Festival Kerukunan, Pendekatan PKUB Kemenag Perkuat Kohesi Umat
Senin, 14 Juli 2025 - 04:53 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Bina Lembaga Kerukunan Agama dan Lembaga Keagamaan PKUB, Hery Susanto mengatakan bahwa kegiatan ini tidak berdiri sendiri.
“Ini adalah piloting nasional, model awal yang akan kami replikasi di seluruh Desa Sadar Kerukunan binaan Kementerian Agama. Formatnya akan menyesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing, tetapi prinsipnya sama. Masyarakat dilibatkan sebagai aktor utama kerukunan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan ini memungkinkan masyarakat untuk tidak hanya memahami kerukunan, tetapi juga mengalami dan mempraktikkannya dalam bentuk nyata melalui seni, bazar, dialog publik, serta solidaritas lintas identitas.
Festival ditutup dengan penampilan dari Ngapah Band dan Madani. Lagu-lagu bertema cinta Tanah Air dan persaudaraan menggema di lapangan desa. Suasana begitu akrab. Warga dan tokoh agama berdiri berdampingan, menyanyi bersama, tertawa, dan saling menyapa hangat.
Di tengah tantangan zaman yang mengedepankan kecepatan dan ketegangan identitas, Festival Kerukunan di Desa Pabuaran menghadirkan pelajaran sederhana namun dalam. Damai bisa dimulai dari desa, dari warga, dan dari tindakan-tindakan kecil yang dilakukan bersama.
Jika kerukunan adalah rumah besar Indonesia, maka desa adalah fondasinya. Dan fondasi itu hanya akan kokoh jika dibangun dengan bahasa budaya, rasa percaya, dan partisipasi aktif seluruh anak bangsa.
“Ini adalah piloting nasional, model awal yang akan kami replikasi di seluruh Desa Sadar Kerukunan binaan Kementerian Agama. Formatnya akan menyesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing, tetapi prinsipnya sama. Masyarakat dilibatkan sebagai aktor utama kerukunan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan ini memungkinkan masyarakat untuk tidak hanya memahami kerukunan, tetapi juga mengalami dan mempraktikkannya dalam bentuk nyata melalui seni, bazar, dialog publik, serta solidaritas lintas identitas.
Festival ditutup dengan penampilan dari Ngapah Band dan Madani. Lagu-lagu bertema cinta Tanah Air dan persaudaraan menggema di lapangan desa. Suasana begitu akrab. Warga dan tokoh agama berdiri berdampingan, menyanyi bersama, tertawa, dan saling menyapa hangat.
Di tengah tantangan zaman yang mengedepankan kecepatan dan ketegangan identitas, Festival Kerukunan di Desa Pabuaran menghadirkan pelajaran sederhana namun dalam. Damai bisa dimulai dari desa, dari warga, dan dari tindakan-tindakan kecil yang dilakukan bersama.
Jika kerukunan adalah rumah besar Indonesia, maka desa adalah fondasinya. Dan fondasi itu hanya akan kokoh jika dibangun dengan bahasa budaya, rasa percaya, dan partisipasi aktif seluruh anak bangsa.
(aww)
Lihat Juga :