Khotbah Jumat Pertama Dzulhijjah : Keutamaan 10 Hari Awal Bulan Haji
Jum'at, 30 Mei 2025 - 09:11 WIB
loading...
Allah subhanahu wataala memberikan keutamaan pada waktu-waktu agung. Di antara waktu agung yang diberikan keutamaan oleh Allah adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Khotbah Jumat kali ini mengangkat tema keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Dan hari ini merupakan Jumat pertama di Bulan Haji tersebut bertepatan dengan tanggal 30 Mei 2025.
Berikut materi Khotbah Jumat Dzulhijjah disampaikan KH Bukhori Sail Attahiry dilansir dari website resmi Masjid Istiqlal Jakarta. Khutbah ini bisa dijadikan materi dan referensi bagi khatib maupun Dai yang hendak menyampaikan khotbah Jumat.
Allah subhanahu wata'ala memberikan keutamaan pada waktu-waktu agung. Di antara waktu agung yang diberikan keutamaan oleh Allah adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah .
Keutamaan tersebut memberikan kesempatan kepada umat Islam agar memanfaatkannya untuk berlomba mendapatkan kebaikan, baik di dunia maupun di Akhirat. Hal ini dijelaskan melalui Hadis Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berikut:
Artinya: "Dari Jabir radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baiknya hari dunia adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah." Ditanya, "Apakah jihad di jalan Allah tidak sebaik itu?" Rasul shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tidak akan sama jika dibandingkan dengan jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang menaburkan wajahnya dengan debu (gugur sebagai syahid)." (HR Al-Bazzar dengan sanad yang hasan dan Abu Ya'la dengan sanad yang shahih)
Para ulama memberikan penjelasan mengenai keutamaan 10 hari Dzulhijjah yang merupakan hari-hari terbaik di dunia ini. Antara lain karena induk-induk amal baik terkumpul pada hari tersebut, dan tidak didapati pada hari-hari lain. Pada hari itu Allah subhanahu wa ta'ala lipatgandakan segala pahala kebaikan menjadi seperti pahala orang yang melakukan jihad di jalan Allah subhanahu wa ta'ala kemudian gugur di medan perang.
Pada 10 hari Dzulhijjah ini Allah subhanahu wata'ala perintahkan kita (sunnah) untuk memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, memperbanyak bersedekah, memperbanyak berpuasa. Melaksanakan haji bagi yang mampu, dimana pada pelaksanaan haji tersebut terkumpul segala macam ibadah kepada Allah subhanahu wata'ala, dan Allah subhanahu wata'ala perintahkan juga untuk berqurban.
Diriwayatkan dari Ibn Umar radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda:
Artinya: "Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah dari pada hari yang sepuluh (10 hari pertama dari Dzulhijjah), karenanya perbanyaklah Tahlil, Takbir, dan Tahmid di dalamnya." (HR Ahmad dan at-Thabrani).
Berikut materi Khotbah Jumat Dzulhijjah disampaikan KH Bukhori Sail Attahiry dilansir dari website resmi Masjid Istiqlal Jakarta. Khutbah ini bisa dijadikan materi dan referensi bagi khatib maupun Dai yang hendak menyampaikan khotbah Jumat.
Allah subhanahu wata'ala memberikan keutamaan pada waktu-waktu agung. Di antara waktu agung yang diberikan keutamaan oleh Allah adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah .
Keutamaan tersebut memberikan kesempatan kepada umat Islam agar memanfaatkannya untuk berlomba mendapatkan kebaikan, baik di dunia maupun di Akhirat. Hal ini dijelaskan melalui Hadis Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berikut:
Artinya: "Dari Jabir radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baiknya hari dunia adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah." Ditanya, "Apakah jihad di jalan Allah tidak sebaik itu?" Rasul shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Tidak akan sama jika dibandingkan dengan jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang menaburkan wajahnya dengan debu (gugur sebagai syahid)." (HR Al-Bazzar dengan sanad yang hasan dan Abu Ya'la dengan sanad yang shahih)
Para ulama memberikan penjelasan mengenai keutamaan 10 hari Dzulhijjah yang merupakan hari-hari terbaik di dunia ini. Antara lain karena induk-induk amal baik terkumpul pada hari tersebut, dan tidak didapati pada hari-hari lain. Pada hari itu Allah subhanahu wa ta'ala lipatgandakan segala pahala kebaikan menjadi seperti pahala orang yang melakukan jihad di jalan Allah subhanahu wa ta'ala kemudian gugur di medan perang.
Pada 10 hari Dzulhijjah ini Allah subhanahu wata'ala perintahkan kita (sunnah) untuk memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, memperbanyak bersedekah, memperbanyak berpuasa. Melaksanakan haji bagi yang mampu, dimana pada pelaksanaan haji tersebut terkumpul segala macam ibadah kepada Allah subhanahu wata'ala, dan Allah subhanahu wata'ala perintahkan juga untuk berqurban.
Diriwayatkan dari Ibn Umar radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ أًيّاَمٍ أَعظَمُ عِندَ اللهِ وَلا أَحَبُّ إِليْهِ العَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هذهِ الأَيَّامِ العَشْرِ فَأَكْثِرُوْا فِيهنَّ من التًّهْلِيْل والتَّكْبِير والتَّحْمِيد
Artinya: "Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah dari pada hari yang sepuluh (10 hari pertama dari Dzulhijjah), karenanya perbanyaklah Tahlil, Takbir, dan Tahmid di dalamnya." (HR Ahmad dan at-Thabrani).
Lihat Juga :