Keutamaan Sakit yang Jarang Diketahui, Begini Ganjaran Pahalanya!
Senin, 25 Agustus 2025 - 10:01 WIB
loading...
A
A
A
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ia berkata, Rasulullah bersabda;
"Manfaatkan lima perkara sebelum (datangnya) lima perkara; (masa) mudamu sebelum datang (masa) tuamu, (masa) sehatmu sebelum datang (masa) sakitmu, (masa) kayamu sebelum datang (masa) kefakiranmu, (masa) luangmu sebelum datang (masa) sibukmu, hidupmu sebelum datang kematianmu." (HR. Hakim Juz 4 : 7846. Hadis ini dishahihkan oleh Syikh Al-Albani dalam Shahihul Jami'a: 1077)
"Sesungguhnya aku mengetahui (dampak) dosaku (dahulu), yang menyebabkanku (sekarang) terlilit utang." (Shifatush Shafwah, 3/246)
Sehingga ada kemungkinan bahwa sakit yang dirasakan sekarang merupakan buah dari dosa yang dahulu pernah dilakukan. Maka ketika sakit merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak bertaubat kepada Allah, agar Allah Ta'ala mengampuni semua dosa-dosa kita. Allah berfirman;
"Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nasuha." (QS. At-Tahrim : 8)
Sehingga dengan demikian, sakit akan menjadi penyemangat baginya untuk segera berbekal dengan memperbanyak melakukan amalan kebaikan sebelum ajal kematiannya datang. Allah Ta'ala berfirman;
"Infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum datang (tanda-tanda) kematian kepada salah seorang di antara kalian, lalu ia (akan menyesal dan) berkata, 'Wahai Rabb-ku, seandainya Engkau menangguhkan (kematian)ku sebentar, sehingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih."(QS. Al-Munafiqun : 10.)
Baca juga: 3 Perkara Pendulang Pahala Jariyah, Apa Saja?
Wallahu A'lam
"Manfaatkan lima perkara sebelum (datangnya) lima perkara; (masa) mudamu sebelum datang (masa) tuamu, (masa) sehatmu sebelum datang (masa) sakitmu, (masa) kayamu sebelum datang (masa) kefakiranmu, (masa) luangmu sebelum datang (masa) sibukmu, hidupmu sebelum datang kematianmu." (HR. Hakim Juz 4 : 7846. Hadis ini dishahihkan oleh Syikh Al-Albani dalam Shahihul Jami'a: 1077)
4. Sebagai sarana untuk bertobat
Dosa yang dilakukan oleh manusia akan mendatangkan keburukan dan musibah bagi pelakunya. Dosa dapat menyebabkan seorang terlilit utang. Sebagaimana Muhammad bin Sirin (Beliau adalah seorang Tabi'in yang wafat di Bashrah tahun 110 H) pernah berkata;"Sesungguhnya aku mengetahui (dampak) dosaku (dahulu), yang menyebabkanku (sekarang) terlilit utang." (Shifatush Shafwah, 3/246)
Sehingga ada kemungkinan bahwa sakit yang dirasakan sekarang merupakan buah dari dosa yang dahulu pernah dilakukan. Maka ketika sakit merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak bertaubat kepada Allah, agar Allah Ta'ala mengampuni semua dosa-dosa kita. Allah berfirman;
"Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nasuha." (QS. At-Tahrim : 8)
5. Sebagai penyemangat agar berbekal untuk kehidupan setelah kematian
Sakit merupakan salah satu pertanda dekatnya ajal kematian. Dengan adanya sakit hendaknya seorang muslim sadar bahwa kematiannya pasti akan datangSehingga dengan demikian, sakit akan menjadi penyemangat baginya untuk segera berbekal dengan memperbanyak melakukan amalan kebaikan sebelum ajal kematiannya datang. Allah Ta'ala berfirman;
"Infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum datang (tanda-tanda) kematian kepada salah seorang di antara kalian, lalu ia (akan menyesal dan) berkata, 'Wahai Rabb-ku, seandainya Engkau menangguhkan (kematian)ku sebentar, sehingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih."(QS. Al-Munafiqun : 10.)
Baca juga: 3 Perkara Pendulang Pahala Jariyah, Apa Saja?
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :