Bolehkah Memilih Pertemanan? Bagaimana Hukumnya dalan Pandangan Islam?
Senin, 14 Juli 2025 - 15:27 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan ulama mengingatkan adalah tidak kalah pentingnya selektif dalam teman saat menuntut ilmu. Al-Imam Badruddin Ibnu Jama’ah Al-Kinani rahimahullah berkata: “Bila dia (seorang penuntut ilmu) membutuhkan teman, hendaknya memilih orang yang shalih, beragama, bertakwa, wara’, cerdas, banyak kebaikannya lagi sedikit keburukannya, santun dalam bergaul, dan tak suka berdebat. Bila dia lupa, teman tersebut bisa mengingatkannya. Bila dalam keadaan ingat (kebaikan), teman tersebut mendukungnya. Bila dia butuh bantuan, teman tersebut siap membantunya. Dan bila dia sedang marah, maka teman tersebut pun menyabarkannya.” (Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim).
Rasulullah -ﷺ- bersabda:
“Seseorang tergantung agama teman akrabnya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian memerhatikan siapa yang dijadikan sebagai teman akrab.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ahmad dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. (Al-Ahadits Ash-Shahihah)
Sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu berkata:
“Seseorang akan berjalan dan berteman dengan orang yang dicintainya dan sejenis dengannya.” (Al-Ibanah karya Al-Imam Ibnu Baththah rahimahullah)
Al-Imam Qatadah rahimahullah berkata: “Demi Allah subhanahu wa ta'ala, sungguh tidaklah kami melihat seseorang berteman kecuali dengan yang sejenisnya. Maka bertemanlah dengan orang-orang shalih dari hamba-hamba Allah subhanahu wa ta'ala, semoga kalian senantiasa bersama mereka atau menjadi seperti mereka.” (Al-Ibanah karya Al-Imam Ibnu Baththah rahimahullah).
Baca juga: 4 Kriteria Teman dalam Islam, Salah Satunya Jangan Pilih Orang Jahil
Wallahu'Alam
Rasulullah -ﷺ- bersabda:
الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang tergantung agama teman akrabnya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian memerhatikan siapa yang dijadikan sebagai teman akrab.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ahmad dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. (Al-Ahadits Ash-Shahihah)
Sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu berkata:
“Seseorang akan berjalan dan berteman dengan orang yang dicintainya dan sejenis dengannya.” (Al-Ibanah karya Al-Imam Ibnu Baththah rahimahullah)
Al-Imam Qatadah rahimahullah berkata: “Demi Allah subhanahu wa ta'ala, sungguh tidaklah kami melihat seseorang berteman kecuali dengan yang sejenisnya. Maka bertemanlah dengan orang-orang shalih dari hamba-hamba Allah subhanahu wa ta'ala, semoga kalian senantiasa bersama mereka atau menjadi seperti mereka.” (Al-Ibanah karya Al-Imam Ibnu Baththah rahimahullah).
Baca juga: 4 Kriteria Teman dalam Islam, Salah Satunya Jangan Pilih Orang Jahil
Wallahu'Alam
(wid)
Lihat Juga :