2 Sosok Wanita yang Kokoh dalam Keimanan, Bisa Jadi Contoh di Masa Kini
Senin, 16 Juni 2025 - 18:15 WIB
loading...
A
A
A
Ia tidak berbicara dengan lelaki ajnabi (non mahram) kecuali karena terpaksa dengan tidak melembut-lembutkan suara. Dan ia tidak melepas pandangannya dengan melihat apa yang diharamkan Allah subhanahu wa ta’ala.
Ia ingat bagaimana Allah subhanahu wa ta’ala memuji Maryam yang sangat menjaga kesucian diri, sehingga ketika dikabarkan oleh Jibril alaihissalam bahwa dia akan mengandung seorang anak yang kelak menjadi rasul pilihan Allah subhanahu wa ta’ala, Maryam berkata dengan heran:
“Bagaimana aku bisa memiliki seorang anak laki-laki sedangkan aku tidak pernah disentuh oleh seorang manusia (laki-laki) pun dan aku bukan pula seorang wanita pezina.” (Maryam: 20).
Ustadzah Zulfa Husein Al-Atsariyyah menambahkan, wanita shalihah akan mengingat bagaimana keimanan Maryam kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan bagaimana ketekunannya dalam beribadah, sehingga Allah subhanahu wa ta’ala memilihnya dan mengutamakannya di atas seluruh wanita.
Ingatlah ketika malaikat Jibril berkata:
“Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilihmu, mensucikan dan melebihkanmu di atas segenap wanita di alam ini (yang hidup di masa itu).”
(Ali ‘Imran: 42)
Rasulullah shallallahu alaihi pernah bersabda:
“Cukup bagimu dari segenap wanita di alam ini (empat wanita, yaitu:) Maryam putri Imran, Khadijah bintu Khuwailid, Fathimah bintu Muhammad, dan Asiyah istri Fir’aun.”
Yakni cukup bagimu untuk sampai kepada martabat orang-orang yang sempurna dengan mencontoh keempat wanita ini, menyebut kebaikan-kebaikan mereka, kezuhudan mereka terhadap kehidupan dunia, dan tertujunya hati mereka kepada kehidupan akhirat.
Kata Ath-Thibi, cukup bagimu dengan mengetahui/ mengenal keutamaan mereka dari mengenal seluruh wanita. (Tuhfatul Ahwadzi, kitab Al-Manaqib).
Baca juga: Kisah di Dalam Surat At Tahrim : 3 Muslimah Saleha dan Teguran Allah SWT
Ia ingat bagaimana Allah subhanahu wa ta’ala memuji Maryam yang sangat menjaga kesucian diri, sehingga ketika dikabarkan oleh Jibril alaihissalam bahwa dia akan mengandung seorang anak yang kelak menjadi rasul pilihan Allah subhanahu wa ta’ala, Maryam berkata dengan heran:
“Bagaimana aku bisa memiliki seorang anak laki-laki sedangkan aku tidak pernah disentuh oleh seorang manusia (laki-laki) pun dan aku bukan pula seorang wanita pezina.” (Maryam: 20).
Ustadzah Zulfa Husein Al-Atsariyyah menambahkan, wanita shalihah akan mengingat bagaimana keimanan Maryam kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan bagaimana ketekunannya dalam beribadah, sehingga Allah subhanahu wa ta’ala memilihnya dan mengutamakannya di atas seluruh wanita.
Ingatlah ketika malaikat Jibril berkata:
“Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilihmu, mensucikan dan melebihkanmu di atas segenap wanita di alam ini (yang hidup di masa itu).”
(Ali ‘Imran: 42)
Rasulullah shallallahu alaihi pernah bersabda:
“Cukup bagimu dari segenap wanita di alam ini (empat wanita, yaitu:) Maryam putri Imran, Khadijah bintu Khuwailid, Fathimah bintu Muhammad, dan Asiyah istri Fir’aun.”
Yakni cukup bagimu untuk sampai kepada martabat orang-orang yang sempurna dengan mencontoh keempat wanita ini, menyebut kebaikan-kebaikan mereka, kezuhudan mereka terhadap kehidupan dunia, dan tertujunya hati mereka kepada kehidupan akhirat.
Kata Ath-Thibi, cukup bagimu dengan mengetahui/ mengenal keutamaan mereka dari mengenal seluruh wanita. (Tuhfatul Ahwadzi, kitab Al-Manaqib).
Baca juga: Kisah di Dalam Surat At Tahrim : 3 Muslimah Saleha dan Teguran Allah SWT
(wid)
Lihat Juga :