Gelar Serambi Bimas Islam, Kemenag Sapa Warga di CFD lewat Podcast hingga Dialog
Senin, 04 Agustus 2025 - 22:56 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah akan menghadirkan topik seputar layanan KUA, bimbingan perkawinan, dan penguatan ketahanan keluarga. Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf akan mengedukasi masyarakat mengenai literasi zakat dan wakaf, perizinan lembaga amil zakat, serta program pemberdayaan ekonomi masyakarat berbasis zakat dan wakaf.
“Direktorat Jaminan Produk Halal sebagai direktorat baru juga akan turut serta dalam kegiatan ini, dengan memberi informasi terkait regulasi halal serta penguatan ekosistem halal nasional,” ungkap Abu.
Abu menjelaskan, istilah “serambi” dalam nama program ini diambil dari nilai-nilai budaya masyarakat. Serambi merupakan ruang terbuka di depan rumah atau masjid yang menjadi tempat berinteraksi dan berdiskusi.
“Sebagaimana serambi masjid di masa lampau menjadi tempat bermusyawarah dan menyelesaikan persoalan keagamaan, Serambi Bimas Islam kami gagas sebagai simbol keterbukaan kami dalam menyapa dan melayani masyarakat,” terangnya.
Kegiatan Serambi Bimas Islam dinilai penting karena memberi ruang komunikasi langsung antara Ditjen Bimas Islam dengan masyarakat. Terlebih, kegiatan ini dilakukan di area CFD yang menjadi ruang publik terbuka dan inklusif. Menurut Abu, CFD dikenal sebagai tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai latar belakang agama, profesi, usia, dan suku.
“Melalui program yang hadir di tengah masyarakat seperti ini, kami ingin menghadirkan informasi bahwa layanan keagamaan itu mudah dijangkau, responsif, dan akomodatif. Ini sejalan dengan semangat Kemenag dalam mewujudkan layanan dengan tagline Beragama Berdampak,” tandas Abu.
“Direktorat Jaminan Produk Halal sebagai direktorat baru juga akan turut serta dalam kegiatan ini, dengan memberi informasi terkait regulasi halal serta penguatan ekosistem halal nasional,” ungkap Abu.
Abu menjelaskan, istilah “serambi” dalam nama program ini diambil dari nilai-nilai budaya masyarakat. Serambi merupakan ruang terbuka di depan rumah atau masjid yang menjadi tempat berinteraksi dan berdiskusi.
“Sebagaimana serambi masjid di masa lampau menjadi tempat bermusyawarah dan menyelesaikan persoalan keagamaan, Serambi Bimas Islam kami gagas sebagai simbol keterbukaan kami dalam menyapa dan melayani masyarakat,” terangnya.
Kegiatan Serambi Bimas Islam dinilai penting karena memberi ruang komunikasi langsung antara Ditjen Bimas Islam dengan masyarakat. Terlebih, kegiatan ini dilakukan di area CFD yang menjadi ruang publik terbuka dan inklusif. Menurut Abu, CFD dikenal sebagai tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai latar belakang agama, profesi, usia, dan suku.
“Melalui program yang hadir di tengah masyarakat seperti ini, kami ingin menghadirkan informasi bahwa layanan keagamaan itu mudah dijangkau, responsif, dan akomodatif. Ini sejalan dengan semangat Kemenag dalam mewujudkan layanan dengan tagline Beragama Berdampak,” tandas Abu.
(shf)
Lihat Juga :