Kisah Keluarga Nabi SAW : Merayakan Idulfitri dengan Makan Gandum Basi
Selasa, 01 April 2025 - 14:31 WIB
loading...
A
A
A
Di saat semua orang berbahagia, di saat semua orang makan yang enak-enak. Keluarga Rasulullah penuh tawa bahagia dengan hanya makan gandum yang baunya tercium tak sedap.
"Ya Allah, Allahumma Isyhad...Ya Allah, Allahumma Isyhad(Ya Allah saksikanlah, saksikanlah) Di hari Idulfitri keluargaku makanannya adalah gandum yang basi. Mereka mencintai kaum fuqara dan masakin."
Mereka relakan lidah dan perutnya mengecap makanan basi, asalkan kaum fakir-miskin bisa memakan makanan yang lezat. Allahumma Isyhad, saksikanlah ya Allah, saksikanlah," bibir Rasulullah berbisik lembut.
Sayyidah Fathimah tersadar kalau di luar pintu rumah, sang ayah sedang berdiri tegak. "Duhai ayahanda, ada apa gerangan ayah menangis?" Rasulullah tak tahan mendengar pertanyaan itu.
Setengah berlari ia memeluk putri kesayangannya sambil berujar: "Surga untukmu, Nak... Surga untukmu."
Demikianlah, menurut Ibnu Rafi’i, keluarga Rasulullah pada hari Idulfitri menyantap makanan yang basi dan bau. Ibnu Rafi’i berkata: "Aku diperintahkan oleh Rasulullah agar tidak menceritakan tradisi keluarganya setiap Idulfitri dan aku pun simpan kisah itu dalam hatiku."
Namun, setelah Rasulullah wafat, aku takut dituduh menyembunyikan Hadis, maka aku ceritakan hal ini agar menjadi pelajaran bagi segenap kaum Muslimin."
Baca juga: Kisah Orang-orang Habasyah Menggelar Atraksi Permainan Saat Hari Raya Idulfitri
"Ya Allah, Allahumma Isyhad...Ya Allah, Allahumma Isyhad(Ya Allah saksikanlah, saksikanlah) Di hari Idulfitri keluargaku makanannya adalah gandum yang basi. Mereka mencintai kaum fuqara dan masakin."
Mereka relakan lidah dan perutnya mengecap makanan basi, asalkan kaum fakir-miskin bisa memakan makanan yang lezat. Allahumma Isyhad, saksikanlah ya Allah, saksikanlah," bibir Rasulullah berbisik lembut.
Sayyidah Fathimah tersadar kalau di luar pintu rumah, sang ayah sedang berdiri tegak. "Duhai ayahanda, ada apa gerangan ayah menangis?" Rasulullah tak tahan mendengar pertanyaan itu.
Setengah berlari ia memeluk putri kesayangannya sambil berujar: "Surga untukmu, Nak... Surga untukmu."
Demikianlah, menurut Ibnu Rafi’i, keluarga Rasulullah pada hari Idulfitri menyantap makanan yang basi dan bau. Ibnu Rafi’i berkata: "Aku diperintahkan oleh Rasulullah agar tidak menceritakan tradisi keluarganya setiap Idulfitri dan aku pun simpan kisah itu dalam hatiku."
Namun, setelah Rasulullah wafat, aku takut dituduh menyembunyikan Hadis, maka aku ceritakan hal ini agar menjadi pelajaran bagi segenap kaum Muslimin."
Baca juga: Kisah Orang-orang Habasyah Menggelar Atraksi Permainan Saat Hari Raya Idulfitri
(wid)
Lihat Juga :