Ahli Fiqih Makin Langka, Benarkah Tanda Akhir Zaman?
Selasa, 29 Juli 2025 - 08:33 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 4 Ayat Al Quran Tentang Wanita Akhir Zaman, Faktanya Kian Nyata
Imam Ibnu Abdil Bar rahimahullah mengatakan, dalam hadis ini terdapat pemahaman adanya pujian untuk zaman banyak fuqahanya, saat itu sedikitnya qurra, dan zaman tersebut telah dipuji lewat lisan Rasulullah SAW . Sekaligus sebagai celaan atas kondisi yang berubah yaitu banyak ahli baca Al-Qur'an , tapi sedikit amalnya.
Ini menjadi dalil bahwa banyaknya ahli baca Al-Qur'an sebagai perubahan zaman dan itu tercela. Telah diriwayatkan dari Hadis Nabi SAW : "Paling banyak golongan munafik dari umatku adalah para qurra-nya." Ini pun menjadi dalil, bacaan tidak bagus tidak apa-apa, asalkan dia menjaga syariat di dalamnya.
Imam Ibnu Abdil Bar juga berkata: Ini menjadi dalil bahwa hilangnya huruf-huruf saat melafalkannya adalah tidak apa-apa, karena zaman disaat hilangnya huruf-huruf dilafalkan itu telah dipuji, yang tercela adalah menjaga huruf-hurufnya tapi tidak menjaga hukum syariat dalam Al-Qur'an . (Al Istidzkar, 2/363)
Apa yang disebutkan dalam riwayat di atas sepertinya saat ini telah terjadi. Menjamurnya perhatian manusia terhadap hapalan Al-Qur'an , dan bagusnya bacaan. Adapun bagaimana menggali memahami hukum, syariat, hikmah, dan menjalankannya, kurang mendapat perhatian. Serta banyaknya para penceramah, bahkan dadakan, tapi sedikit ahli fiqih. Intinya adalah hilangnya keseimbangan, itulah yang dicela. Adapun membaca Al-Qur'an , menghapalnya, adalah hal mulia. Wallahu A'lam
Baca juga: Perbedaan Orang Awam dan Ahli Fiqih Ketika Memaknai Hadis Nabi
Imam Ibnu Abdil Bar rahimahullah mengatakan, dalam hadis ini terdapat pemahaman adanya pujian untuk zaman banyak fuqahanya, saat itu sedikitnya qurra, dan zaman tersebut telah dipuji lewat lisan Rasulullah SAW . Sekaligus sebagai celaan atas kondisi yang berubah yaitu banyak ahli baca Al-Qur'an , tapi sedikit amalnya.
Ini menjadi dalil bahwa banyaknya ahli baca Al-Qur'an sebagai perubahan zaman dan itu tercela. Telah diriwayatkan dari Hadis Nabi SAW : "Paling banyak golongan munafik dari umatku adalah para qurra-nya." Ini pun menjadi dalil, bacaan tidak bagus tidak apa-apa, asalkan dia menjaga syariat di dalamnya.
Imam Ibnu Abdil Bar juga berkata: Ini menjadi dalil bahwa hilangnya huruf-huruf saat melafalkannya adalah tidak apa-apa, karena zaman disaat hilangnya huruf-huruf dilafalkan itu telah dipuji, yang tercela adalah menjaga huruf-hurufnya tapi tidak menjaga hukum syariat dalam Al-Qur'an . (Al Istidzkar, 2/363)
Apa yang disebutkan dalam riwayat di atas sepertinya saat ini telah terjadi. Menjamurnya perhatian manusia terhadap hapalan Al-Qur'an , dan bagusnya bacaan. Adapun bagaimana menggali memahami hukum, syariat, hikmah, dan menjalankannya, kurang mendapat perhatian. Serta banyaknya para penceramah, bahkan dadakan, tapi sedikit ahli fiqih. Intinya adalah hilangnya keseimbangan, itulah yang dicela. Adapun membaca Al-Qur'an , menghapalnya, adalah hal mulia. Wallahu A'lam
Baca juga: Perbedaan Orang Awam dan Ahli Fiqih Ketika Memaknai Hadis Nabi
(wid)
Lihat Juga :