Kisah Bulan Muharram : Tobat Nabi Adam AS Dikabulkan Setelah 300 Tahun Memohon Tanpa Henti
Sabtu, 28 Juni 2025 - 16:30 WIB
loading...
Peristiwa di 10 Muharram ini, diyakini sebagai hari Allah Taala menerima tobat Nabi Adam as setelah selama 300 tahun Nabi Adam berdoa dan memohon ampunan tanpa henti. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Kisah Bulan Muharram yang dialami para nabi terdahulu ini, umumnya terjadi pada 10 Muharram. Termasuk yang dialami Nabi Adam alaihissalam. Peristiwa di 10 Muharram ini, diyakini sebagai hari Allah Taala menerima tobat Nabi Adam as setelah selama 300 tahun Nabi Adam berdoa dan memohon ampunan tanpa henti.
Kiisah ini diceritakan Sejarawan Mesir, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman”. Syaikh Muhammad mengutip Ibnu ‘Abbas ra mengatakan, setelah hari-hari ujian untuk Adam as telah berakhir dan dia telah bertobat, Allah menerima tobatnya. Sejumlah ulama berpendapat peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 10 Muharram.
Soal diterimanya tobat Nabi Adam ini disampaikan dalam firman Allah SWT:
Fatalaqqooa Aadamu mir Rabbihii Kalimaatin fataaba 'alayh; innahuu Huwat Tawwaabur Rahiim
"Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang". ( QS Al-Baqarah : 37)
Sebagian ulama mengatakan, Adam diberi ilham oleh Allah untuk mengatakan: “Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” ( QS Al-A’raaf : 23).
Menurut sebuah riwayat, sebagaimana dikutip Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas menyebut Adam berkata, “Wahai Tuhanku, dengan hak Muhammad , ampunilah kesalahanku.”
Allah berfirman kepadanya, “Bagaimana engkau mengetahui Muhammad, padahal Aku belum menciptakannya?”
Kiisah ini diceritakan Sejarawan Mesir, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas dalam bukunya yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman”. Syaikh Muhammad mengutip Ibnu ‘Abbas ra mengatakan, setelah hari-hari ujian untuk Adam as telah berakhir dan dia telah bertobat, Allah menerima tobatnya. Sejumlah ulama berpendapat peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 10 Muharram.
Soal diterimanya tobat Nabi Adam ini disampaikan dalam firman Allah SWT:
فَتَلَقّٰٓى اٰدَمُ مِنۡ رَّبِّهٖ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيۡهِؕ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيۡمُ
Fatalaqqooa Aadamu mir Rabbihii Kalimaatin fataaba 'alayh; innahuu Huwat Tawwaabur Rahiim
"Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang". ( QS Al-Baqarah : 37)
Sebagian ulama mengatakan, Adam diberi ilham oleh Allah untuk mengatakan: “Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” ( QS Al-A’raaf : 23).
Menurut sebuah riwayat, sebagaimana dikutip Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas menyebut Adam berkata, “Wahai Tuhanku, dengan hak Muhammad , ampunilah kesalahanku.”
Allah berfirman kepadanya, “Bagaimana engkau mengetahui Muhammad, padahal Aku belum menciptakannya?”
Lihat Juga :