Kemenag Dorong Integrasi Fikih dan Astronomi dalam Penentuan Hilal

Sabtu, 26 Juli 2025 - 09:42 WIB
loading...
Kemenag Dorong Integrasi...
Kemenag Dorong Integrasi Fikih dan Astronomi dalam Penentuan Hilal/Kemenag
A A A
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengungkapkan pentingnya integrasi fiqih dan astronomi dalam penentuan hilal agar syiar Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha tetap terjaga di tengah kemajuan teknologi modern.

Hal itu disampaikannya dalam Forum Perdana Ehwal Islam bertema “Meniti Waktu” yang berlangsung di Studio Utama Yusuf, Kompleks Islam Putrajaya, Malaysia, Kamis (24/7/2025).

Acara yang disiarkan langsung RTM TV1 itu menghadirkan panelis dari tiga negara anggota MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura). Selain Abu Rokhmad, hadir perwakilan dari Kementerian Ehwal Agama Brunei Darussalam, Muhammad Zulhilmi Mohd Jefri dan anggota Jawatankuasa Fatwa dan Falak Singapura, Firdaus Yahya. Diskusi dipandu Zakaria Othman dan diikuti secara luas melalui siaran televisi maupun platform digital.

Baca Juga: 4 Ayat Al Quran tentang Wanita Akhir Zaman, Faktanya Kian Nyata

Abu Rokhmad mengatakan, hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan visual hilal) bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan dua metode yang saling menguatkan. “Hilal bukan sekadar persoalan teknis astronomi, tapi juga syiar agama. Integrasi hisab dan rukyat itu esensi ilmu falak. Di situlah agama dan sains bertemu,” tegasnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekhususan, karena wilayahnya sangat luas dan dihuni berbagai ormas Islam yang kadang memiliki metode berbeda. "Di sinilah peran Kementerian Agama menjadi penengah agar perbedaan tak memecah belah umat. Perbedaan awal Ramadan atau Idulfitri itu wajar, tapi semangat kita adalah mempersempit perbedaan dan memperluas titik temu,” ujarnya.

Abu Rokhmad juga membahas posisi strategis Aceh sebagai wilayah paling barat Indonesia. Lokasi ini sering menjadi kunci rukyat hilal karena posisi bulan lebih tinggi dibanding wilayah lain. “Bisa saja hilal terlihat di Aceh, tapi tidak di Singapura atau Brunei karena faktor geografi. Pertanyaannya, bisakah hasil rukyat Aceh menjadi acuan bagi seluruh negara MABIMS? Ini yang sedang kita bahas agar ada kesepahaman,” jelasnya.

Lebih lanjut, Abu Rokhmad menekankan pentingnya literasi falak untuk generasi muda. Di Indonesia, ilmu falak diajarkan di pesantren, madrasah, hingga perguruan tinggi Islam, bahkan tersedia program sarjana, magister, hingga doktoral. “Falak bukan hanya soal puasa dan lebaran. Ia mengatur waktu salat, arah kiblat, hingga kalender ibadah sepanjang tahun. Ini ilmu yang tak boleh hilang,” tambahnya.

Guru Besar UIN Walisongo, Semarang itu juga mengapresiasi kesepakatan kriteria Imkanur Rukyah MABIMS (tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat). “Kriteria ini adalah jalan tengah. Dengan standar bersama, kita semakin dekat pada keseragaman penetapan Ramadan dan Syawal di Asia Tenggara,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Zulhilmi Muhammad Jefri dari Kementerian Khas Ehwal Agama Brunei Darussalam menjelaskan, negaranya telah memiliki Jawatankuasa Teknikal Falak Syar’i yang disahkan Sultan Brunei sejak 2003. Komite ini melibatkan berbagai lembaga, mulai dari Jabatan Mufti hingga Persatuan Astronomi Brunei. “Kami tetap melaksanakan rukyat hilal sebagai syiar, tapi memanfaatkan data hisab modern untuk menentukan lokasi dan waktu rukyat paling ideal,” tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Hari Raya Iduladha 1447...
Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah Serentak pada Rabu 27 Mei 2026
Kemenag Gelar Sidang...
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Iduladha 2026 pada 17 Mei
Kemenag Siapkan Beasiswa...
Kemenag Siapkan Beasiswa Sarjana PJJ untuk Guru Ngaji
Breaking News: Pemerintah...
Breaking News: Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 pada Sabtu 21 Maret
Kemenag: Secara Hisab,...
Kemenag: Secara Hisab, 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026
Rekomendasi
Jadi Tempat Terpanas...
Jadi Tempat Terpanas di Bumi, NASA Cap Gurun Dasht-e Lut sebagai Area Neraka
Manusia Purba Yunxian...
Manusia Purba Yunxian Diklaim Spesies Paling Mirip dengan Kita
Mengungkap Misteri di...
Mengungkap Misteri di Balik Lukisan Raja Charles II Karya Carreno de Miranda
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved