Hukum Tajwid Surat Ad Dukhan Ayat 1-5, Penjelasan Lengkap Cara Membaca dan Keutamaanya
Senin, 28 April 2025 - 08:25 WIB
loading...
Surat Ad Dukhan menjadi salah satu surat dalam Al-Quran yang memiliki keistimewaan tersendiri, baik dari sisi makna maupun keutamaannya. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Surat Ad Dukhan menjadi salah satu surat dalam Al-Qur'an yang memiliki keistimewaan tersendiri, baik dari sisi makna maupun keutamaannya. Surat ini terdiri dari 59 ayat dan tergolong surat Makkiyah karena diturunkan di kota Mekkah. Pada ayat 1 hingga 5, surat Ad Dukhan memuat berbagai hukum tajwid yang penting dipahami, di antaranya hukum Idzhar halqi dan Idzhar syafawi.
Pemahaman terhadap tajwid dalam ayat-ayat Al Qur'an ini tidak hanya memperindah bacaan, tetapi juga menjaga kemurnian lafaz Al-Qur'an sebagaimana yang diajarkan. Selain itu, membaca dan mengamalkan ayat-ayat ini dipercaya membawa keutamaan besar bagi umat Muslim.
Dalam praktiknya, hukum tajwid pada Surat Ad Dukhan ayat 1-5 mengajarkan ketelitian dalam pengucapan huruf dan makhraj yang tepat. Pada ayat-ayat ini, Idzhar halqi terlihat saat huruf-huruf tenggorokan dibaca jelas tanpa dengung, sementara Idzhar syafawi muncul ketika huruf mim mati bertemu huruf hijaiyah selain mim dan ba. Pemahaman terhadap hukum-hukum ini tidak hanya penting untuk menjaga adab membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian dari bentuk penghormatan terhadap wahyu yang diturunkan Allah SWT. Oleh karena itu, mempelajari tajwid dalam surat ini menjadi bagian dari upaya memperdalam ilmu agama dan meningkatkan kualitas ibadah.
haa-miiim
Latin: Ha Mim (QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 1).
Latin: wal-kitaabil-mubiin
Artinya: Demi Kitab (Al-Qur'an) yang nyata, (QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 2).
Latin: innaa anzalnaahu fii lailatim mubaarokatin innaa kunnaa mundziriin
Artinya: Sungguh, Kami menurunkannya pada malam yang penuh berkah. Sesungguhnya Kami memberi peringatan, (QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 3).
Latin: fiihaa yufraqu kullu amrin hakiim
Artinya: Pada malam itu dijelaskan setiap perkara yang penuh kebijaksanaan, (QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 4).
Latin: amran min 'indinaa, innaa kunnaa mursiliin
Artinya: (Yaitu) perintah dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami yang mengutus Rasul-rasul, (QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 5).
Hukum tajwid pada kata di atas:
Mad lazim harfi mukhaffaf terdapat pada huruf Ha, sebab terdiri dari dua huruf dan dibaca panjang tanpa adanya idgham. Panjang bacaannya 2 harakat (1 alif).
Mad lazim harfi musyba' mukhaffaf terdapat pada huruf Mim, karena terdiri dari tiga huruf tanpa idgham. Dibaca sepanjang 6 harakat.
Hukum tajwid pada kata di atas:
Alif lam qamariyah, karena lam bertemu dengan huruf kaf yang termasuk huruf qamariyah, ditandai dengan sukun.
Mad thabi’i (mad asli), sebab terdapat fathah berdiri di atas huruf ta, dibaca sepanjang 2 harakat.
Hukum tajwid pada kata di atas:
Alif lam qamariyah, sebab lam bertemu huruf mim.
Mad ‘aridl lissukun, karena mad thabi’i bertemu huruf hidup dan diakhiri dengan waqaf. Dibaca 2–6 harakat.
Baca juga: Asbabun Nuzul Al Quran Surat Ad Dukhan Ayat 10
Hukum tajwid pada kata di atas:
Ghunnah, karena nun bertasydid, dibaca dengan dengung.
Mad jaiz munfashil, terjadi karena mad thabi’i bertemu hamzah di kata lain, panjang bacaannya 2–5 harakat.
Hukum tajwid pada kalimat di atas:
Mad thabi’i, muncul karena ya mati setelah kasrah dan fathah berdiri di atas huruf ba serta alif mati setelah fathah.
Huruf lin, yaitu ya mati setelah fathah.
Idgham bighunnah, terjadi ketika tanwin kasrah bertemu huruf mim.
Idzhar halqi, terjadi ketika tanwin kasrah bertemu huruf hamzah.
Ghunnah, karena nun bertasydid.
Hukum tajwid pada kata di atas:
Ghunnah, karena nun bertasydid.
Mad thabi’i, sebab alif mati setelah fathah.
Hukum tajwid pada kata di atas:
Ikhfa haqiqi, karena nun mati bertemu huruf dza.
Mad ‘aridl lissukun, karena mad thabi’i diikuti huruf hidup yang dibaca waqaf.
Hukum tajwid pada kata di atas:
Mad thabi’i, karena ya mati setelah kasrah dan alif mati setelah fathah.
Tafkhim huruf ra, sebab ra berharakat fathah dan dibaca tebal.
Hukum tajwid pada kalimat di atas:
Idzhar syafawi, karena mim mati bertemu ra, dibaca jelas tanpa dengung.
Idzhar halqi, karena tanwin kasrah bertemu ha.
Mad ‘aridl lissukun, terjadi karena mad thabi’i diakhiri waqaf.
Hukum tajwid pada kalimat di atas:
Idzhar syafawi, karena mim mati bertemu huruf ra.
Idgham bighunnah, karena tanwin fathah bertemu mim.
Idzhar halqi, sebab nun mati bertemu huruf 'ain.
Ikhfa haqiqi, karena nun mati bertemu huruf dal.
Mad thabi’i, sebab alif mati setelah fathah.
Hukum tajwid pada kalimat di atas:
Ghunnah, karena nun bertasydid.
Mad thabi’i, sebab alif mati setelah fathah.
Mad ‘aridl lissukun, karena mad thabi’i bertemu huruf hidup dan dibaca waqaf.
Membaca Surah Ad-Dukhan memiliki banyak keutamaan. Di antaranya, seseorang yang membacanya pada malam Jumat akan diampuni dosanya dan dinikahkan dengan bidadari bermata indah di surga. Selain itu, tujuh puluh ribu malaikat akan memohonkan ampun untuknya hingga pagi hari. Allah juga menjanjikan rumah di surga bagi yang membacanya pada malam atau hari Jumat. Membaca Surah Ad-Dukhan juga membuat wajah lebih bercahaya dan pembacanya lebih dihormati, bahkan yang terbata-bata dalam membacanya tetap mendapat dua kali pahala. Adapun malam yang disebut dalam Surah Ad-Dukhan menurut tafsir Ath-Thabari adalah Lailatul Qadar, malam penuh kemuliaan yang menjadi waktu diturunkannya Al-Qur’an.
Dengan memahami hukum tajwid dalam Surat Ad Dukhan ayat 1 hingga 5, umat Islam dapat meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an mereka sesuai dengan kaidah yang benar. Selain itu, membiasakan membaca surat ini membawa berbagai keutamaan besar, mulai dari ampunan dosa hingga kemuliaan di akhirat. Menjaga bacaan dan mengamalkan isi Al-Qur'an, termasuk dalam surat ini, menjadi bagian penting dalam memperkokoh keimanan dan mempererat hubungan dengan Allah SWT.M/G Alya Ramadhanty Vardiansyah
Baca juga: 3 Keutamaan Membaca Surat Ad-Dukhan pada Malam Jumat
Pemahaman terhadap tajwid dalam ayat-ayat Al Qur'an ini tidak hanya memperindah bacaan, tetapi juga menjaga kemurnian lafaz Al-Qur'an sebagaimana yang diajarkan. Selain itu, membaca dan mengamalkan ayat-ayat ini dipercaya membawa keutamaan besar bagi umat Muslim.
Dalam praktiknya, hukum tajwid pada Surat Ad Dukhan ayat 1-5 mengajarkan ketelitian dalam pengucapan huruf dan makhraj yang tepat. Pada ayat-ayat ini, Idzhar halqi terlihat saat huruf-huruf tenggorokan dibaca jelas tanpa dengung, sementara Idzhar syafawi muncul ketika huruf mim mati bertemu huruf hijaiyah selain mim dan ba. Pemahaman terhadap hukum-hukum ini tidak hanya penting untuk menjaga adab membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bagian dari bentuk penghormatan terhadap wahyu yang diturunkan Allah SWT. Oleh karena itu, mempelajari tajwid dalam surat ini menjadi bagian dari upaya memperdalam ilmu agama dan meningkatkan kualitas ibadah.
Bacaan Surat Ad Dukhan Ayat 1-5:
حٰمٓ
haa-miiim
Latin: Ha Mim (QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 1).
وَالْكِتٰبِ الْمُبِيْنِ
Latin: wal-kitaabil-mubiin
Artinya: Demi Kitab (Al-Qur'an) yang nyata, (QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 2).
اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰـرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ
Latin: innaa anzalnaahu fii lailatim mubaarokatin innaa kunnaa mundziriin
Artinya: Sungguh, Kami menurunkannya pada malam yang penuh berkah. Sesungguhnya Kami memberi peringatan, (QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 3).
فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍ
Latin: fiihaa yufraqu kullu amrin hakiim
Artinya: Pada malam itu dijelaskan setiap perkara yang penuh kebijaksanaan, (QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 4).
اَمْرًا مِّنْ عِنْدِنَا ۗ اِنَّا كُنَّا مُرْسِلِيْنَ
Latin: amran min 'indinaa, innaa kunnaa mursiliin
Artinya: (Yaitu) perintah dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami yang mengutus Rasul-rasul, (QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 5).
Hukum Tajwid Surat Ad Dukhan Ayat 1-5, dan Cara Membaca:
Ayat 1:
حٰمٓ
Hukum tajwid pada kata di atas:
Mad lazim harfi mukhaffaf terdapat pada huruf Ha, sebab terdiri dari dua huruf dan dibaca panjang tanpa adanya idgham. Panjang bacaannya 2 harakat (1 alif).
Mad lazim harfi musyba' mukhaffaf terdapat pada huruf Mim, karena terdiri dari tiga huruf tanpa idgham. Dibaca sepanjang 6 harakat.
Ayat 2:
وَالْكِتٰبِ
Hukum tajwid pada kata di atas:
Alif lam qamariyah, karena lam bertemu dengan huruf kaf yang termasuk huruf qamariyah, ditandai dengan sukun.
Mad thabi’i (mad asli), sebab terdapat fathah berdiri di atas huruf ta, dibaca sepanjang 2 harakat.
الْمُبِيْنِ
Hukum tajwid pada kata di atas:
Alif lam qamariyah, sebab lam bertemu huruf mim.
Mad ‘aridl lissukun, karena mad thabi’i bertemu huruf hidup dan diakhiri dengan waqaf. Dibaca 2–6 harakat.
Baca juga: Asbabun Nuzul Al Quran Surat Ad Dukhan Ayat 10
Ayat 3:
اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ
Hukum tajwid pada kata di atas:
Ghunnah, karena nun bertasydid, dibaca dengan dengung.
Mad jaiz munfashil, terjadi karena mad thabi’i bertemu hamzah di kata lain, panjang bacaannya 2–5 harakat.
فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰـرَكَةٍ اِنَّا
Hukum tajwid pada kalimat di atas:
Mad thabi’i, muncul karena ya mati setelah kasrah dan fathah berdiri di atas huruf ba serta alif mati setelah fathah.
Huruf lin, yaitu ya mati setelah fathah.
Idgham bighunnah, terjadi ketika tanwin kasrah bertemu huruf mim.
Idzhar halqi, terjadi ketika tanwin kasrah bertemu huruf hamzah.
Ghunnah, karena nun bertasydid.
كُنَّا
Hukum tajwid pada kata di atas:
Ghunnah, karena nun bertasydid.
Mad thabi’i, sebab alif mati setelah fathah.
مُنْذِرِيْنَ
Hukum tajwid pada kata di atas:
Ikhfa haqiqi, karena nun mati bertemu huruf dza.
Mad ‘aridl lissukun, karena mad thabi’i diikuti huruf hidup yang dibaca waqaf.
Ayat 4:
فِيْهَا يُفْرَقُ
Hukum tajwid pada kata di atas:
Mad thabi’i, karena ya mati setelah kasrah dan alif mati setelah fathah.
Tafkhim huruf ra, sebab ra berharakat fathah dan dibaca tebal.
كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍ
Hukum tajwid pada kalimat di atas:
Idzhar syafawi, karena mim mati bertemu ra, dibaca jelas tanpa dengung.
Idzhar halqi, karena tanwin kasrah bertemu ha.
Mad ‘aridl lissukun, terjadi karena mad thabi’i diakhiri waqaf.
Ayat 5:
اَمْرًا مِّنْ عِنْدِنَا
Hukum tajwid pada kalimat di atas:
Idzhar syafawi, karena mim mati bertemu huruf ra.
Idgham bighunnah, karena tanwin fathah bertemu mim.
Idzhar halqi, sebab nun mati bertemu huruf 'ain.
Ikhfa haqiqi, karena nun mati bertemu huruf dal.
Mad thabi’i, sebab alif mati setelah fathah.
اِنَّا كُنَّا مُرْسِلِيْنَ
Hukum tajwid pada kalimat di atas:
Ghunnah, karena nun bertasydid.
Mad thabi’i, sebab alif mati setelah fathah.
Mad ‘aridl lissukun, karena mad thabi’i bertemu huruf hidup dan dibaca waqaf.
Membaca Surah Ad-Dukhan memiliki banyak keutamaan. Di antaranya, seseorang yang membacanya pada malam Jumat akan diampuni dosanya dan dinikahkan dengan bidadari bermata indah di surga. Selain itu, tujuh puluh ribu malaikat akan memohonkan ampun untuknya hingga pagi hari. Allah juga menjanjikan rumah di surga bagi yang membacanya pada malam atau hari Jumat. Membaca Surah Ad-Dukhan juga membuat wajah lebih bercahaya dan pembacanya lebih dihormati, bahkan yang terbata-bata dalam membacanya tetap mendapat dua kali pahala. Adapun malam yang disebut dalam Surah Ad-Dukhan menurut tafsir Ath-Thabari adalah Lailatul Qadar, malam penuh kemuliaan yang menjadi waktu diturunkannya Al-Qur’an.
Dengan memahami hukum tajwid dalam Surat Ad Dukhan ayat 1 hingga 5, umat Islam dapat meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an mereka sesuai dengan kaidah yang benar. Selain itu, membiasakan membaca surat ini membawa berbagai keutamaan besar, mulai dari ampunan dosa hingga kemuliaan di akhirat. Menjaga bacaan dan mengamalkan isi Al-Qur'an, termasuk dalam surat ini, menjadi bagian penting dalam memperkokoh keimanan dan mempererat hubungan dengan Allah SWT.M/G Alya Ramadhanty Vardiansyah
Baca juga: 3 Keutamaan Membaca Surat Ad-Dukhan pada Malam Jumat
(wid)
Lihat Juga :