Rebo Wekasan, Asal-usul dan Hukum Amalannya Menurut Islam

Senin, 18 Agustus 2025 - 05:15 WIB
loading...
Rebo Wekasan, Asal-usul...
Istilah Rebo Wekasan ini selalu muncul bahkan jadi polemik tersendiri terutama di kalangan umat Islam, disebut Rebo Wekasan artinya Rabu terakhir bulan Safar pada kalender Jawa atau bertepatan dengan Rabu tanggal 20 agustus 2025 ini. Foto ilustrasi/is
A A A
Menjelang akhir bulan Safar , istilah Rebo Wekasan sangat populer di Indonesia. Bahkan ada tradisi khusus atau amalan Rebo Wekasan ini umumnya untuk tolak bala.

Istilah Rebo Wekasan ini selalu muncul bahkan jadi polemik tersendiri terutama di kalangan umat Islam. Disebut Rebo Wekasan artinya Rabu terakhir bulan Safar pada kalender Jawa. Bulan Safar sendiri atau tanggal 30 Safar akan jatuh pada Hari Minggu, 24 Agustus 2025. Ini berarti Rebo Wekasan atau Rabu terakhir bulan Safar bertepatan dengan tanggal 20 Agustus 2025 ini.

Bagi masyarakat Arab Jahiliyah dulu sering menganggap Safar sebagai bulan sial. Kemudian Rasulullah SAW meluruskan keyakinan masyarakat Jahiliyah itu. Tidak ada wabah ada mudharat kecuali dengan kehendak Allah dan tidak boleh pula meramal kesialan. Hendaknya seseorang bertawakkal kepada Allah.



Lalu bagaimana asal usul Rebo Wekasan dan hukum amalan salat sunnah dan sedekah tolak bala? Berikut penjelasannya.

Mengutip Abdul Hamid Quds dalam kitabnya Kanzun Najah Was-Surur fi Fadhail Al-Azminah wash-Shuhur menjelaskan, banyak para Wali Allah mempunyai pengetahuan spiritual yang tinggi. Mereka mengatakan bahwa setiap tahun, Allah menurunkan 320.000 macam bala bencana ke bumi dan semua itu pertama kali terjadi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar. Oleh karena itu hari tersebut menjadi hari yang terberat di sepanjang tahun.

Maka barang siapa yang melakukan salat sunnah 4 rakaat di mana setiap rakaat setelah Al-Fatihah dibaca Surat Al-Kautsar 17 kali lalu Surat Al-Ikhlash 5 kali, Al-Falaq dan An-Naas masing-masing sekali. Setelah salam membaca doa, maka Allah dengan kemurahan-Nya akan menjaga orang tersebut dari semua bala bencana yang turun di hari itu sampai sempurna setahun.

Baca juga: Populer sebagai Bulan Perang, Ini 9 Peperangan yang Terjadi di Bulan Safar

Menurut Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya dalam satu kajian yang disiarkan oleh Al-Bahjah TV, asal usul Rebo Wekasan ini adalah bermula dari cerita orang salih mendapat berita (ilham) bahwasanya pada hari itu akan turun penyakit. Maka mintalah perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari penyakit dan musibah.

"Mengamalkan amalan pada Rebo Wekasan memang tidak ada petunjuknya dari Nabi shallallohu 'alaihi wasallam. Akan tetapi kalau datangnya dari ulama apalagi ulama yang salih selama tidak bertentangan dengan ajaran Nabi tidak boleh langsung dikatakan bid'ah," jelas Buya Yahya.

Mengenai amalan Rebo Wekasan, Buya Yahya menjelaskan, orang salih yang mendapat ilham dari Allah selama yang dilakukan adalah perkara baik, bukan perkara haram misalnya bersedekah, atau sholat hajat meminta perlindungan dari bala dan musibah, maka mengikuti ilham itu hukumnya boleh. Artinya selama amalan yang dilakukan itu tidak bertentangan dengan syariat, maka itu boleh-boleh saja.

"Tapi ingat, ilham bukan Hujjah. Ilhamnya seorang salih tidak boleh jadi Hujjah. Dan ingat kalau ilham tidak bertentangan dengan syariat boleh diikuti," kata Buya Yahya.

Kalau Anda mempercayai ilham dari seorang alim yang salih silakan ikuti selama tidak bertentangan dengan syariat. Kemudian, bagi yang mengingkarinya tidak boleh mencaci.

Ilham dari seorang ulama merupakan pengantar dari sunnah Nabi. Misalnya, si ulama salih mendapat ilham bahwa pada Hari Rabu akan turun bala dan penyakit, maka tolaklah bala itu dengan sholat 2 rakaat. Salat apa yang dianjurkan? Bukan salat yang diajarkan ulama atau kiyai itu, melainkan salat yang diajarkan Nabi yaitu salat sunnah Hajat untuk menolah bala.

Kemudian ditambah lagi dengan amalan sedekah untuk menolah musibah. Sebab, dalam Hadis disebutkan bahwa sedekah dapat menolak bala dan bencana (HR Al-Baihaqi dan Thabrani).

"Bagi yang tidak melakukan amalan Rebo Wekasan jangan dicaci. Karena urusan Ilham bukan perkara yang wajib diyakini. Jika kemudian ada praktik atau hal-hal aneh dalam amalan Rebo Wekasan tentu ini babnya lain," jelas Buya Yahya.

Kesimpulannya, kita menolak bala dan musibah seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Bagi yang ingin mengamalkan salat sunnah Hajat atau sedekah dengan niat menolak bala itu boleh.

Dan bagi yang tidak meyakini amalan Rebo Wekasan juga tidak ada masalah. Karena Ilham-nya seorang ulama bukan sesuatu perkara yang wajib. Wallahu A'lam

Baca juga: 12 Doa Tolak Bala: Semoga Terhindar dari 320.000 Musibah di Rebo Wekasan
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Ketika...
Kisah Hikmah : Ketika Sedekah Menyelamatkan Saudagar Kaya Raya
5 Sebab Sedekah Mampu...
5 Sebab Sedekah Mampu Menolak Bala dan Musibah, Kaum Muslim Wajib Tahu!
5 Doa Tolak Bala Musibah...
5 Doa Tolak Bala Musibah yang Mudah Diingat, Yuk Amalkan!
Mengapa Ada Tradisi...
Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Bulan Safar?
Dianggap Bulan Sial,...
Dianggap Bulan Sial, Benarkah Segala Bala dan Musibah Bakal Turun di Hari Rabu Terakhir Bulan Safar?
Begini Hukum Menikah...
Begini Hukum Menikah di Bulan Safar Menurut Islam
Rekomendasi
Cacing Predator Berusia...
Cacing Predator Berusia 425 Juta Tahun Bergerak seperti Akordeon Ditemukan
Gelombang Panas Ekstrem...
Gelombang Panas Ekstrem Membakar 210 Kawasan Hutan di Kanada
Tujuh Matahari Tiba-tiba...
Tujuh Matahari Tiba-tiba Muncul Sekaligus di Langit China
Artikel Terkini
Mengapa Umat Islam Dianjurkan...
Mengapa Umat Islam Dianjurkan Berpuasa di Hari Asyura? Ini Penjelasannya
12 Amalan Populer Hari...
12 Amalan Populer Hari Asyura 10 Muharam yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Besok Hari Asyura, Ini...
Besok Hari Asyura, Ini Doa yang Dianjurkan dan Mulai Diamalkan Malam Ini!
Inilah Doa dan Cara...
Inilah Doa dan Cara Mengusap Anak Yatim di Hari Asyura
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved