Kematian : Takdir yang Pasti Datang, Walaupun Bersembunyi dalam Benteng Tinggi dan Kokoh
Kamis, 29 Mei 2025 - 09:20 WIB
loading...
Sejatinya, kematian yang ditakuti dan dihindari kedatangannya oleh kebanyakan orang, pada saatnya akan datang menghampiri dan itu pasti. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Semua yang bernyawa pasti mati. Kematian akan menghampiri siapapun tanpa kecuali.Tidak ada tempat untuk bersembunyi, ajal akan datang menghampiri dan tanpa kita sadari.Dan sejatinya, kematian yang ditakuti dan dihindari kedatangannya oleh kebanyakan orang, pada saatnya akan datang menghampiri.
Contoh ketakutan akan kematian ini dipertontonkan oleh Amerika Serikat . Seorang mantan pejabatnya Catherine Austin Fitts, mantan Asisten Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan (HUD) era Presiden George W Bush mengeklaim bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) telah membangun sekitar 170 bunker kiamat bawah tanah dan bawah laut untuk para elite. Proyek rahasia ini berlangsung antara tahun 1998 hingga 2015 dengan menghabiskan USD21 triliun (Rp342.105.886.637.102.700 atau Rp342 kuadriliun). Dibangunnya bunker kiamat bawah tanah ini untuk menghindari terjadinya kiamat dan kematian manusia di akhir zaman. (Baca juga: https://international.sindonews.com/read/1573307/42/eks-pejabat-bush-as-bangun-bunker-kiamat-untuk-para-elite-dengan-biaya-rp342-kuadriliun-1748477151 )
Benarkah manusia bisa menghindari kematian ini? Allah berfirman dalam Al Qur'an Surat Al Jumuah Ayat 8:
Artinya: Katakanlah, Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS Al-Jumuah : 8)
Begitu juga dengan firman Allah SWT berikut:
Artinya : “Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, Ini dari sisi Allah, dan jika mereka ditimpa suatu keburukan mereka mengatakan, Ini dari engkau (Muhammad). Katakanlah, Semuanya (datang) dari sisi Allah. Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?”(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 78)
Menurut Tafsir Al-Muyassar ( Kementerian Agama Saudi Arabia), ayat di atas menjelaskan bahwa di manapun kalian berada, kematian akan menemui kalian ditempat mana saja kalian berada tatkala ajal kalian telah tiba, walaupun kalian berada di dalam benteng-benteng pertahanan yang kokoh lagi jauh dari tempat-tempat pertempuran dan peperangan. Dan apabila mereka mendapatkan hal yang menyenangkan mereka berupa datangnya kesenangan dari kehidupan dunia,mereka menisbatkannya kepada Allah. Dan jika terjadi pada mereka sesuatu yang tidak mereka sukai,mereka menisbatkannya kepada Rasul Muhammad sebagai bentuk kebodohan dan anggapan sebagai sumber kesialan.
Mereka tidak mengetahui, bahwa semua itu berasal dari sisi Allah semata sesuai dengan ketetapan qadha dan takdir -NYA.
Allah SWT menegaskan, kematian sudah ditetapkan dan pasti datang
Contoh ketakutan akan kematian ini dipertontonkan oleh Amerika Serikat . Seorang mantan pejabatnya Catherine Austin Fitts, mantan Asisten Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan (HUD) era Presiden George W Bush mengeklaim bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) telah membangun sekitar 170 bunker kiamat bawah tanah dan bawah laut untuk para elite. Proyek rahasia ini berlangsung antara tahun 1998 hingga 2015 dengan menghabiskan USD21 triliun (Rp342.105.886.637.102.700 atau Rp342 kuadriliun). Dibangunnya bunker kiamat bawah tanah ini untuk menghindari terjadinya kiamat dan kematian manusia di akhir zaman. (Baca juga: https://international.sindonews.com/read/1573307/42/eks-pejabat-bush-as-bangun-bunker-kiamat-untuk-para-elite-dengan-biaya-rp342-kuadriliun-1748477151 )
Benarkah manusia bisa menghindari kematian ini? Allah berfirman dalam Al Qur'an Surat Al Jumuah Ayat 8:
قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Artinya: Katakanlah, Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS Al-Jumuah : 8)
Begitu juga dengan firman Allah SWT berikut:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَاِ نْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۚ وَاِ نْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِكَ ۗ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ فَمَا لِ ھٰٓ ؤُلَآ ءِ الْقَوْمِ لَا يَكَا دُوْنَ يَفْقَهُوْنَ حَدِيْثًا
اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَاِ نْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۚ وَاِ نْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِكَ ۗ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ فَمَا لِ ھٰٓ ؤُلَآ ءِ الْقَوْمِ لَا يَكَا دُوْنَ يَفْقَهُوْنَ حَدِيْثًا
Artinya : “Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, Ini dari sisi Allah, dan jika mereka ditimpa suatu keburukan mereka mengatakan, Ini dari engkau (Muhammad). Katakanlah, Semuanya (datang) dari sisi Allah. Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?”(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 78)
Menurut Tafsir Al-Muyassar ( Kementerian Agama Saudi Arabia), ayat di atas menjelaskan bahwa di manapun kalian berada, kematian akan menemui kalian ditempat mana saja kalian berada tatkala ajal kalian telah tiba, walaupun kalian berada di dalam benteng-benteng pertahanan yang kokoh lagi jauh dari tempat-tempat pertempuran dan peperangan. Dan apabila mereka mendapatkan hal yang menyenangkan mereka berupa datangnya kesenangan dari kehidupan dunia,mereka menisbatkannya kepada Allah. Dan jika terjadi pada mereka sesuatu yang tidak mereka sukai,mereka menisbatkannya kepada Rasul Muhammad sebagai bentuk kebodohan dan anggapan sebagai sumber kesialan.
Mereka tidak mengetahui, bahwa semua itu berasal dari sisi Allah semata sesuai dengan ketetapan qadha dan takdir -NYA.
Allah SWT menegaskan, kematian sudah ditetapkan dan pasti datang
Lihat Juga :