan oleh Rasulullah, dan tidak akan melakukan tindakan apa pun yang tidak dilakukan oleh Rasulullah. Oleh karena itu, perintah pertama yang dikeluarkan dalam pemerintahannya ialah meneruskan pengiriman pasukan yang sudah disiapkan Rasulullah dengan pimpinan Usamah bin Zaid untuk menyerbu Romawi di Syam. (Baca juga: Kehebatan Anak-anak Muda di Sekitar Rasulullah SAW)

Sejak masa Rasulullah, kaum Muslimin memang sudah tidak puas dengan perintah ini, sebab Usamah masih terlalu muda dalam usianya yang belum mencapai dua puluh tahun itu. Yang membuat mereka lebih tidak puas karena dikhawatirkan Madinah akan terperangkap ke dalam bahaya kalau Madinah ditinggalkan pasukan ini; orang-orang Arab akan menyerbunya dan akan merongrong kewibawaannya.

Baca juga: Istri-Istri Nabi Cemburu Berat dengan Maria, Umar Ikut Sibuk
halaman ke-1 dari 5
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
وَاَنَّهٗ هُوَ اَغۡنٰى وَ اَقۡنٰىۙ
Sesungguhnya, Allah-lah yang memberikan kekayaan dan kecukupan.

(QS. An-Najm:48)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak