Pandangan Yesus Kristus dalam Islam Menurut Ustaz Felix Siauw
Kamis, 17 April 2025 - 19:04 WIB
loading...
Ustaz felix Siauw Foto Youtube felix siauw
A
A
A
Ustaz Felix Siauw , seorang ulama yang dikenal dengan pemikiran-pemikirannya yang tajam. Dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube-nya, Felix Siauw mengupas tuntas tentang siapa sesungguhnya Yesus menurut perspektif Islam.
Ia menjelaskan perbedaan pengucapan nama Yesus dalam berbagai bahasa, serta menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, Yesus atau Isa Almasih adalah nabi yang sangat dihormati, namun bukan Tuhan. Pandangan ini diungkapkan dengan jelas oleh Ustaz Felix untuk menghindari kesalahpahaman yang sering terjadi antara umat Islam dan Kristen mengenai sosok Yesus Kristus.
Dalam agama-agama samawi , atau agama langit, terdapat satu kesamaan yang mendasar, yaitu tauhid. Tauhid berarti mengesakan Allah, yang merupakan inti dari semua agama yang diturunkan sejak zaman Nabi Adam hingga Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Setiap nabi yang diutus oleh Allah, termasuk Nabi Muhammad, membawa ajaran yang sama, yaitu untuk menyembah Allah yang Maha Esa. Ajaran ini disampaikan melalui wahyu yang diterima oleh setiap nabi.
Seorang Muslim harus beriman kepada seluruh nabi dan rasul yang diutus Allah, termasuk Nabi Isa, atau yang dikenal dengan nama Yesus Kristus dalam agama Kristen. Nabi Isa adalah salah satu dari lima nabi yang mendapat gelar Ulul Azmi, yaitu nabi-nabi yang memiliki keteguhan iman luar biasa. Empat nabi lainnya adalah Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Nama Isa sangat dikenal dalam Alquran, yang menyebutnya sebagai Isa Ibnu Maryam, dan kisahnya pun banyak diceritakan dalam kitab suci ini.
Sering kali, perdebatan muncul ketika menyebutkan nama Yesus atau Isa, terutama ketika umat Islam berbicara tentang Isa, sementara umat Kristen lebih familiar dengan sebutan Yesus Kristus. Di sini, kita perlu memahami bahwa Isa dan Yesus adalah orang yang sama. Meskipun ada perbedaan dalam sebutan, keduanya merujuk pada pribadi yang sama.
Penggunaan nama Yesus dalam bahasa Yunani, yang diambil dari kata "Iesous", berbeda dengan penyebutan dalam bahasa Ibrani atau Arab, di mana Yesus disebut "Yesua" dalam bahasa Ibrani dan "Isa" dalam bahasa Arab. Perbedaan fonetik ini muncul karena perbedaan bahasa dan pengucapan, namun orang yang dimaksud tetap sama, yaitu nabi Isa.
Ketika kita membahas tentang Yesus Kristus, kita tidak bisa lepas dari kata "Kristus" itu sendiri. Kristus berasal dari bahasa Yunani "Christos", yang artinya adalah "yang diurapi" atau "The Anointed One" dalam bahasa Inggris. Ini mengacu pada seseorang yang diberkahi dengan kekuasaan atau jabatan yang diberikan oleh Tuhan. Dalam tradisi Kristen, gelar ini merujuk pada keyakinan bahwa Yesus adalah Mesias atau penyelamat umat manusia.
Namun, dalam pandangan Islam, meskipun Isa diakui sebagai utusan Allah yang sangat penting, ia tidak dianggap sebagai Tuhan. Islam mengajarkan bahwa Tuhan itu Maha Esa dan tidak ada yang setara dengan-Nya, termasuk Isa Almasih. Isa adalah nabi yang mengajarkan jalan kebenaran dan mengajak umat untuk menyembah Allah yang Maha Esa.
Baca juga: Apa Penyebab Ajaran Nabi Isa Berubah Menjadi Kristen? Ini Penjelasan Ustaz Felix Siauw
Islam mengajarkan bahwa Allah itu tunggal, tidak terbagi dalam bentuk apapun, dan tidak memiliki anak maupun diperanakkan. Oleh karena itu, dalam ajaran Islam, meskipun Isa sangat dihormati, ia tidak dianggap sebagai Tuhan. Ini adalah salah satu perbedaan besar dalam pandangan kedua agama tersebut.
Ia menjelaskan perbedaan pengucapan nama Yesus dalam berbagai bahasa, serta menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, Yesus atau Isa Almasih adalah nabi yang sangat dihormati, namun bukan Tuhan. Pandangan ini diungkapkan dengan jelas oleh Ustaz Felix untuk menghindari kesalahpahaman yang sering terjadi antara umat Islam dan Kristen mengenai sosok Yesus Kristus.
Dalam agama-agama samawi , atau agama langit, terdapat satu kesamaan yang mendasar, yaitu tauhid. Tauhid berarti mengesakan Allah, yang merupakan inti dari semua agama yang diturunkan sejak zaman Nabi Adam hingga Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Setiap nabi yang diutus oleh Allah, termasuk Nabi Muhammad, membawa ajaran yang sama, yaitu untuk menyembah Allah yang Maha Esa. Ajaran ini disampaikan melalui wahyu yang diterima oleh setiap nabi.
Seorang Muslim harus beriman kepada seluruh nabi dan rasul yang diutus Allah, termasuk Nabi Isa, atau yang dikenal dengan nama Yesus Kristus dalam agama Kristen. Nabi Isa adalah salah satu dari lima nabi yang mendapat gelar Ulul Azmi, yaitu nabi-nabi yang memiliki keteguhan iman luar biasa. Empat nabi lainnya adalah Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Nama Isa sangat dikenal dalam Alquran, yang menyebutnya sebagai Isa Ibnu Maryam, dan kisahnya pun banyak diceritakan dalam kitab suci ini.
Sering kali, perdebatan muncul ketika menyebutkan nama Yesus atau Isa, terutama ketika umat Islam berbicara tentang Isa, sementara umat Kristen lebih familiar dengan sebutan Yesus Kristus. Di sini, kita perlu memahami bahwa Isa dan Yesus adalah orang yang sama. Meskipun ada perbedaan dalam sebutan, keduanya merujuk pada pribadi yang sama.
Penggunaan nama Yesus dalam bahasa Yunani, yang diambil dari kata "Iesous", berbeda dengan penyebutan dalam bahasa Ibrani atau Arab, di mana Yesus disebut "Yesua" dalam bahasa Ibrani dan "Isa" dalam bahasa Arab. Perbedaan fonetik ini muncul karena perbedaan bahasa dan pengucapan, namun orang yang dimaksud tetap sama, yaitu nabi Isa.
Ketika kita membahas tentang Yesus Kristus, kita tidak bisa lepas dari kata "Kristus" itu sendiri. Kristus berasal dari bahasa Yunani "Christos", yang artinya adalah "yang diurapi" atau "The Anointed One" dalam bahasa Inggris. Ini mengacu pada seseorang yang diberkahi dengan kekuasaan atau jabatan yang diberikan oleh Tuhan. Dalam tradisi Kristen, gelar ini merujuk pada keyakinan bahwa Yesus adalah Mesias atau penyelamat umat manusia.
Namun, dalam pandangan Islam, meskipun Isa diakui sebagai utusan Allah yang sangat penting, ia tidak dianggap sebagai Tuhan. Islam mengajarkan bahwa Tuhan itu Maha Esa dan tidak ada yang setara dengan-Nya, termasuk Isa Almasih. Isa adalah nabi yang mengajarkan jalan kebenaran dan mengajak umat untuk menyembah Allah yang Maha Esa.
Baca juga: Apa Penyebab Ajaran Nabi Isa Berubah Menjadi Kristen? Ini Penjelasan Ustaz Felix Siauw
Konsep Tritunggal dalam Kekristenan
Salah satu perbedaan mendasar antara pandangan Islam dan Kristen adalah konsep Tritunggal Maha Kudus. Dalam agama Kristen, Tuhan dianggap terdiri dari tiga pribadi yang berbeda namun satu esensi: Tuhan Bapa, Tuhan Anak (Yesus), dan Tuhan Roh Kudus. Ini adalah ajaran yang tidak ada dalam Islam.Islam mengajarkan bahwa Allah itu tunggal, tidak terbagi dalam bentuk apapun, dan tidak memiliki anak maupun diperanakkan. Oleh karena itu, dalam ajaran Islam, meskipun Isa sangat dihormati, ia tidak dianggap sebagai Tuhan. Ini adalah salah satu perbedaan besar dalam pandangan kedua agama tersebut.
Lihat Juga :