7 Kenikmatan yang Membawa Manusia pada Sifat Iblis
Kamis, 31 Juli 2025 - 11:38 WIB
loading...
Nikmat memiliki harta berlebih, tidak menjadikan semua orang untuk mau bersedekah, dengan kekayaan dan hartanya justu malah mampu menjadikan seseorang untuk meremehkan orang miskin. Inilah salah satu sifat iblis yakni sombong. Foto ilustrasi/freepik
A
A
A
Banyak kenikmatan yang telah diberikan Allah SWT kepada manusia yang justru banyak menyeret mereka ke dalam salah satu sifat iblis yakni sombong atau kesombongan. Sifat sombong mudah muncul dalam diri manusia yang menjadikan seseorang menderita penyakit hati tersebut.
Imam Al Ghazali menyebutkan kenikmatan-kenikmatan yang menyebabkan seseorang mudah memiliki sifat sombong ini. Antara lain:
Dan di antara bahaya akibat memiliki sifat sombong ialah pertama, mampu menghancurkan amal saleh. Seseorang yang memiliki sifat sombong, tidak akan pernah memiliki sifat ikhlas yang merupakan dasar daripada setiap perbuatan maupun ibadah yang kita kerjakan. Oleh karena kesombongan itu dapat membinasakan amal ibadah, artinya sia-sialah semua perbuatan yang ia lakukan.
“Adapun amal-amal yang membinasakan adalah berprilaku kikir, mengikuti hawa nafsu dan membanggakan diri.” (HR. Thabrani)
Kedua, memperturutkan hawa nafsu. Ketika seseorang sudah memiki rasa sombong, maka orang tersebut akan selalu bertindak sesuai hawa nafsunya tanpa memikirkan sekitar dan akibat yang akan terjadi setelahnya.
Sikap seperti ini berakibat akan rasa tinggi hati dan selalu merasa lapar untuk berbuat sesuatu yang mampu membuat dirinya puas dan bangga. Dalam keadaan seperti itu, mereka akan cenderung berbuat serakah dan mudah dihasut oleh setan dan iblis sehingga yang mereka lakukan tak lain hanyalah maksiat semata.
Baca juga: Kufur Nikmat, Fenomena Penyakit Zaman Sekarang
“Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.” (QS Al-A’raf: 13).
Seorang mukmin sudah seharusnya membenamkan sifat sombong dan angkuh. Kita harus merendahkan hati agar tak dibenci Allah. Orang mukmin adalah mereka yang selalu rendah hati dan menghargai manusia lainnya.
Untuk itu, Imam Al-Ghazali memberikan nasihat agar kita terhindar dari sifat sombong ini. Nasihat beliau, antara lain:
1. Jika berjumpa dengan anak-anak, anggaplah bahwa anak-anak tersebut lebih mulia daripada kita karena mereka belum banyak melakukan dosa.
2. Apabila bertemu dengan orang tua, anggaplah ia lebih mulia daripada kita karena dia sudah lama beribadah.
3. Jika berjumpa dengan orang alim, anggaplah dia lebih mulia daripada kita karena mereka telah mempelajari dan mengetahui banyak ilmu.
4. Jika melihat orang bodoh, anggaplah mereka lebih mulia daripada kita karena mereka melakukan dosa dalam kebodohan, sedangkan kita melakukan dosa dalam keadaan mengetahui.
5. Apabila melihat orang jahat, jangan anggap kita lebih mulia karena mungkin suatu hari nanti dia akan bertobat atas kesalahannya.
6. Apabila bertemu dengan orang kafir, katakan di dalam hati bahwa mungkin suatu hari nanti mereka akan mendapatkan hidayah dan memeluk Islam sehingga segala dosa mereka akan diampuni oleh Allah.
Nasihat Imam al-Ghazali mengajarkan kita agar rendah hati dan tidak merasa lebih baik daripada orang lain. Orang mukmin adalah mereka yang selalu rendah hati dan menghargai manusia lainnya. Wallahu A'lam
Baca juga: Sifat Ini Paling Dibanggakan Iblis, Apa Itu?
Imam Al Ghazali menyebutkan kenikmatan-kenikmatan yang menyebabkan seseorang mudah memiliki sifat sombong ini. Antara lain:
1. Ilmu pengetahuan
Biasanya orang yang berilmu tinggi atau berpendidikan tinggi merasa dirinya orang yang paling pandai bila dibandingkan dengan orang yang tidak berilmu atau berpendidikan2. Amal ibadah
Terutama amal ibadah yang tidak jelas dapat menyebabkan sifat takabbur apalagi bila mendapat perhatian dari orang lain karena ibadah yang dilakukannya, selain menjadi sombong namun juga mampu mengurangi keikhlasannya dalam mejalankan amal ibadahnya.3. Kebangsawanan
Kebangsawanan dapat menyebabkan takabbur karena menganggap dirinya lebih tinggi derajadnya daripada kelompok atau kasta lain. dan memandang rendah oleh orang yang dianggapnya hanyalah rakyat biasa.4. Kecantikan dan ketampanan wajah
Kecantikan dan ketampanan menjadikan orang merendahkan orang lain yang tidak lebih cantik dan tampan dari dirinya. Bukan malah mensyukuri namun malah menjadi tinggi hati dan sombong karena mampu menjadi pusat perhatian5. Harta dan kekayaan
Memiliki harta berlebih, tidak menjadikan semua orang untuk mau bersedekah melalui jalan-Nya. Dengan kekayaan dan hartanya, justu malah mampu menjadikan seseorang untuk meremehkan orang miskin.6. Kekuatan dan kekuasaan
Berkah kekuasaan yang dimiliki, bukan dipakai untuk membantu orang yang benar dan membutuhkannya, namun dengan kekuatan dan kekuasaan yang dimilikinya ia malah berbuat sewenang-wenang terhadap orang lain tanpa melihat statusnya7. Banyak pengikut
Banyak yang mengikutinya, ada teman sejati, karib kerabat yang mempunyai kedudukan dan pejabat-pejabat tinggi, bisa membuat seseorang merasa lebih tinggi dan akhirnya sombong.Dan di antara bahaya akibat memiliki sifat sombong ialah pertama, mampu menghancurkan amal saleh. Seseorang yang memiliki sifat sombong, tidak akan pernah memiliki sifat ikhlas yang merupakan dasar daripada setiap perbuatan maupun ibadah yang kita kerjakan. Oleh karena kesombongan itu dapat membinasakan amal ibadah, artinya sia-sialah semua perbuatan yang ia lakukan.
“Adapun amal-amal yang membinasakan adalah berprilaku kikir, mengikuti hawa nafsu dan membanggakan diri.” (HR. Thabrani)
Kedua, memperturutkan hawa nafsu. Ketika seseorang sudah memiki rasa sombong, maka orang tersebut akan selalu bertindak sesuai hawa nafsunya tanpa memikirkan sekitar dan akibat yang akan terjadi setelahnya.
Sikap seperti ini berakibat akan rasa tinggi hati dan selalu merasa lapar untuk berbuat sesuatu yang mampu membuat dirinya puas dan bangga. Dalam keadaan seperti itu, mereka akan cenderung berbuat serakah dan mudah dihasut oleh setan dan iblis sehingga yang mereka lakukan tak lain hanyalah maksiat semata.
Baca juga: Kufur Nikmat, Fenomena Penyakit Zaman Sekarang
Membawa Kehancuran
Kesombongan hanya akan membawa kita pada kehancuran. Kita harus belajar dari kisah iblis yang terusir dari surga karena sikap sombongnya yang merasa lebih hebat dari Nabi Adam. Allah Ta'ala berfirman,قَالَ فَٱهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَٱخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ ٱلصَّٰغِرِينَ
“Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.” (QS Al-A’raf: 13).
Seorang mukmin sudah seharusnya membenamkan sifat sombong dan angkuh. Kita harus merendahkan hati agar tak dibenci Allah. Orang mukmin adalah mereka yang selalu rendah hati dan menghargai manusia lainnya.
Untuk itu, Imam Al-Ghazali memberikan nasihat agar kita terhindar dari sifat sombong ini. Nasihat beliau, antara lain:
1. Jika berjumpa dengan anak-anak, anggaplah bahwa anak-anak tersebut lebih mulia daripada kita karena mereka belum banyak melakukan dosa.
2. Apabila bertemu dengan orang tua, anggaplah ia lebih mulia daripada kita karena dia sudah lama beribadah.
3. Jika berjumpa dengan orang alim, anggaplah dia lebih mulia daripada kita karena mereka telah mempelajari dan mengetahui banyak ilmu.
4. Jika melihat orang bodoh, anggaplah mereka lebih mulia daripada kita karena mereka melakukan dosa dalam kebodohan, sedangkan kita melakukan dosa dalam keadaan mengetahui.
5. Apabila melihat orang jahat, jangan anggap kita lebih mulia karena mungkin suatu hari nanti dia akan bertobat atas kesalahannya.
6. Apabila bertemu dengan orang kafir, katakan di dalam hati bahwa mungkin suatu hari nanti mereka akan mendapatkan hidayah dan memeluk Islam sehingga segala dosa mereka akan diampuni oleh Allah.
Nasihat Imam al-Ghazali mengajarkan kita agar rendah hati dan tidak merasa lebih baik daripada orang lain. Orang mukmin adalah mereka yang selalu rendah hati dan menghargai manusia lainnya. Wallahu A'lam
Baca juga: Sifat Ini Paling Dibanggakan Iblis, Apa Itu?
(wid)
Lihat Juga :