MUI DKI: Musik dan Film Bisa Dijadikan Sarana Dakwah
Kamis, 10 September 2020 - 16:29 WIB
loading...
A
A
A
Seni bukan sekadar untuk seni (art for art) yang absurd dan hampa nilai (laghwun), keindahan bukan berhenti pada keindahan dan kepuasan estetis. Sebab semua aktivitas hidup tidak terlepas dari lingkup ibadah yang universal.
"Motivasi seni Islam adalah spirit ibadah kepada Allah, menjalankan kebenaran (haq), menegakkan dan membelanya demi mencari ridha Allah Ta'ala. Bukan mencari popularitas ataupun materi duniawi semata," kata KH Romdhoni.
(Baca Juga: 59 Negara Boikot WNI, PKS: Saatnya Pemerintah Fokus Selamatkan Rakyat )
Dalam seminar itu, praktisi Film Adi Pranajaya menjelaskan tentang sejarah awal pembuatan film di dunia dan di Indonesia. Film/karya yang baik dihasilkan oleh ide yang baik, skenario yang baik dan juga sutradara/produser yang memahami skenario.
"Film yang baik lahir dari orang yang berkepribadian yang baik. Membuat film Islami bisa dibuat dengan menghadirkan tema keseharian yang menyampaikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Sementara Musisi Pak Dwiki Darmawan mengatakan, musik Islami itu dapat mensyiarkan nilai-nilai kebaikan yang mendorong perbuatan kebaikan. Musik Islami tidak Identik dengan musik timur tengah atau musik berbahasa Arab. Musik Islami/religi mempunyai pasar/industri yang sangat besar saat ini.
"Musik Islami bisa mengantarkan kepada pendengarnya keindahan Islam meski musik tersebut dalam bentuk instrumental," ungkapnya.
![MUI DKI: Musik dan Film Bisa Dijadikan Sarana Dakwah]()
Dalam Webinar itu hadir KH Taufiq Rahman Azhar memimpin doa. Dr KH Didi Supandi MA (Wakil Ketua MUI DKI Jakarta); Nanda Khairiyah (Sekretaris Bidang Infokom MUI DKI); Ustaz Wijayanto (Yogyakarta); Ustadzah Tuti T Adi (MC); Ustaz M Arif Syukur (Moderator) dan beberapa perwakilan MUI daerah lainnya seperti dari Yogyakarta dan Papua. (Baca Juga: Lagu 'Sebe Ye ALLAH' Alpha Blondy yang Menggemparkan Dunia )
"Motivasi seni Islam adalah spirit ibadah kepada Allah, menjalankan kebenaran (haq), menegakkan dan membelanya demi mencari ridha Allah Ta'ala. Bukan mencari popularitas ataupun materi duniawi semata," kata KH Romdhoni.
(Baca Juga: 59 Negara Boikot WNI, PKS: Saatnya Pemerintah Fokus Selamatkan Rakyat )
Dalam seminar itu, praktisi Film Adi Pranajaya menjelaskan tentang sejarah awal pembuatan film di dunia dan di Indonesia. Film/karya yang baik dihasilkan oleh ide yang baik, skenario yang baik dan juga sutradara/produser yang memahami skenario.
"Film yang baik lahir dari orang yang berkepribadian yang baik. Membuat film Islami bisa dibuat dengan menghadirkan tema keseharian yang menyampaikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Sementara Musisi Pak Dwiki Darmawan mengatakan, musik Islami itu dapat mensyiarkan nilai-nilai kebaikan yang mendorong perbuatan kebaikan. Musik Islami tidak Identik dengan musik timur tengah atau musik berbahasa Arab. Musik Islami/religi mempunyai pasar/industri yang sangat besar saat ini.
"Musik Islami bisa mengantarkan kepada pendengarnya keindahan Islam meski musik tersebut dalam bentuk instrumental," ungkapnya.

Dalam Webinar itu hadir KH Taufiq Rahman Azhar memimpin doa. Dr KH Didi Supandi MA (Wakil Ketua MUI DKI Jakarta); Nanda Khairiyah (Sekretaris Bidang Infokom MUI DKI); Ustaz Wijayanto (Yogyakarta); Ustadzah Tuti T Adi (MC); Ustaz M Arif Syukur (Moderator) dan beberapa perwakilan MUI daerah lainnya seperti dari Yogyakarta dan Papua. (Baca Juga: Lagu 'Sebe Ye ALLAH' Alpha Blondy yang Menggemparkan Dunia )
(rhs)
Lihat Juga :