Palestina di Era Shalahuddin Al-Ayyubi, Negeri Penuh Berkah yang Kini Hancur Lebur di Tangan Zionis
Minggu, 20 Juli 2025 - 16:03 WIB
loading...
A
A
A
Untuk itu, umat Islam perlu mengambil pelajaran dari umat-umat terdahulu yang telah berhasil mengembalikan Palestina ke pangkuan umat Islam, yaitu mari kita belajar kepada generasi Shalahuddin al-Ayyubi.
Generasi Shalahuddin al-Ayyubi berhasil mengembalikan Palestina secara umum dan khususnya Al-Quds ke pangkuan umat Islam dengan berbagai cara yang patut kita teladani.
Untuk itu, Shalahuddin al-Ayyubi manaklukan Mesir, Syam selain Palestina (Suriah, Lebanon, Yordania) dan Mosul (Irak), sebelum membebaskan Palestina.
Baca juga: New York Times Akhirnya Guncang Kebungkaman Media Barat tentang Genosida Gaza
Dengan strategi ini ukhwah islamiyah antar negera terjalin dan para penjajah tidak memiliki peluang untuk meminta serta mendapkan bantuan dari negara-negara lainnya.
Untuk itulah, negeri-negeri Islam atau negeri-negeri berpenduduk muslim harus bersatu untuk membela rakyat-rakyat Palestina yang sedang terjajah.
Jika persatuan tersebut belum terjalin, setidaknya ukhwah islamiyah antara sesama umat Islam harus terjalin dengan baik terlebih dahulu, karena Rasulullah pernah bersabda dalam riwayat Al-Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45:
“Tidak akan sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri”
Perjuangan ini meliputi anggota badan bagi mereka yang mampu membatu dengan anggota badan; kebijakan bagi mereka para pemangku kebijakan, harta bagi yang mampu dengan harta, ucapan bagi seorang dai, tulisan bagi seorang cendekiawan, media masa, dan lain sebagainya yang dapat menguntungkan umat Islam dan mengakhiri aksi penjajah.
Generasi Shalahuddin al-Ayyubi berhasil mengembalikan Palestina secara umum dan khususnya Al-Quds ke pangkuan umat Islam dengan berbagai cara yang patut kita teladani.
1. Perlunya ukhwah Islamiyah dan persatuan negeri-negeri Islam untuk membela Palestina
Shalahuddin al-Ayyubi meyakini bahwa pengusiran penjajah Palestina tidak akan mungkin terlaksana dengan baik kecuali dengan adanya penyatuan kekuatan negeri-negeri Islam.Untuk itu, Shalahuddin al-Ayyubi manaklukan Mesir, Syam selain Palestina (Suriah, Lebanon, Yordania) dan Mosul (Irak), sebelum membebaskan Palestina.
Baca juga: New York Times Akhirnya Guncang Kebungkaman Media Barat tentang Genosida Gaza
Dengan strategi ini ukhwah islamiyah antar negera terjalin dan para penjajah tidak memiliki peluang untuk meminta serta mendapkan bantuan dari negara-negara lainnya.
Untuk itulah, negeri-negeri Islam atau negeri-negeri berpenduduk muslim harus bersatu untuk membela rakyat-rakyat Palestina yang sedang terjajah.
Jika persatuan tersebut belum terjalin, setidaknya ukhwah islamiyah antara sesama umat Islam harus terjalin dengan baik terlebih dahulu, karena Rasulullah pernah bersabda dalam riwayat Al-Bukhari no. 13 dan Muslim no. 45:
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidak akan sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri”
2. Perlunya berjuang semaksimal kemampuan
Untuk menyongsong kemerdekaan Palestina dari penjajahan Yahudi Israil saat ini, umat Islam perlu berjuang sesuai dengan kemampuannya.Perjuangan ini meliputi anggota badan bagi mereka yang mampu membatu dengan anggota badan; kebijakan bagi mereka para pemangku kebijakan, harta bagi yang mampu dengan harta, ucapan bagi seorang dai, tulisan bagi seorang cendekiawan, media masa, dan lain sebagainya yang dapat menguntungkan umat Islam dan mengakhiri aksi penjajah.
Lihat Juga :