Mengapa Islam Melarang Kencing Sambil Berdiri? Begini Alasannya
Rabu, 16 Juli 2025 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Sebenarnya seseorang yang kencing berdiri tidak dihukumi dosa, asalkan ia memastikan aman dari percikan air kencing. Namun ini agaknya sulit karena kencing berdiri tidak dapat menuntaskan air kencing sehingga najisnya terkadang menempel di celana tanpa disadari.
Artinya: "Dari Anas radhiyallahu 'anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersihkanlah diri dari air kencing. Karena sesungguhnya kebanyakan siksa kubur berasal darinya." (HR Ad-Daruquthni dalam Sunannya No 459)
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Kunci sholat adalah bersuci, pembukanya adalah takbir, dan penutupnya adalah salam."
Baca juga: Mendapat Siksa Kubur Gara-Gara Air Kencing, Begini Penjelasannya
Agar bersih dari najis air kencing, Rasulullah SAW mengajarkan cara buang air kecil yang baik dan benar. Dari Suraqah bin Malik radhiyallahu 'anhu:
Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajari kami agar di dalam WC, kami duduk di atas kaki kiri kami dan menegakkan kaki kanan." (HR Al-Baihaqi dengan sanad dha'if)
Hadis ini menerangkan posisi seorang saat kencing yaitu dengan posisi duduk (jongkok) di atas tungkai kaki kiri dan menegakkan kaki kanan. Tujuannya agar air kencing yang tersisa tuntas.
Imam Al-Ghazali dalam Kitab Bidayatul Hidayah menerangkan: "Hendaknya kamu menuntaskan air kencing dengan berdehem dan disentil sebanyak tiga kali, serta mengurutkan tangan kiri dari bagian bawah batang kemaluan."
Siksa Kubur Bagi yang Menyepelekan Kencing
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam mengabarkan orang yang disiksa di dalam kubur karena perkara kencing. Dalam hadis disebutkan: "Suatu hari Rasulullah pernah berjalan melewati dua makam, lalu beliau bersabda, "Sesungguhnya penghuni kedua makam ini sedang menjalani siksaan. Mereka berdua disiksa bukan karena dosa besar. Salah seorang dari keduanya adalah orang yang selalu tidak bersih bersuci dari buang air kecil (kencing), sedangkan yang kedua adalah orang yang suka mengadu domba." (HR Al-Bukhari, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)عَنْ أَنَسٍ , قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : تَنَزَّهُوا مِنَ الْبَوْلِ فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ الْقَبْرِ مِنْهُ
Artinya: "Dari Anas radhiyallahu 'anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersihkanlah diri dari air kencing. Karena sesungguhnya kebanyakan siksa kubur berasal darinya." (HR Ad-Daruquthni dalam Sunannya No 459)
Cara Buang Air Kecil Sesuai Sunnah
Ini Alasan Mengapa Islam Tidak Menganjurkan Kencing BerdiriNabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Kunci sholat adalah bersuci, pembukanya adalah takbir, dan penutupnya adalah salam."
Baca juga: Mendapat Siksa Kubur Gara-Gara Air Kencing, Begini Penjelasannya
Agar bersih dari najis air kencing, Rasulullah SAW mengajarkan cara buang air kecil yang baik dan benar. Dari Suraqah bin Malik radhiyallahu 'anhu:
علمنا رسول الله - صلى الله عليه وسلم - في الخلاء أن نقعد على اليسرى, وننصب اليمنى. رواه البيهقي بسند ضعيف
Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajari kami agar di dalam WC, kami duduk di atas kaki kiri kami dan menegakkan kaki kanan." (HR Al-Baihaqi dengan sanad dha'if)
Hadis ini menerangkan posisi seorang saat kencing yaitu dengan posisi duduk (jongkok) di atas tungkai kaki kiri dan menegakkan kaki kanan. Tujuannya agar air kencing yang tersisa tuntas.
Imam Al-Ghazali dalam Kitab Bidayatul Hidayah menerangkan: "Hendaknya kamu menuntaskan air kencing dengan berdehem dan disentil sebanyak tiga kali, serta mengurutkan tangan kiri dari bagian bawah batang kemaluan."
Lihat Juga :